about KeTeNanGaN..

Assalamu’alaikum…

Bismillahirohmannirrohiim…

Start a new blog!

Yup, my 1st post..

Hari ini, tgl 21 Maret, pagi kuliah sampai siang, terus les biola terus mentoring. Intinya mau cerita tentang liqo tadi, walaupun pembicaraan melenceng kemana-mana tapi asik… Dengan mba mentor yang baru, lebih serius sih tapi jadi lebih konsen. 

Salah satu yang dibahas tentang ini nih :Wahai jiwa yang tenang! Kembalillah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surga-Ku” (Al- Fajr : 27-30) 

Kalimat ”wahai jiwa yang tenang” hanya muncul di Qur’an pada surat ini, menandakan ketenangan tuh salah satu ciri orang-orang yang ridha.. Terus dilanjutin deh pembahasan mengenai kalau ciri-ciri orang yang tenang itu salah satunya adalah orang yang ’hamadu’ (eh, bner gk nih? Lupa tadi..). Satu asal kata dari ’hamdalah’, ’Alhamdulillah’, artinya orang yang selalu bersyukur (he, sotoy gini, padahal gak tahu soal bahasa Arab). 

Bersyukur di saat lapang itu biasa, misalkan kita dapat nilai bagus, dapat kabar menyenangkan, dsb. Tapi jika dalam keadaan yang gak mengenakkan kita, misalnya dapat nilai jelek, uang kiriman telat, kemana-mana macet, apa masih setia dengan kata syukur??  Jika diterpa hal yang gak mengenakkan, ucapan ’innalillahi wa’inna ilaihi rojiuun’, berserah bahwa kepada Allah lah semuanya kebali- itu adalah cerminan kesabaran. Apalagi jika ada yang masih bisa bersyukur dalam setiap keadaan, itu bagus banget… huix.. 

 Jadi keinget, mengenai KETENANGAN… Look at me??!! Jauuuuhhh… dari yang namanya tenang! Aku selalu terburu-buru, rush, grasa-grusu, panikan, maunya cepet-cepet, gak sabaran, emosian… (tertunduk lesu, huh..). Padahal sifat terburu-buru itu sifatnya setan!! Tadinya kupikir, aku kan keburu-buru biar menghemat waktu, sayang masa waktu dibuang-buang. Tapi ternyata, gak harus dengan terburu-buru kan, kalau dengan cepat tapi tenang juga bisa. Waktu kan juga Allah yang ngasih, yang kita lakuin niatnya harus selalu diluruskan agar ikhlas (susah nih.. susaaaahhh…). Hmmm… I wish I could do that, can I?? 

 

Another case, aku gak sabaran… Mobil di depan rese, berhenti tiba-tiba, lambat langsung deh…’tet-toottt-teettt’…Klakson mobilku rewel! Terus meluncur dari mulut kata-kata gak jelas, ngedumel, ngomel-ngomel sendiri, keseelll, ffuuuh, padahal cuma gara-gara sepele kan… Astagfirullah.. (baru nyadar setelah dilakukan). Kenapa sih gak bisa nahaannnn emosi aja bentar?

 

Padahal kan yang dilihat saat diuji adalah reaksi PERTAMA kita. Kalau ketimpa musibah, langsung panik dan nangis-nangis abis itu baru sadar ucap Istigfar, untung masih inget walaupun di akhir-akhir gitu. Tapi yang terpenting adalah saat PERTAMA, harus langsung ‘tek’ inget istigfar, menenangkan hati, bukannya malah nangis-nangis. Huix… selama ini aku kok gak bisa-bisa ngelakuinnya ya?

 

Terus tadi kesimpulannya, ilmu yang didapat harus diamalkan sedikit-sedikit.. okay? Seperti “senyum, berpikir positif, tenang”, yang kalau gak dikasih tau dan gak diingetin selalu pasti aku akan terus-menerus membenarkan sikapku yang selalu terburu-buru, cemberut all days, dan parno sendiri.

Manusia itu kan memang sifatnya pelupa.. alpa.., asal katanya saja dari kata ’nasii’ yang berarti lupa (sok tahu lagi padahal gak ngerti bahasa Arab, nanya-nanya ke mama, hehe..). Makanya itu harus selalu diingatkan, saling mengingati gituh biar kalau lagi lupa gak melenceng jauh entah kemana. 

Semangat, Nyo… Walaupun bertahap, mudah-mudahan bisa selalu ingat kalau IT’S TIME TO GROW…!!! Things have to be better and better…. =)