Road to Makkah

Rabu, 23 Juli 2008

Jam 11 kami sekeluarga sudah berkumpul di airport hotel Soekarno – Hatta karena menurut jadwal, pesawat akan take off menuju Jeddah pukul 13.20. Ternyata sampai jam 13.10 masih belum ada tanda – tanda pesawat bakal berangkat. Akhirnya ada pengumuman kalau ada delay sehingga take off jadi pukul 15.45. Hmm…jadi menunggu di lounge aja sambil baca – baca buku tentang Makkah, hehe, masih awam soalnya.

Sudah hampir jam 4 ternyata ada pengumuman lagi kalau pesawatnya ada masalah, lagi diperbaiki dan belum selesai, jadi harus menunggu lagi. Kabarnya bakal take off pukul 22.00. Sabar… =D . Baca buku lagi aja deh..

Akhirnya, jam 10 malam pesawat benar – benar take off! Alhamdulillah.. Perjalanan memakan waktu sekitar 8 jam – an, dan aku tidurrr.. =P . Miqot dilakukan di pesawat di atas Yalamlam karena nanti setelah ke Jeddah, langsung ke Makkah. Sampai di Jeddah jam setengah 4 subuh (perbedaan waktu 4 jam), cuacanya hangat, enak.. hohoho… Saat diperiksa imigrasi, ada petugas yang menyapa, “Haba Haba…”. Aku bingung, apa artinya Haba Haba ya?? Tapi papa ku jawab, “Baik..”. Hoo.. kata ade ku, maksudnya petugas itu nanya, ‘apa kabar’ gitu, tapi mungkin lain pronounciation-nya, ehehehe…

Kamis, 24 Juli 2008

Depan Grand Zam - Zam

Depan Grand Zam - Zam

Bersama rombongan setelah subuh kami menuju ke Makkah. Disana menginap di hotel Grand Zam – Zam, yang letaknya di depan pintu gerbang King Abdul Aziz Gate. Abis sarapan, kami semua melaksanakan umroh. Keluar pintu hotel langsung masuk ke gate Masjidil Haram, dan langsung terlihat Ka’bah di depan. Subhanallah.. that was my first time, actually… Merasakan Multazam, melihat Hajar Aswad, dan memandangi Ka’bah.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya pada setiap hari, Allah SWT menurunkan 120 rahmat di sekitar Baitullah ini. 60 untuk orang – orang yang bertawaf, 40 untuk orang – orang yang sholat dan 20 untuk orang – orang yang memandangi Baitullah.” (HR Ibnu Abbas)

Alhamdulillah… walaupun cuaca-nya panas, siang hari 43 derajat, tetapi angin-nya kencang euy jadi gak gerah dan tetap kering. Oia, lalu kami lunch and dinner juga di hotel itu yang makanan-nya… Masya Allah… fffhhh,,,, banyak buanget pilihannya, ampir sebagian besar aku kagak pernah tau itu makanan apa. Buah – buahannya juga melimpah.. Subhanallah, di kota Makkah yang ‘hanya’ gurun padang pasir gitu tapi menghasilkan buah – buahan yang bermacam – macam dan segar – segar!

Di depan Masjidil Haram saat subuh

Di depan Masjidil Haram saat subuh

Di masjidil Haram juga puas – puasin deh minum air zam – zam sebanyak – banyaknya. Hmm…suegerr.. Tersebar dimana – mana buat tempat ngambilnya. Coba deh pikir : sumur zam – zam yang muncul dari zaman Nabi Ibrahim as, saat tiba – tiba Nabi Ismail as kecil menghentak – hentakkan kakinya setelah Siti Hajar berlari – lari dari bukit Shafa – Marwah …sampai sekarang GAK habis – habis. Padahal di sekitar Makkah itu benar – benar kering, tandus, gurun doang dan gak ada mata air lain selain itu! Subhanallah… memang zam – zam salah satu bukti kekuasaan Allah.

Ada cerita menarik juga… tiap tahun kan pasti jama’ah haji banyak banget kan, jutaan orang tumplek blek di Makkah, mereka juga membawa pulang masing – masing setidaknya dapat 10 liter zam – zam. Belum ada tuh cerita yang menyebutkan ada jama’ah yang gak kebagian air zam – zam. Dan juga, dari segitu banyak air zam – zam yang keluar… saat para jama’ah haji pulang kembali ke tanah air masing – masing, belum ada juga tuh cerita kalau Makkah kebanjiran air zam – zam karena produksinya kelebihan. Jadi, kesimpulannya : sumur zam – zam menghasilkan air zam – zam yang banyaknya sesuai dengan banyaknya orang yang datang ke kota Haram. Subhanallah….


Jumat, 25 Juli 2008

Jadwal hari ini adalah ziarah ke tempat – tempat bersejarah di kota Makkah. Pertama ke Jabal Nur, dimana terdapat Gua Hira yang merupakan tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama yaitu QS. Al Alaq ayat 1-5. Tapi kami tidak naik ke atas, soalnya lumayan jauh bo’ nanjaknya.

Setelah itu mengunjungi lokasi Padang Arafah yang tiap tahun digunakan sebagai puncak dari haji, yaitu wukuf pada 9 Dzulhijah. Luas padang Arafah ini 3,5 km x 3,5 km. Wow, luas sekali ya dan tiap tahun selalu sangat crowded saat haji! Dari sana kita beranjak ke Jabal Rahmah, yang artinya ‘bukit kasih sayang’. Tempat itu konon merupakan tempat bertemunya Nabi Adam as dan Siti Hawa di dunia setelah ‘diusir’ dari surga dan berpisah selama 200 tahun. Heuu…. Konon, Nabi Adam as diturunkan di India sementara Siti Hawa di Iraq, keduanya saling mencari dan bertemu di Jabal Rahmah.

Lokasi Jabal Rahmah di luar tanah Haram…dan aku pribadi merasakan perbedaan yang jauh dengan saat di Makkah. Beda deh, suasana dan kondisi-nya itu jauh lebih enak di tanah Haram (ya iya lah..). Eh, terus disana aku mencoba naik UNTA alias Jamal loh!! =D . Aku milih unta yang hiasannya PINK. Pertama kali agak takut sih saat naik, tapi waahh…ternyata ASIK, tinggi pas unta-nya berdiri!

Nyo naik onta

Nyo naik onta

Perjalanan dilajutkan ke Muzdalifah lalu ke Mina, melihat tempat lempar jumroh. Wa, sekarang tempat tiang melepar jumroh-nya dibangun kayak gedung gitu berlantai tiga, tapi masih belum selesai. Semoga dengan ditambahnya tingkat, jadi mengurangi risiko berdesakan antar jama’ah. Lalu, kami ke Ji’ronah untuk miqot umroh lagi. Masjid disana lumayan nyaman, walaupun diluar terik tetapi dalamnya sejuk. Selesai ihrom, bus melaju ke Makkah untuk kembali umroh. Oia, karena hari Jumat, di masjidil Haram super ramai berhubung kalau di Arab ‘kan hari liburnya hari Jumat… Suhu siang hari mencapai 46 derajat celcius lho. Tapi Alhamdulillah kebagian umroh pas ashar, jadi adem…

Sabtu, 26 Juli 2008

Menikmati berada di kota Makkah.. – acara bebas  🙂