PCTA yang Menegangkan

Hari RABU, 13 Juni 2007

Hari ini KP ku diberi kesempatan untuk menonton LIVE show pasien yang akan diberi ‘tindakan’ dengan Angiography. Seperti biasa, aku datang ke RS.Internasional Santosa dengan terburu-buru  karena nyasar jadi muter lagi, eheheheh… Ternyata yang tadinya bakal mulai tindakan jam 11, jadi diundur jam setengah 1. Baiklah, aku sholat dan makan siang dulu. Kafetaria nya asik loh.. steril banget… =)

Di CathLab ada 5 jenis pelayanan yang ditawarkan :

a. Coronary Angiography (diagnosis aja)

b. PPM/TPM (masang PaceMaker)

c. PTCA (Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty) atau biasanya disebut stent.

d. TACE (Transcatheter Arterial ChemoEmbolization) -> paling sering nih

Kasus kali ini lumayan jarang loh… pasien mengalami multistenosis (penyempitan di beberapa lokasi pembuluh darah) dan akan dipasang cincin (stent) di tiga tempat. Hwaahhh… sepertinya seru.

langkah STENT

Jam12.50, pasien tiba di tempat tindakan. Para perawat (hu, Mbak Santi keren banget, jadi scrub nurse… nurse yang berada dalam lingkungan steril ma dokter dan physician) sudah siap dengan baju Pb-nya ( baju ini HARUS dipakai di dalam ruangan tindakan, untuk mengurangi efek radiasi X-Ray). Mas Dindin, perawat yang cakep (heheh…dia cowok sendiri sih) jadi circulator, yang bertugas ngambil-ngambilin peralatan tindakan yang diperlukan.

aku dari ruang operator

Dokter, physician, perawat-perawat dan pasien sudah di dalam ruang tindakan. Pasien di disinfeksi dulu biar bersih di area femoral-nya.  Lalu di anestesi (dibius) lokal di daerah femoral (pangkal paha) juga. Nah, catheter (sejenis pipa/selang kecil panjang) dimasukkan ke arteri kiri femoral pasien. Kenapa musti artery di femoral? karena itu yang paling gede di seluruh tubuh dan dekat dengan jantung jadi gampang deh.

Caranya sih, di belek dulu sedikit tuh di pangkal paha terus saat udah dapat arterinya, baru deh guiding catheter masuk, ada wire-nya dulu yang lebih kecil biar bisa ‘meraba’ jalan. Aku gak begitu kelihatan sih karena kan di ruang operator (gak boleh masuk, baju Pb-nya udah abis).  Tiba-tiba udah keliatan aja tuh darah-darah yang dipegang dokter, sepertinya dari arterinya… huex.. entah kenapa aku jadi rada mual. Sabar.. sabar…

 PCTA berlangsung

Operasi sudah berlangsung satu jam-an lah…aku lihat aja di monitor, kan dari angiography-nya terekam secara REAL-time saat catheter masuk melalui saluran-saluran pembuluh darah. Saat tiba di tempat ada penyempitan, contrast agent (cairan kontras — biar gambar pembuluh darah terlihat saat ditembakkan X-Ray) diinjeksikan. Wuiihh…. sempit banget tuh pembuluh si bapaknya!

Biar pembuluh gak sempit lagi, dari catheter di ‘baloon’-ing!! Emang khusus buat itu catheter-nya, jadi pembuluh darah membuka deh. Tetapi untuk beberapa kasus, agar lebih permanen jalurnya terbuka, pasien memilih untuk memasang ‘stent’. Harga satu stent ini MAHAL euy… bisa seharga mobil =D  . Nih pasien masang 3 stent! Heeuuu…. kasian juga yah.

Saat ini udah kepasang 3 stent…di ruang operator hanya ada aku, orang dari Siemens, dan satu dokter-nya yang terus mengobrol. Aku hanya memandangi tindakan, lalu mengamati monitor.. tiba-tiba, di AXIOM Sensis, monitor yang menampilkan kondisi pasien :  tampilan EKG-nya KACAU!!!

Udah gak ada lagi tuh yang namanya gelombang PQRS bla..bla..bla… sekarang udah kayak gelombang transversal cepat! Parah bangeettt……!!! dan itu ada kali 8-detik yah. Hwaaahhh…. ada apa nih?!! Aku tadinya mau lapor pakai voice control dari ruang operator ke ruang tindakan, tapi lupa caranya… huu… Tapi akhirnya dokter segera menyadari kalau EKG nya flattered. Yup… jantungnya mengalami fibrilation (kekacauan kontraksi pada otot jantung)!!

tindakan

Mba Santi (scrub nurse) langsung dengan sigap menekan-nekan jantung pasien.. tapi si bapak gak sadar juga!!! Gambar grafik EKG di monitor masih kacau…hhhh…… tegang! Langsung diambil defibrillator! Dokter memberi DC Shock ke pasien… satu kejutan! masih GAK ada reaksi… semua sigap. Lalu diberi lagu kejutan kedua, dengan DC Shock 200 Joule!

Beberapa saat kemudian… “Haaaahhhh…….,” pasien  ‘terbangun’ sambil kayak menarik napas  keras. Fffiiuuhhhh…. pertarungan antara ‘hidup dan mati’. Si pasien tangannya refleks ke samping, serem kayak baru ‘kembali’ dari dunia mana gitu kayaknya yah. Deg-deg-an deh….Sepertinya pasien masih agak shock, ampe beberapa kali pada saat PTCA berlangsung para perawat harus ingetin, “buka matanya, Pak.”

Kata dokternya sih terjadi fibrilation itu tadi karena catheter masuknya terlalu dalam. hiiy… Kalau di ujung antara nyawa masuk/gak kembali itu, yang tadi aku rasain benar-benar ‘zzznggg……’. Rasanya, pasrah aja… pasrah… semuanya…ma Allah SWT.

Selesai juga tindakan-nya… wire, baloon catheter dan guiding catheter ditarik kembali dari pembuluh darah keluar tubuh pasien. Ini mungkin agak menyakitkan yah… eheh… yang serem sih pas arteri-nya diperas. Gak tau deh, di mangkuk operasi yang dari logam itu tiba-tiba aja darahnya udah banyak. Mmmhhh…. Untuk beberapa waktu hasil ‘belekan’ harus dipulihkan agar bisa menutup dan menyambung kembali. Sekitar beberapa jam, pasien harus gak boleh bergerak.

Begitulah… lumayan tegang yah hari ini. Jadi pengen lihat operasi lagi kapan-kapan… kapan yah ada lagi? kan jarang-jarang juga…  Tapi jangan yang serem-serem, aku tidak kuat melihatnnya  =(