UTS Pertama Semester Ini!

Baruuu aja pulang ujian, yep, UTS pertama di semester ini! Innalillahi wa inna ilahi rojiuun….Semua kembali pada Allah…”Kira-kira begitulah SMS balasan dari mama kalau aku selesai ujian dan mengeluh panjaaaang banget karena gak bisa menyelesaikan sesuai harapan. Capek juga ya mama dengar keluhan-keluhanku yang ‘basi’ deh. 

Kecewa ma UTS kali ini? Hummm…iya. Sebenarnya sih gak bisa dan banyak soal yang gak diisi (sudah hilang berapa poin tuh?), huhu… tapi Alhamdulillah setidaknya ada yang diisi (cheer up dong, Nyo…). Kenapa ya tiap selesai ujian malah bukan bersyukur tapi malah kesal, BT dan kecewa? Dasar Nyo… Kayaknya karena ini nih : 

Sesungguhnya diterimanya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari-Muslim) Niatnya belum lurus, hehe… Sebenarnya gak salah kan kalau belajar diniatkan biar dapat bagus gitu? Tapi lama-lama mikir juga, kalau misalnya gak bisa mengerjakan ujian, hhh… bisa kesel banget. Apalagi kalau hasil yang didapatkan gak sesuai dengan yang kita inginkan, bisa-bisa depresi. 

Gimana ya biar gak kecewa? Niatnya harus diluruskan karena Allah, bukan sebatas duniawi saja. Soalnya memang sih kalau kita berbuat sesuatu karena dunia, mungkin kita bisa puas memperolehnya tapi setelah itu? Oia, ada cerita nih waktu aku semsester 4 kemarin (berarti setahun yang lalu ya)àSemester 4 tuh semseter aku paling S.O (Study Oriented) banget deh!! Pulang kuliah belajar, liburan belajar, terus sama sekali gak ikut konser-konser ISO atau latian PSM… dih, BT gak sih, suntuk gituh! Aku juga dulu merasa gitu, pokoknya segalanya harus perfect disiapkan, kalau belum yah gak akan berhenti untuk mengejar yang belum dilakukan. 

Capek pasti iya, tapi entah kenapa dulu jadi rada-rada freak gitu. Nah, sampai pada ujian mata kuliah tertentu aku benar-benar YAKIN kalau pasti bisa mengerjakan semua soal-soalnya karena persiapannya bisa dibilang sudah mantap poll! Ternyata…. waktu ujian akhir, soalnya itu persis sama dengan kunci dan open book. Wah, aku dengan sombongnya malah curiga, jangan-jangan ini soal-soal menjebak! Jadinya, jawaban yang ada di kunci itu malah gak disalin dan mengerjakan semua dengan asumsi saya – yang saya yakin benar. Ada juga soal yang tiba-tiba aku nge-blank, benar-benar gak bisa berkutik dan akhirnya kosong, huix… Setelah itu berakhir baru deh … Nangis-nangis! =(  Menyadari betapa BODOH nya tidak mengisi soal-soal bonus yang jawabannya persis dengan kunci dan malah berasumsi bahwa jawaban kunci salah, berprasangka buruk kalau dosennya pasti menjebak, jadi diisi sesuai asumsi sendiri. BODOH! Dasar sok tau… 

Akhir semseter pun berlalu dan hasil yang aku harapkan gak tercapai (malah turun IP-nya). Kecewa pasti ada tapi mau bagaimana lagi? Semenjak itu aku jadi tertohok juga… Seberapa gigih-pun dan sekeras apa-pun yang kita usahakan, kalau memang Allah gak/belum mengizinkan yah gak jadi. Seberapa pun kita sudah belajar gila-gilaan, kalau memang pada saat ujian ada faktor-faktor lain yang kita gak bisa prediksi yah gak bakal bisa dapat bagus. Jadi yah, pasrah aja..semoga Allah akan memberikan yang terbaik. Niatnya juga diluruskan lagi, kalau niatnya dapat bagus sih, waktu dapat jelek jadi SAKIT HATI, huhuhu…. =( 

 à Eh, ada cerita lagi nih, kemarin diceritain si Teteh….Alkisah (cie..) ada dua pemuda A dan B (aku lupa namanya siapa ya? Jadi kita pakai variabel pengganti saja). Si A adalah pemuda yang sangat getol berbibadah, penjaga masjid dan rajin banget beramal. Sedangkan si B adalah pemuda yang ibadah sih ibadah tetapi gak sebanyak dan segetol si A. Si A sangat yakin kalau dia pasti akan masuk surga dengan amal-amal yang sangat getol ia perjuangkan. Pada saat mereka meninggal, tibalah keputusannya… ternyata si A tidak masuk neraka, sedangkan si B malah masuk neraka. Si A protes, kenapa dia tidak masuk surga?  

Yang pemuda A lakukan selama ini adalah hanya karena mengharapkan surga dan ia yakin dengan amal-amal ibadahnya yang sangat banyak itu ia bisa masuk surga kelak. Ia melupakan keihklasan. Si A menganggap dengan amalam-amalan ibadahnya yang bejibun itu bisa masuk surga, padahal bukan hanya itu saja… namun, juga karena RAHMAT-NYA… Jadi inget lagu Chrisye dan Ahmad Dhani yang ini :Jika surga dan neraka tak pernah ada… masihkah kita sujud kepadanya?…” 

Wah, jadi jauh melenceng kemana-mana gini..Intinya sih, selain kita berusaha, berusaha, berusaha… semua yang diberikan karena rahmat-Nya. Bukan semata-mata karena usaha kita doang, nanti jadi sombong, hehe.. padahal kita bisa usaha ’kan juga karena rahmat-Nya. Wallahu’alam…