Day-2 in Istanbul, Turkiye

Rabu, 30 Juli 2008

Pagi yang cerah… Jadwal hari ini adalah Tour d’Bosphorus dengan kapal. Kami kebagian yang duduk didalam, jadinya gak masuk angin, hehe… Selat Bosphorus indah banget dengan air dan langit yang biru bersih, angin sepoi – sepoi. Kapal berlayar mengitari Bosphorus yang memisahkan antara Istanbul Eropa dan Istanbul Asia, selama 1 jam dan berhenti di 3 stasiun.

Foto dengan pemandangan Bosphorus dan jembatannya
Foto dengan pemandangan Bosphorus dan jembatannya

Dari kapal, kami melihat istana Dolmabahce di sisi laut yang terlihat sangat klasik! Wow… terus ada juga benteng peninggalan zaman dahulu dan masjid kecil di sisi laut. Lucu juga memandangi burung – burung yang terbang rendah di atas laut mencari – cari ikan dan mencaploknya. Oia, di atas selat Bosphorus ini juga ada jembatan cable-stay yang puanjang dan tinggi untuk menghubungkan antara kawasan Eropa dan Asia. Padahal kawasan Turkiye Eropa hanya 3%, sedangkan Asia 97%.

Pemandangan benteng di tepi Bosphorus
Pemandangan benteng di tepi Bosphorus

Dolmabahce Sarayi dilihat dari atas kapal di Bosphorus
Dolmabahce Sarayi dilihat dari atas kapal di Bosphorus

Di stasiun ke-2, di bagian Asia, kapal berhenti sebentar dan ada penjual – penjual Yogurt naik ke atas kapal. Yup, di daerah sini terkenal akan Yogurt-nya. Aku gak ketinggalan beli! Dan ternyata… memang enak banget Yogurt-nya, seger dan kualitasnya OK d =p . Tapi kurang manis sih, jadi ditambahin gula, hehe… Di stasiun ke – 3, kita turun dan dijemput sama si Captain.

Lunch kali ini makan BALIK!! Balik itu bahasa Turki dari ikan. Wah, my favourite food!! I love fish…! Ini makanan yang paling ‘normal’ selama disini. Restauran-nya enak banget, pemandangannya langsung ke Selat Bosphorus, jadi pengen dilama – lamain makannya =p

Makan ikan di tepi Bosphorus, yummy... (tapi foto ini pas lagi makan sup)

Makan ikan di tepi Bosphorus, yummy... (tapi foto ini pas lagi makan sup)

After lunch, ke… DOLMABAHCE PALACE!!! Waktu dari kapal tadi melihat Sarayi (Palace) itu jadi pengen kesana. Saat tiba disana, ternyata dijaga ketat oleh petugas, karena Dolmabahce Palace tidak seperti objek wisata lainnya. Jadi, palace ini berada di bawah departemen pemerintahannya Turki dan sebagian masih digunakan untuk urusan kenegaraan. Guide juga ada sendiri di dalam sana sehingga tour guide kami tidak masuk, hehe…

Di depan entrance Dolmabahce Palace

Di depan entrance Dolmabahce Palace

Di luar istana, bunga – bunga dan fountain di tamannya indah sekaliiii…. =D, eksteriornya juga sangat Eropa. Maklumlah, istana yang luasnya 15.000 m persegi (ke – 3 terbesar di Istanbul) ini dibangun pada masa Sultan Abdulmajid, tahun 1843 – 1856. Mulai agak kebarat – baratan lah, kombinasi elemen Baroque, Rococo dan Neo-Classic, nice.. Katanya sih di dalamnya ada 285 ruangan, 44 hall, 68 toilet dan 6 hamam (kamar mandi gitu). Waw… Jadi pengen liat! Sebelum masuk ke dalam Dolmabahce, semua harus memakai plastik pembungkus sepatu dulu. Mungkin biar gak kotor dan gak capek – capek bersihin lantai ya. Kami ikut ke rombongan English Tour, bagi turis non – Turki.

