Sleep paralysis?? XD

Ass…

Udah lama banget gak nge-blog lagi… =D

Oia, kapan-kapan pengen nulis tentang antara The Secret , lalu Quantum Ikhlas dan buku Asma Nadia tentang DO’A yang bari saya baca.  Kalau 3 hal itu digabungin, wah… saya rekomendasiin baca yang Quantum Ikhlas deh! TOP…

Kabar Biomedic yang baru akhir-akhir ini yang membuat saya terkesan adalah : presentasi 2 mingguan kemarin… topiknya keren semua. Ada tentang alat mengaktifkan microcurrent untuk terapi dan penyembuhan luka. Hmm… kalau sudah ditemukan jenis sinyal listrik yang berbeda-beda untuk penyembuhan misal 100 penyakit yang berbeda dalam 1 alat itu, pasti akan SANGAT membantu!  Microcurrent adalah terapi dengan kekuatan arus yang dipakai dalam range arus listrik alami yang ada dalam tubuh, jadi bahaya-nya sangat kecil =D

Yang menarik lagi adalah tentang alat untuk mengoptimalkan tidur yang dipasang di telinga (dengan mempengaruhi saraf kranial). Jadi gimana sih bagi yang pengen tidurnya cepet (2 – 4 jam) tetapi manfaatnya bisa maksimal… hehe, kalo buat Nyo sih kayaknya agak gak cocok karena Nyo uda tidur 8jam sehari teratur =P   .

Nyo jadi dapat banyak pengetahuan tentang TIDUR  juga. Berhubung saya sering ketindihan (ereup-ereup kata orang Sunda mah), dan AKHIRNYA saya dapat jawaban mengapa itu terjadi……..hahahahahaha………    😄

Setelah sekian lama saya mencari-cari jawaban mengenai apa itu KETINDIHAN, at last!! Dulu saya mengira ketindihan itu –> ditindih makhluk halus… Karena saat ketindihan saya merasa, dalam mimpi saya harus bangun pokoknya. Tapi TIDAK bisa, sudah sadar, mata terbuka melihat kondisi sekitar… tapi gak berdaya, gak bisa ngapa-ngapain nih badan, dan terkadang ada rasa sakit seperti ngilu di pinggang (kukira ini si jin lagi maen ke daerah sini), lalu perlahan kehilangan daya untuk bernapas, sesak… arrrhhh…tidak!! ='(   . Saya berusaha untuk bangun, minimal dengan menggerakkan satu jari saja saya sudah bisa terlepas dari ketindihan itu dan ‘kembali’ ke alam sadar!! Biasanya dalam fasa ini, saya mencoba untuk terus berdzikir, apa lah surat yang inget walau kadang yang terlontar dalam hati dan pikiran malah kepanikan, hehehehe……

hii

Ada juga orang yang bercerita (papa ku pernah juga ngalamin), saat dia ketindihan dan tidak berusaha untuk ‘kembali’ ke alam sadar… dia diamkan… akhirnya, tubuhnya melayang dan terbang dalam kealpaan ruang dan waktu. Lalu, dia melihat dirinya sendiri sedang tidur.. Katanya sih kalau ketindihan dibiarkan, maka roh nya akan lepas lalu melayang dan akhirnya bisa ngeliat jasad fisiknya sendiri deh. Orang tersebut lalu cepat-cepat berusaha ‘masuk’ kembali ke jasadnya yang sedang tidur dengan sekuat tenaga. Seketika itu juga dia terbangun dan ‘kembali’ ke alam sadar.

Haha… gimana? SERU??!!  =P

Setelah saya tanya pada dokter yang akan melakukan penelitian tentang alat tidur optimal itu…. begini jawaban ilmiahnya :

Saat ketindihan itu, pada otak ada sambungan antar saraf tertentu (saya lupa apa, maklum bukan dokter, hehe) dengan saraf ganglia yang menjauh sehingga jadi tidak sinkron. Nah, kalau paralyse atau kelumpuhan sementara pada bagian tubuh yang terjadi pada ketindihan itu juga disebabkan karena saat itu masuk ke kondisi REM dimana bagian otak sadar tetapi bagian tubuh yang lain perlahan sifat motoris-nya sedang ‘diistirahatkan’. Contoh lain dari kasus ini adalah : mimpi jatuh! mungkin banyak teman-teman yang pernah merasa saat baru aja tidur tiba-tiba kayak merasa ‘jatuh’ dalam  mimpi sehingga KAGET lalu terbangun. Heuu… itu karena saat itu masuk ke kondisi motoris sedang mau di-non-aktifkan tetapi ada yang gk sinkron, jadinya kaget d.

Hal ini berkebalikan dengan kondisi non-REM dimana kondisi otak tidak sadar tetapi anggota tubuh motorisnya bisa aktif. Kelainan pada fasa ini misalnya : jalan sambil tidur. Kalau ketindihan dibiarkan, seseorang akan merasa dirinya melayang dan kehilangan sense ruang dan waktu. Itu juga karena pengaruh saraf otak tadi yang  menjauh dan bisa dikatakan membuat halusinasi.

Sekarang, gimana caranya mengatasi ketindihan?? Katanya sih, kembalikan jam tidur ada yang normal dan teratur dan sel-sel saraf yang menjauh tadi akan bisa memperbaiki dirinya sendiri dan kembali seperti sedia kala. Jadi, biasanya ketindihan terjadi kalo gak tenang dan tidur tuh lagi gak teratur (misalnya, siang-siang tidur, bangun… malemnya jam 1 tidur lagi.. terus pagi tidur lagi… bangun… besoknya jadwal tidurnya beda lagi, hufh..)

Waktu itu juga dibahas mengenai tidur dalam Al Qur’an yang ternyata dalam surat-surat itu memang disebutkan tidur dengan 3 kata dalam bahasa Arab yang berbeda. Ada tidur yang merupakan kondisi alpha, ada yang kondisi REM… saya lupa detailnya ada di surat apa dan ayat yang mana  aja (nanti mau ditanyain lagi deh, hehehe…). Selengkapnya, kalau sudah ktemu infonya, Insya Allah di up-date lagi =P

Terus saya juga bertanya sama dokter, “Dok, tapi kalo saya   sebelum tidur wudhu dulu, baca do’a dan nyetel murrotal saat tiur kok bisa GAK ketindihan??”. Soalnya saya masih bingung apa hubungannya… Kemudian diingatkan lagi tentang tafsir Qur’an yang menyebutkan bahwa ada hubungannya antara telinga dan tidur. Subhanallah…

Kemudian saya mikir.. Makanya ada CD Early Sleep yang membantu para insomnia agar bisa tidur. Semuanya yang di otak bisa di stel sih tergantung gelombang apa yang akan diberikan melalui pendengaran (telinga). Karena itu juga dibuat alat tidur optimal ini untuk dipasang di telinga… (penjelasan anatomi fisiologi-nya ada, tapi kalau dipaparkan panjang yah…hehe…). Karena itu juga…. ketika saya sebelum tidur mendengarkan murrotal, TIDAK ketindihan karena mungkin efek gelombang yang dipancarkannya itu bisa memperbaiki kinerja sel-sel saraf sehingga bisa sinkron dan tidak saling menjauh. Hmmm…. Now I c… =)

Wass..