Monokrom, GrayScale dan Colour

Gambar monokrom adalah gambar yang disusun oleh dua warna, HITAM dan PUTIH. Bisa disebut gambar biner juga, karena kalau tidak 1 ya 0, kalau bukan hitam ya putih.

Gambar grayscale adalah gambar yang selain hitam, ada juga hitam sedang, abu-abu tua, abu-abu muda, putih, tergantung pembagian kuantisasinya.

Gambar colour yah gambar yang warna-warni… tergantung juga mau pakai standar colour apa. Kalau pakai RGB, bisa dikuantisasi gradadsi warnanya dan kombinasi pencampuran warna-warna tersebut, bisa sampai didapat jutaan warna loh.

Nah… apa dunia ini tersusan dari hal-hal yang monokrom?? Menurutku gak … apa ada, orang yang benar-benar baik? Kalau tidak baik, ya pasti dia jahat…Apa seperti itu? Kalau tidak PUTIH, ya HITAM… like that? Bahkan seorang yang ‘putih’ pun kadang mendapati hatinya terpecik noda-noda ‘hitam’. Apa seorang yang sudah ‘hitam’ gak bisa lagi untuk menjadi putih? Hey, di dunia ini ada yang namanya BAYCLIN, kalau dia mau tinggal mencuci dan mencelupkan ke dalam bayclin biar jadi putih mengkilap lagi, bersih….

Dunia GAK hanya hitam-dan-putih. Yang hitam akan tetap hitam, yang putih akan tetap putih. Siapa yang bisa menjamin itu?? Dalam dunia GrayScale, ada saatnya seseorang pindah dari dunia hitam ke dunia putih melewati beberapa fase dan tahapan-tahapan. Jika seseorang menerima input yang positif, ia akan tersentuh hatinya. Derajat kehitaman pun berkurang menjadi abu-abu tua… lalu dia tetap berada dalam lingkungan yang baik itu. Maka ia terus bertahap ke kondisi abu-abu muda. Tapi, bukan tidak mungkin jika ia mendapat input negatif akan semakin pekat lagi, kembali ke derajat yang lebih hitam.

Dalam dunia GrayScale, ada pembagian kuantisasi tingkat peralihan keabuan tersebut. Masa peralihan kondisi hitam ke putih seseorang juga begitu, tergantung dia memakai kuantisasi berapa. Sebut aja 3 bit, maka akan ada 8 fasa keabuan. Hmm… kalau dipakai 8-bit, maka akan lama juga yah proses dari hitam ke putihnya. Itu tergantung dari kondisi seseorang dan lingkungannya juga.

colour n grayscale

Nah, mari beralih ke dunia COLOUR!! yeahh…. inilah yang bikin hidup lebih berwarna! Kalau ditanya, “Bila tidak hitam, kamu pilih apa?”. Biasanya orang akan menjawab, “Putih.”. But, hey.. can we see from the other side? There can be pink, blue, red, green or purple! Warna-warni toh.. Orang juga macam-macam, terlebih lagi dari satu orang pun ‘memancarkan’ warna yang berbeda-beda tergantung kondisisinya. Seperti prisma yang dilintasi cahaya, keluarnya bisa warna-warni spektrumnya.

Warna-warna ini bisa diterima dan dipersepsi oleh mata karena merupakan suatu fungsi panjang gelombang yang dipaparkan oleh fungsi kecerahan relatif. W, Subhanallah.. kemampuan mata untuk menangkap cahaya memiliki intensitas range sampai 10 pangkat 10, luas kan.. Bila persepsi orang tentang warna aja bisa berbeda-beda, ada yang bilanng tosca itu warna ijo, ada yang bilang itu termasuk biru..  Apalagi persepsi orang mengenai seseorang yang memiliki warna-warna tersendiri di dalamnya. Pasti bakal berbeda-beda.

———————————————————————————————————————-

Oia, masih berkaitan dengan representasi citra di atas… Jika seseorang sekarang merah, apa dia akan terus merah? Gak kan, bisa saja dia menjadi merah kekuningan (oranye) atau malah jadi biru. Bila sekarang pink, mungkin besok akan ungu? Iya kan.. Sebenarnya, kita GAK bisa menjudge orang hanya karena ‘warna’ yang terpancar dari dia sekarang. Bila sekarang dia hitam, mungkin kita akan berpikir ‘dia itu udah dicap buruk’ yah selamanya pasti akan beranggapan seperti itu. Kita gak tau kan, suatu saat seseorang itu akan bertransisi menjadi ‘putih’?? Wah, sayang sekali kalau kita sudah mencela-cela, menyumpahi, under-estimate seseorang yang ‘hitam’ tersebut, bila nantinya di kemudian hari malah justru akan lebih putih bersinar… hmm…

Warna seseorang juga akan ‘pudar’ bila dia di’nodai’ oleh pengaruh-pengaruh eksternal. Misalnya saja, karena gosip.. Mau gak mau, kebanyakan orang akan terpengaruh bahwa orang itu ”biru’ atau orang itu ‘hijau’, dst. Menurutku, kenapa gak di FILTER saja?? yupz.. filter omongan orang-orang tersebut sehingga yang akan tampil hanya warna-warna asli-nya. Setidaknya hal ini diperlukan pada pre-processing image yang akan kita lihat =P  . Setelah itu baru kita harus bisa membuat persepsi dari dalam diri kita, membedakan dan mengklasifikasikan warna.