Di taman depan Dolmabahce Palace

Di taman depan Dolmabahce Palace

Oia, sayangnya gak boleh foto di dalam, hix.. Kalau mau foto bayarnya lumayan juga, hix.. Yasu d, yang penting bisa MERASAKAN – nya dan mendengar dengan seksama penjelasan demi penjelasan tentang ruangan – ruangan yang dilalui. Foto – foto interior disini diambil dari berbagai sumber, buat visualisasi aja, hehehe…

Tampak depan Dolmabahce Palace (jepretan sendiri loh ^^)

Tampak depan Dolmabahce Palace (jepretan sendiri loh ^^)

Saat masuk ke dalam hall pertama, entrance hall… Wow, neo – klasik sekali! Dalamnya sangat megah dengan furniture yang un-buy-able pastinya, dan langit – langit penuh lukisan + ukiran super indah! Masya Allah… ck ck ck… Terus ke valuable collections dari para sultan. Beuh.. dinner set, alat – alat makannya buanyak banget tuh dipajang! Ada dari porselen, kristal, perak bahkan emas. Mungkin 3x sehari harus beda – beda ya alat makannya, apalagi makanannya😄

Ada juga masjid dan tempat sultan istirahat sambil buat baca Al Qur’an. Luas dan rapi dengan lampu gantung yang unik. Setelah dari sana, kita naik melalui crystal staircases! Masya Allah… ni tangga desain-nya keren, dan heboh banget sepanjang pilar tangganya dari kristal dengan pegangannya dari ivory dan perak. Sultan kelebihan kristal kali yah… Saat melihat ke langit – langit, lagi – lagi dibuat berdecak. Ya Allah, dekorasinya benar – benar indaaahh nian seperti di istana! (loh? Emang istana kan?). Aku gak habis pikir dengan ukiran – ukiran di langit – langit dan sepanjang dekorasi interior istana. Yang buatnya pasti sabar banget yah..

Tangga kristal

Tangga kristal

Terus ke Ambassadors Hall untuk menerima tamu – tamu formal dan pertemuan – nya Sultan. Hyaa… ada juga piano di ujung sana! Tapi wow, piano sultan ini berbeda, sangat artistik penuh dengan hiasan ukir – ukiran dan nampaknya bukan dibuat dari kayu deh lapisannya, soalnya mengkilat – kilat gitu, mungkin marmer yah… =D

Lalu, Zulvecheyn Hall (the Privy Chamber) yang lebih indah dari hall sebelumnya. Masya Allah, dulu segini kaya-nya ya para pewaris Ottoman. Biasanya hall ini digunakan pada bulan Ramadhan untuk berbuka puasa dan sholat tarawih berjama’ah. Di sudut hall juga terdapat (lagi) piano putih berukiran emas, katanya namanya light green laquered Pleyel French piano. Nampaknya Sultan suka main piano yah (sama dong, hehe..), sepanjang berjalan di Dolmabahce aku udah ketemua 3 piano lho…

Nah, ternyata kami melewati juga satu ruangan yang sangat spesial! Yaitu, THE MUSIC ROOM…!! Waaah, aku melongok lumayan lama ke dalamnya, desain interiornya sangat klasik. Dalam ruangannya ada cello, violin dan violin mungil (buat anaknya kayaknya), dan piano (lagi). Katanya, biasanya mereka kalau latihan musik disana. Whaaa…. jadi Sultan suka musik klasik juga (sama dong!) =D

Library Sultan ada banyak buku, konon ada 10.000 buku dalam bahasa Prancis, Ottoman, Jerman dan Inggris. Wah, rajin yaa… Eh, masih kelihatan loh disana buku – bukunya ternyata masih dipajang dengan rapi =) . Dekat sana ada Study Room, ada 4 ruangan… Masing – masing buat Sultan belajar bahasa Arab, belajar bahasa Prancis, Latin dan belajar piano. Kata guide-nya, anaknya Sultan yang belajar piano di situ. Hoho…pada rajin semua yah…

Sultan's Hamam

Sultan's Hamam

Next, the Sultan’s Hamam alias kamar mandi-nya Sultan. Of course, pasti spesial lah, bukan kamar mandi biasa, luas..ada 3 bagian, cold room, warm room, dan hot room. Untuk interiornya, dilapisi dengan marmer alabaster Mesir dan marmer Marmara.

