RFID

Sebenarnya ini tugas mata kuliah Instrumentasi Biomedik sih, tapi di-upload kesini, iseng, hehe…

—————————————————–

Pernah gak sih membayangkan kalau dengan melambai tangan saja pintu otomatis terbuka (sok Harry Potter …) atau menyalakan mesin mobil hanya dengan melambai tangan dekat pintu mobil (sok X-Men…). Mungkin hal itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan implanted RFID!!!

buka pintu mobil

Yeah.. Implanted RFID ini adalah RFID yang ditanamkan dibawah kulit kita. Bisa diletakkan di bahu atau ditangan (antara jempol dan telunjuk).

Besarnya hanya sebesar BERAS… bisa dimasukkan dengan operasi kecil (gak usah dibius) atau bisa juga dengan disuntikkan langsung ke dalam kulit. Ada yang berminat mencoba?

plug-in-tag

Komponen di dalamnya ada Transponder / tag (chip+antena) yang merupakan unit penyimpanan data elektronik yang diletakkan di objek/orang yang akan diidentifikasi. Bisa read/wirte secara wireless dan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda berdasarkan frekuensi dasarnya, tipe memori, kapasitas, mode akses, dan level keamanan. Lalu ada juga Reader, bisa juga digunakan untuk write. Mempunyai antena untuk mengkomunikasikan dengan tag (transponder).

Nah, kalau untuk dimasukkan ke dalam tubuh, RFID ini harus dilapisi dengan plastik bio-material agar aman dan gak bergeser-geser letaknya. GAK LUCU kan kalau kita sudah melambaikan telapak tangan kita (sok X-Men lagi) buat buka pintu secara otomatis ternyata gak bisa kebuka gara-gara RFID nya sudah pindah ke bahu, huee…

inilah RFIDnya

Emang bagaimana sih Cara kerja nya?Transponder akan menyimpan data pada microchip yang letaknya di antena kecil untuk komunikasi dengan reader. Saat reader berkomunikasi dengan tag, akan menginduksi daya dengan medan magnet dan mentransmisikan pulsa data ke transponder, yang membawa instruksi dari reader. Sistem RFID dipicu saat antena reader mengirim gelombang elektromagnetik ke tag yang merupakan dasar dari identifikasi wireless. Desain dari antena mempengaruhi cara kerja sistem keseluruhan. Reader akan mengatur komunikasi wireless ini dengan transponder.

Antena internal atau eksternal reader mengirim perintah dengan gelombang elektromagnetik ke transponder dan memproses informasi balasan dengan tag. Jadi, tugas utama reader adalah untuk memproses sinyal transmisi, men-filter sinyal yang kembali, dan menyiapkan sinyal untuk diproses oleh komputer/PLC.

rfid

Aplikasi dalam biomedik ??

1– Penentuan lokasi dan status dari staf, pengunjung, pasien dan aset tetap rumah sakit RFID bisa dipakai sebagai salah satu teknologi RLTS ini, contoh teknologi yang lain yang bisa digunakan adalah : Radianse view of technologies
Radio fingerprinting Triangulation and Time Difference of Arrival (TDOA) Global Positioning System (GPS) Received Signal Strength Indication (RSSI) GSM and GPRS Menentukan posisi orang dalam ruangan indoor

2 – Pengurangan eror, prosedur recording dan keluhan pasienContoh aplikasi : Electronic handshake to prevent mismatching of patient to treatment Human implants for instant medical record of high risk patients

3- Pengaturan bank darah, alat-alat dan logistikContoh : – Blood testing, transport and transfusion Smart cabinets Document management Hearing aids4- Akses keamanan

5 – Recording dan peringatan pada insiden

Aplikasi RFID pada kesehatan termasuk yang paling berkembang. Aplikasi ini unik, karena menggunakan pertama kalinya aplikasi dari RFID tag tanpa chip pada jangkauan milimeter. Hal ini merupakan anomali. Sekarang, sektor RFID pada kesehatan memusatkan pada pencegahan error dan mendeteksian lokasi staf+pasien. Misalnya, dengan RFID yang bervariasi, tag staf mengirimkan alarm yang jika ditekan mengirimkan okasi staf pada rekannya. RFID varian lain adalah menghubungkan ibu dengan bayi yang baru lahir agar tidak terjadi kesalahan.

