1st Day Bulan Ramadhan

Assalamu’alaikum.Wr.Wb…

Hmmm… Alhamdulillah dipertemukan-Nya lagi dengan bulan suci Ramadhan tahun ini =)

Kita gak akan pernah tahu apa yang terjadi kemudian. Mungkin saudara-saudara kita yang di Sumatera gak menyangka bahwa hari pertama bulan Ramadhan ini mereka lalui dengan gEmPa. Di Bengkulu, di Padang, gempa masih berlangsung sampai tadi malam bahkan juga memakan korban jiwa. Ada beberapa yang mengalami berpuasa di tempat pengungsian karena rumahnya sudah tidak bisa ditempati lagi. Kemarin juga Jakarta kena imbas dari gempanya, tergoncang sedikit gitu. Bencana memang datang tak terduga, gak pilih waktu, gak pilih tempat. Pertanyaannya, apakah kita siap? =(

Oia, bulan Ramadhan… hmmm, yang paling berkesan menurutku itu saat masa-masa sekolah. Entah kenapa, saat zaman sekolah suasananya berbeda dengan pas kuliah ini. Rasanya bulan Ramadhan tuh terasa ‘beda’nya. Yang seru sih pas Ramadhan di sekolah ada kayak pesantren kilat. Wah, seru…! =) . Yang aku rindukan pas bareng-bareng teman-teman saat itu adalah sahur bareng, buka bareng, muhasabah bareng, outbond bareng, mengkaji agama bareng, dengerin ceramah bareng. Huhuhuhu…. sepertinya suasana itu sekarang sangat sulit didapatkan ='(

Kangen yah zaman-zaman itu saat se-saat kita lepas dari rutinitas, fokus ke memaknai bulan Ramadhan, dan kebersamaannya sangat erat. Semakin dewasa, semakin bertambah pula kesibukan kita, makanya mungkin beberapa bulan Ramadhan yang ku lalui akhir-akhir ini terasa kurang dimanfaatkan. Sebenarnya itu masalah kemauan sih, tekad kita dan semangat dalam menjalani bulan suci ini.

Tadi pagi, pukul 03.00…

Orang-orang yang jaga di kosan mulai ‘ronda’ dari lantai 1 sampai lantai 3, memberi rantangan sahur dan mengetok-ngetok satu per satu pintu kamar untuk membangunkan sahur. Haik… It’s Ramadhan! Dini hari itu jadi ramai, kayak siang ajah, hihi… Alhamdulillah, ini tahun ke-4 aku melewati bulan puasa di kosan ku ini!  =D

Kemarin juga dibicarakan mengenai TaRGet-an di bulan Ramadhan. Kenapa sih perlu target? Hehe, jujur saja aku juga baru menyadari pentingnya ini. Seperti apa ya target kita sekarang, apakah ingin bulan Ramadhan seperti tahun lalu, lebih baik atau malah lebih menurun? Seiring dengan berkurangnya umur kita, tentu kita menginginkan target-an yang bisa dicapai lebih meningkat sehingga bisa terus bertahan atau meningkat sampai akhirnya mendekati ajal kita.  Pengen kan? =(   . Apa tandanya target-an kita itu bisa tercapai? Dapat terlihat dalam 11 bulan ke depan. Jadikan di bulan Ramadhan ini proses kita menempa diri dan membiasakan diri.

Proses pembiasaan itu rata-rata sekitar 1 sampai 2 bulan, jika dilakukan secara konstan. Ada satu cerita tentang seorang ibu anggota DPR (kemarin baru dengar pas liqo). Ibu ini sudah berumur 50-an tahun lah, hafidzah, memiliki anak 12 (waks!) dan sibuk lah pokoknya. Kalian tahu gak beliau tidur per hari berapa jam? 2 jam!! Heuu… kok bisa yah? Saya sajah 8 jam =P . Malu ah…  Jadi katanya sih semenjak anaknya yang ke-7 lahir, tidurnya yang jadi 4 jam jadi 2 jam. Pada pagi hari mengantar anak-anak yang 12 orang itu ke sekolah (6 oleh ibunya, 6 oleh bapaknya.. aih, jujur nih gw kagak kebayang!!!), setelah selesai si ibu ini menjalankan amanatnya di DPR, di organisasi, juga di lembaga muslimah yang ia ketuai, dll. Pada malam hari, anak-anak yang dititipkan di rumah saudara dijemput dan dibawa pulang ke rumah. Ia baru tidur pukul 11 malam. Lalu bangun pukul 1 dini hari untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan ‘amanah’ yang ada, terus QiyamulLail, setelah itu mencuci pakaian, memasak, solat subuh dan menyiapkan untuk keperluan anak-anak yang ada 12 itu. Begitulah….

W, Subhanallah… kok bisa yah??? =((  Itu diperoleh juga bukan dengan instan tapi dengan proses.. Yah, proses pembiasaan itu yang dilakukan konstan selama 2 bulan. Setelah 2 bulan bisa dilalui dengan baik dan teratur, Insya Allah kesananya akan terbiasa. Satu lagi, soal kemauan dan menerobos kemampuan kita. Kita kan gak akan tahu seberapa mentoknya kemampuan kita jika tidak mencoba =)

Jadi tertohok…  hwuu… Kadang kita sering melihat ke atas dalam hal keduniawian, seperti soal harta, kecantikan, dan jabatan. Bisa membuat iri, benci dan panas. Padahal jika kita melihat ke bawah, banyak hal yang membuat kita seharusnya merasa bersyukur. Namun, kadang merasa biasa-biasa saja bila melihat orang yang giat dalam beribadah. Rasanya kurang termotivasi gitu.. hmmm… Sikapilah dengan tawazun.. semua harus dalam porsi nya yang proposional =)

” Dalam hal keduniaan lihatlah ke bawah… dalam soal keakhiratan lihatlah ke atas…”

Met puasa semuanya!

Semoga mendapat banyak hikmah di bulan Ramadhan ini, serta dilancarkan dan diridhoi 4WI ibadah2nya… amin…

Wass.Wr.Wb…