Selamat Jalan, Chrisye…

Tadi siang mama SMS (setelah ujian SisKom yang menguji kesabaran dan akhirnya minta ’petuah’ mama untuk menenangkan, hehe…) katanya Chrisye meninggalAku baca SMS sambil nyetir mau les ke Elfa’s… Eh, benar kan SMS nya?? Aku baca lagi dan memang benar! Innalillahi wa’inna illaihi rojiuun.. Sang legendaris itu telah tiada. Entah kenapa, bukan saudara, bukan pacar, bukan teman tapi kok jadi meleleh air matanya (maklum, cengeng sih..). Huhuhuhuuu….  

chrisyePapaku lain lagi ceritanya… Papaku itu merupakan FANS BERAT Chrisye…!!! Rasanya semua album punya dan hafal, diputer berkali-kali sampai kita semua bosan, dan memutar rekaman video konser-konser Chrisye juga berulang-ulang. Jadi mau gak mau, aku juga ikut nge-FANS akhirnya, apalagi adeku yang suka banget lagu-lagu Chrisye (selera dia oldies-aneh).   Nah, tadi pagi tiba-tiba kata mama, si papa ngomongin Chrisye…terus! Gak tau kenapa…bawa berapa kaset-kaset Chrisye untuk didengar di mobil pas berangkat kantor, tiba-tiba kangen aja dengar lagu-lagunya. Saat nyetir, mengganti ke radio dan PAS BANGET! Beritanya tentang Chrisye meninggal… Huix, papaku langsung kaget dan terharu… =’(

 

Sedih…Aku jadi ingat, papaku pernah bilang dari dulu mau nonton Konser Chrisye gak bisa-bisa!! Adaaaa…. aja kegiatan yang bentrok. Yang aku ingat pas konser Chrisye ’Badai Pasti Berlalu’, yang di JCC, papaku lagi mau naik haji jadi sedang berada di asrama haji (weks…) jadi aku rekamin deh konsernya. Terus satu lagi yang buat aku GAK ENAK… Pas konser Chrisye yang ’DEKADE’ papaku gak jadi nonton juga! Gara-gara aku ’paksa’ mengantar aku ke Lembang buat ikut Astro Camp di Bosscha (dasar astronomi freak dulu). Kata papa, ”Mudah-mudahan bisa nonton konser Chrisye sebelum dia meninggal.” Yaaah… tapi ternyata tidak diizinkan! Sampai sekarang papaku belum kesampaian. Maaf ya, Pa…  

Kadang aku jadi mikir.. Bisa yah gitu, saat seseorang meninggal, misalnya Chrisye- semua orang Indonesia walaupun yang gak kenal ada rasa kehilangan, setidaknya yang pernah mendengar lagunya. Lagu-lagu Chrisye masih akan terngiang dan melegenda, kisahnya akan terus dikenang, suara khasnya gak ada yang nyamain, dan kesan baik akan terus teringat.  

Walaupun orangnya sudah tidak ada di dunia tapi akan terus me’legenda’ dan dikenang dengan baik. Bagaimana caranya?? Karena seseorang itu telah ’berbuat dan menghasilkan sesuatu’…  Bagaimana dengan kita nantinya?? Fffffhhh… jadi merinding. 

Baca juga di artikel KOMPAS nih :

Chrisye: “Saya Akan Meninggal Hari Jumat” Laporan Wartawan KCM Eko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KCM – Tangis dan doa mengiringi pemakaman jenazah artis musik legendaris Chrisye di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Jumat (30/3), mulai pukul 13.15 WIB. Pemakaman di bawah guyuran hujan itu dihadiri oleh anggota keluarga, kerabat, teman, dan kenalan sang mendiang. Tampak hadir di TPU tersebut antara lain Idris Sardi, Titiek Puspa, dan Tukul Arwana.

Sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir itu, jenazah Chrisye dishalatkan di kediamannya di Jalan Asem II No 80, Cipete, Jakarta Selatan. Eros Djarot, Erwin Gutawa, Rano Karno, Andre Hehanussa, Franky Sahilatua, Mien Uno, dan anggota DPR Ferry Mursyidan Baldan terlihat datang melayat.   Dari rumah duka, jenazah Chrisye lalu diantar ke Masjid Al-Mukaromah, tempat ia biasa melakukan shalat Jumat di dekat rumahnya. Di masjid tersebut diadakan shalat jenazah dan doa bersama, yang dipimpin oleh H Antung Abdullah, salah satu tokoh masjid itu.
Antung bercerita, salah satu anggota keluarga Chrisye mengatakan kepadanya, menjelang akhir hayatnya Chrisye sempat menyampaikan pesan bahwa ia akan meninggal pada hari Jumat dan ingin dishalatkan di masjid tersebut. “Itu pesan beliau yang disampaikan oleh pihak keluarga Chrisye kepada saya. Jarang sekali orang bisa mengetahui kapan waktu kematiannya,” tuturnya. Chrisye mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (30/3), pukul 04.08 WIB, di rumahnya, setelah beberapa tahun menderita penyakit kanker paru-paru. Kisah Antung lagi, ia kerap melihat Chrisye melakukan shalat di Masjid Al-Mukaromah di bagian yang sama dari masjid tersebut, yaitu di bagian kanan belakang.Ketika jenazah Chrisye dalam perjalanan menuju TPU Jeruk Purut, tampak para warga berderet-deret di tepi jalan-jalan yang dilewati, la yaknya mereka tengah memberi penghormatan terakhir kepada sang legenda.

Erwin Gutawa: Chrisye Ingin Bikin Album Shalawat Laporan Wartawan KCM Eko Hendrawan Sofyan

JAKARTA, KCM – Salah satu keinginan kuat (mendiang) Chrisye semasa hidupnya sebagai artis musik adalah membuat album shalawat. Sayangnya, itu tak sempat terwujud hingga ia pergi untuk selamanya pada Jumat (30/3) dalam usia 57 tahun.

Hal itu disampaikan oleh Erwin Gutawa (44), produser musik dan konser, aranjer, konduktor Erwin Gutawa Orchestra, pemusik, dan pencipta lagu yang merupakan sahabat Chrisye dalam bermusik. Menurut Erwin, yang bekerja sama dengan Chrisye untuk sejumlah album dan konser terakhir Chrisye, keinginan kuat tersebut telah diungkapkan oleh Chrisye kepadanya tiga tahun lalu.Di mata Erwin, kehadiran Chrisye merupakan sebuah keajaiban, sesuatu yang tak akan berulang. “Ia tidak tergantikan oleh siapapun,” tekan Erwin, yang datang melayat jenazah Chrisye di rumah duka. “Selama hidupnya ia mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Ia sosok yang terbuka. Ia mampu bertahan, bisa berkerja sama dengan siapapun,” sambung Erwin, yang bersama Jay Subijakto telah menggarap konser-konser Chrisye Sendiri (1994), Badai Pasti Berlalu (2000), dan Dekade (2003).

(Huhuu… jadi terharu lagi. Jadi mending bikin album nasyid/shalawat kali yah kalau mau ke dunia ’industri musik’ ? ) 

Kalau dengar lagu ’Ketika Tangan dan Kaki Bersaksi’ itu diputer di TV pas tayangan tentang Chrisye in-memorian tadi, aku jadi termenung… Benar-benar menusuk ke hati. Memikirkan bagaimana nanti seseorang akan menutup akhir dari ’tugas-tugas’ di dunia..(T_______T)  Sambil menulis ini (sambil nonton konser Opick di TV), lagu ’Bila Waktu T’lah Berakhir’ mengalun. Opick mendedikasikan lagu ini untuk alm.Chrisye… hix..hix… Subhanallah… 

Bagaimana kau merasa bangga Akan dunia yang sementara

Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi Meninggalkan dirimu

Bagaimanakah bila saatnya Waktu terhenti tak kau sadari

Masikah ada jalan bagimu untuk kembali Mengulangkan masa lalu

Dunia dipenuhi dengan hiasan

Semua dan segala yang ada akan

Kembali padaNya

Bila waktu tlah memanggil Teman sejati hanyalah amal

Bila waktu telah terhenti Teman sejati tingallah sepi