Kidnapped…!!!

Aku baru aja selesai dari DOKTER pembimbing TA di Cicendo, tiba-tiba nerima beberapa SMS dari mama… ternyata mau ditelepon. Hoo… ada apa yah? -__-?

Langsung aja deh ditelepon dan mengalirlah cerita itu… begini nih ceritanya :

Pagi-pagi tadi jam6, mama lagi mau SMS aku tapi gak jadi kekirim karena tiba-tiba terdengar suara teriakan! Mbak ku yang memang sedang di luar rumah dan melihat hal itu langsung memberitahu mama… karena ternyata yang teriak-teriak itu dari tetangga seberang rumah, alias sepupu mama ku sendiri (tante-ku, red)!! Mama langsung bergegas keluar buru-buru dengan cemas dan melihat tanteku masih teriak-teriak, menangis sambil berlari-lari tak tentu.


Apa yang terjadi???

Tanteku kemudian menceritakan kronologisnya sambil tersedu – sedu. Jadi, pukul 6 pagi seperti biasa, ia mengantarkan kedua anaknya yang masih kecil-kecil (3 SD dan TK) ke sekolah. Karena memang tidak ada pembantu, jadi selain menyupir mobil pasti ia juga yang harus menutup kembali pagarnya. Saat tanteku selesai menutup pagar, ia kaget tak terkira. Mobilnya HILANG!!! Wuusszzzz…….!!! Yang membuat miris, bukan cuma mobil, tapi KEDUA ANAKNYA juga ikut terbawa dalam mobil itu!! Tanteku panik dan mencoba berlari-lari mengejar mobil itu tapi gak guna juga soalnya mobilnya udah hilang dari pandangan.

Lemas sudah… Maka ia teriak-teriak sekencang-kencangnya minta tolong dan melampiaskan emosi. Ya iya… Bagaimana coba, perasaan seorang ibu yang sedang bahagia-bahagianya mau mengantar berangkat sekolah tiba-tiba semua anaknya (cuma dua) RAIB!! Kehilangan mobil dan buah hati dalam waktu sesingkat itu…. T_______T . Panik.. pasti, sedih… iya… Mamaku langsung membantu tanteku ke rumahnya.

Suaminya seketika itu juga melapor ke POLISI dan mengabari ke mertuanya. Mereka datang dan menenangkan tanteku, “Sabar ya.. ikhlaskan aja, mungkin belum rejeki mobilnya..uda..”. Loh? Mamaku bingung, kok?? Terus mama memberi tahu, “Mm.. sebenernya bukan mobilnya aja yang dicuri, tapi anak-anak juga ada di dalam.”
JGER! Keduanya langsung kaget dan sedih…


Mama menenangkannya dan mencoba untuk kali pertama setelah membaca buku QUANTUM IKHLAS – menerapkannya. Mama mengimplementasikannya dengan membuat tanteku berada dalam zona alpha (zona ikhlas) dan tenang. Setelah itu, BERDOA dengan segenap keyakinan yang kuat dan positive feeling bahwa Allah akan membantu. Terus dipanjatkan doa dalam zona ikhlas, yang tentu saja harus mengikhlaskan semuanya pada Allah. Terus berbaik sangka…positive feeling…berdoa…menjaga zona alpha…keihklasan….

Tak lupa usaha: memberitahu ke media, ke radio elshinta, radio apa lah, stasiun TV, dsb., bahwa ada pencurian mobil+ANAK!! Polisi- polisi juga sudah banyak di gang rumah ku. Mamaku sampai gak masuk kuliah hari ini karena masih mengurus-ngurus (mahasiswa Al-Azhar bo’, sastra Arab, red.).

 

Beberapa jam kemudian..

Krinngg…. Kriiingg…. Kriiingg… telepon di rumah tanteku berdering, “Halo?”

Yang menjawab di seberang sana adalah suara laki-laki, “Ini dari supir taxi XXX…”


Jadi, ceritanya si supir taxi itu dicegat oleh ‘seseorang’ alias si perampok mobil tadi di daerah Bekasi (haaahh…?? jauh juga nurunin kedua ‘penumpang kecil’nya), “Pak, tolong antarkan anak-anak ini ke Tebet. Saya mau jemput bapaknya dulu,” si perampok bergaya sok jadi supir keluarga dan langsung melesat pergi lagi.

Supir taxi itu bingung dan bertanya pada kedua anak yang sedang menangis ketakutan, “De, alamatnya dimana ya?”. Mereka masih terdiam takut.

“De, ada nomor telepon rumah?”

Untung si sulung hafal dan memberikan nomor teleponnya, sehingga supir taxi itu bisa menghubungi tanteku. Ternyata si supir taxi tadi baik dan mau mengantarkan mereka kembali ke ibunya.

Subhanallah!!! Doa terjawab…. =)

Media-media, radio-radio sampai 3 stasiun TV mulai berdatangan ke rumah tanteku, rame deh. Mama ku juga diwawancarai, hosh… Saat itu anak-anak masih dalam perjalanan karena maklumlah Jakarta, macet.. Harap-harap cemas menunggu mereka sambil menghadapi serbuan media-media, “Iya.. mereka dikabarkan sedang dalam perjalanan menuju kesini.”

Alhamdulillah akhirnya kedua buah hatinya kembali.. =)


Buat para ibu, mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi yah. Kalau perlu, sebagai solusi, bila tidak ada pembantu, berbagi tugaslah dengan suami =D. Jika ibunya mengantar, hendaknya suami yang membuka dan mengunci pagar…


Yang ditekankan disini adalah cara mama mengimplementasikan QUANTUM IKHLAS… Bagaimana masuk ke zona alpha(ikhlas) dengan cepat dan berinteraksi dengan sepenuh hati, penuh keyakinan, berdoa dan terus positive feeling pada Allah… =)
Jadi ingat satu hadist, “Sesungguhnya Aku mengikuti prasangka hamba-Ku…”


Walau kadang lebih mudah dan logis bagi kita untuk selalu menyalahkan dan berburuk sangka saat ujian melanda. Tapi bila dipikir-pikir lagi saat kondisi hati sudah ‘tenang’, rugi tau, kayak gitu. Kalau dalam buku THE SECRET Law, dijelaskan dengan The Attractive Law (seseorang akan mendapatkan apa yang ia prasangka-kan). Hmm… mari terus belajar agar bisa masuk ke zona ikhlas… =)

Cek juga beritanya di :

time/105038/idnews/917656/idkanal/10

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/03/time/

104039/idnews/917648/idkanal/10