Selain itu aplikasi lainnya adalah pengaturan level pemakain obat agar tidak keliru, pengaturan aset rumah sakit, manajemen yang efisien bahkan sampai pencegahan pencurian. Nantinya, bagian ini akan chipless untuk menekan biaya. Namun, perataan yang tinggi pada active tag di sektor ini disebabkan karena harus mendapatkan jangkauan yang jauh.

implant RS

RFID Untuk Pegaturan Konsumsi Obat : Hal ini didasarkan karena 40-50% pasien mengkonsumsi obat mereka dengan cara yang salah Pak obat ini berharga $15, akan memperbaiki kualitas dari data yang dikumpulkan pada pengetesan obat dengan cara merekam kapan dan obat apa yang diminum. RFID berada di dalam pak, menghubungkan infomasi tersebut pada pasien tertentu tanpa manual yang salah.

Keamanan aset :

Rumah sakit bisa kehilangan 15% dari asetnya tiap tahun. Dilaporkan bahwa rumah sakit tidak bisa menemukan 15-20% dari asetnya dan waktu yang diperlukan untuk mencarinya sebanding dengan $1900 tiap perawat. Karena itu active RFID sekarang digunakan, dimana ada baterai dalam tag untuk memberi jangkauan yang luas dan kemampuan sensing. RFID menggantikan sistem RLTS (Real Time Locating Systems) untuk diimplementasikan ke staff dan aset penting.

Menggunakan teknologi RFID, rumah sakit menyimpan nomor unik untuk alat portabel seperti pompa infus atau monitor tekanan darah, serta untuk alat-alat mahal. Nomor ini ditransmisikan lewat gelombang radio ke alat/reader penerima. Diletakkan di pintu masuk bangsal, reader menampilkan lokasi dari alat yang terlabel.

Keuntungannya adalah dapat meningkatkan efisiensi staf rumah sakit. Hal ini dapat mengurangi waktu yang digunakan staf klinik untuk menemukan alat rumah sakit portabel yang mungkin berada di area lain rumah sakit. Pemeliharaan juga menjadi efisien karena sudah diketaui dimana letak alat tersebut serta kapan saja petugas harus merawat alatnya.

RFID and PC

Bisa gak diaplikasikan di
Indonesia?

à Untuk pelayanan yang lebih baik bagi pasien …!!!

Sistem ActiveWave RFID dapat digunakan juga unuk men-track pasien. RFID tag digunakan pada gelang ID pasien sehingga lokasi mereka bisa dideteksi secara kontinu. Terutama untuk pasien yang harus dirawat secara rutin, RFID akan sangat berguna untuk men-track. Teknologi ini juga bisa menyediakan jalur elektronik untuk mengkomunikasikan data pasien secara wireless.

Untuk meningkatkan keamanan pasien, bisa digunakan beberapa aplikasi RFID. Implanting chip di dalam instrumen bedah akan menghilangkan kesalahan dari meninggalkan benda di dalam tubuh pasien setelah dioperasi.

hospital

Nantinya juga, akan ditambahkan sensor pada tag. Sensor ini akan melaporkan data-data penting seperti temperatur, kelembapan, dan yang menyangkut lingkungan pasien. Sensor juga bisa digunakan untuk dihubungkan dengan instrumen medik dan melaporkan ke staf rumah sakit di tempat lain mengenai pasien, termasuk detak jantung, temperatur tubuh.

Label RFID juga bisa dipakai pada pasien untuk menverifikasikan identitas mereka, lokasinya dan prosedur yang benar dari staf rumah sakit. Pasien bisa di-track secara efektif pada sistem pembayaran, dan memastikan bahwa rumah sakit tidak kehilangan berkas yang harus dibayar pasiennya. Sekarang…..

masih ada masalah… masalahnya adalah tentang kode etik kedokteran, aku tidak terlalu tahu sih.. Terus ada lagi, bagaimana kalau lebih dari satu orang memakai frekuensi RFID Tag yang sama? Bagaimana kalau RFID nya di hacking? Hmm…

hack