Di Memorial Hall, kami melihat banyak lukisan – lukisan pemberian dari negara sahabat mereka, ada dari Inggris, Jerman, Austria, dsb. Lalu, ke jalan menuju tempat HAREM. Yup.. jadi di istana – istana kesultana disini memang dipisah area harem atau area para wanita – nya. Yang boleh masuk kesini tentu hanya yang merasa perempuan dan Sultan.

Pink hall

Pink hall

Oia, terus melihat Maid’s Room, kamar tidur pelayan-nya Sultan yang ternyata WOW!! Mikir juga, kamar tidur pelayan – nya aja udah heboh dan mewah gini, apalagi yang jabatannya lebih tinggi dari itu =p . Dari sana melintas di PINK HALL!!! Waaah.. I was astonished for a moment! Cool.. semuanya berdekorasi khas hiasan ukiran istana all in Pink, my fave colour c ^^

Then, we arrived in the last hall before the entrance… the Muayede Hall (Grand Ceremonial Hall). Whoaa… I was stunned! Speechless.. Masya Allah… Actually, this hall is the most magnificent space in the entire palace! Luasnya kira – kira 2000 meter persegi. Langit – langitnya berkubah dan penuh dengan hiasan ornamen – ornamen ukiran megah dan lukisan bunga – bunga yang indah. Sangat detail semuanya! Bagus betul…dengan lampu kristal gede di tengahnya (konon beratnya 4,5 ton).

Great ceremonial (Muayede) hall

Great ceremonial (Muayede) hall

Biasanya hall ini dipakai buat acara upacara kenegaraan, terutama acara keagamaan seperti Idul Fitri atau Idul Adha gitu (bukan untuk Ball-room Eropa buat nari – nari pesta dansa gitu). Di balkonnya, untuk orkestra kerajaan dan para petinggi kerajaan.. wo… TOP deh hall ini!!! :-0

Dekorasi langit - langit di ceremonial hall

Dekorasi langit - langit di ceremonial hall

Ya Allah… dulu berjaya banget ya para Ottoman (kekhalifahan Utsmaniyah)! Keluar Dolmabahce dengan masih takjub, disambut dengan pemandangan indah dari pagar istana yang berbatasan langsung dengan laut selat Bosphorus. What a wonderful scene… =)

Me and Mom di gate belakang Dolmabahce yang berbatasan dengan Bosphorus

Me and Mom di gate belakang Dolmabahce yang berbatasan dengan Bosphorus

Bertolak dari Dolmabahce menuju Grand Bazaar… hayo, siapa yang mau belanja atau beli oleh – oleh?? Grand Bazaar ini sudah ada dari abad ke 15 lho..tua banget yah. Disana sholat di masjid yang ternyata, walaupun di ‘pasar’ tapi arsitektur – nya bagus banget, semuanya marmer dan khas masjid kuno – nya Istanbul deh yang berkubah tumpuk. Di Grand Bazaar akhirnya aku bertemu TURKISH DELIGHT!!! Senangnya…memang ini makanan yang aku cari – cari jauh – jauh ke Turki! Nyuummy… =D

Grand Bazaar

Grand Bazaar

Ini eyebead khas Turki, yang berhubungan sama Medusa

Ini eyebead khas Turki, yang berhubungan sama Medusa

Ada yang unik.. Aku penasaran aja, kenapa banyak hiasan yang dijual tuh selalu ada digantung ‘eye beads’ – lambang bulat biru seperti mata begitu? Apa itu khas Turki? Apa maknanya? Setelah dijelaskan oleh Hakkan, ternyata orang sana tuh masih percaya mitos kalau majang benda itu, yang bentuknya kayak bulat mata biru – bisa menjauhkan mereka dari serangan mata Medusa. Tahu kan Medusa? Katanya sih kalau dia memandang, maka orang tersebut jadi batu. Kenapa ya? Kok jadi nyambung ke Medusa? Emangnya dia pernah ke Turki dan nakut – nakutin mereka ya?? =\