Day 3 in Istanbul, Turkiye

Kamis, 31 Juli 2008

Baklava Pistachio, nyuummmy....!!
Baklava Pistachio, nyuummmy….!!

Karena masih penasaran pengen nyoba kue yang namanya BAKLAVA, akhirnya pagi abis breakfast coba nyari menelusuri jalan di sekitar hotel. Akhirnya ketemua juga toko pastry yang menjual Baklava!! Asik… Humm, tapi ada masalah dalam komunikasi, soalnya kebanyakan orang umum di Turkiye gak berbahasa Inggris. Hwah, tau sendiri lah bahasa Turkiye itu susah dimengerti dan ribet deh. Jadinya, pake bahasa Tarzan aja.. dapet juga tuh Baklava! Pas ku makan, waa, yummyy…. super yummy!! Kerasa banget pistachio – nya, kue – nya manis banget, so sweet…dan mereka pake susu kambing disini, kecium baunya. Enyak bangeeettt….!!! =D

Kami lalu check out dari hotel, hix, the last day in Istanbul.. Tapi hari ini akan ke tempat yang aku tunggu – tunggu, yaitu TOPKAPI SARAYI (PALACE)!!! Topkapi ini merupakan istana ke – 2 terbesar di Istanbul. Coba tebak berapa luasnya?? Hayoo… berapa?? Humm.. let me tell you, it’s 70 hectares!!! Whooppss… At first, I also didn’t believe that, but when I entered dan berjalan – jalan keliling situ, hwah…. guedhe pisan euy!

Topkapi Palace dulu jadi tempat tinggalnya sultan – sultan Ottoman dari tahun 1465 – 1853 (setelah itu mereka pindah ke Dolmabahce Palace). Istana ini diprakarsai oleh Sultan Mehmed II (yang menaklukan Konstantinopel = Istanbul itu). Sebelum masuk ke Imperial Gate, ada fountain yang dibuat Sultan Ahmed III di depannya. Bagus, banyak hiasan tulisan Arab – nya. Dulu itu, kata mamaku (yang di kuliahnya belajar Peradaban Islam) water fountain fungsinya untuk wudhu sebelum masuk. Pantesan di fountain banyak keran – kerannya gitu.

Di fountain depan Imperial Gate Topkapi
Di fountain depan Imperial Gate Topkapi

Masuk ke dalam Topkapi Palace melalui Imperial Gate. Gate ini ada hiasan kaligrafi khas Ottoman, dengan tulisan ayat – ayat Qur’an, dan tughras (kalau sekarang, itu istilahnya = tanda tangan – nya) Sultan. Jadi, kebanyakan disini itu bukan tulisan Arab ‘biasa’ tapi merupakan Arab kaligrafi khas Ottoman, kata mama itu bacanya lain lagi…beda.

Depan Imperial Gate
Depan Imperial Gate

Berjalan menuju First Courtyard, tamannya indah ya dengan bunga – bunga yang berwarna – warni. Tidak lupa foto =D . Yah, ternyata kebanyakan exhibition dalam ruangan di Topkapi Palace ini TIDAK BOLEH di FOTO!! Jadinya, sori kalau gak ada gambarnya, jadinya nyari aja di interenet deh. Lalu, memasuki Babus Salam, yaitu gate menuju ke Second Courtyard. Desainnya lucu, seperti kastil istana zaman dahulu.

BasbusSalam Gate menuju 2nd Courtyard
BasbusSalam Gate menuju 2nd Courtyard

Di Second Courtyard ini, banyak melihat barang – barang peninggalan Sultan. Pertama, kereta kuda kerajaan. Buatku yang unik, kereta kuda khusus buat Harem (perempuan) karena ukurannya mungil dan desainnya cewe’ banget. Kedua, melihat perkakas buat masak – memasak di dapur istana ini. Hwaaa…. Muacem – muacem, buat masak dessert aja banyak gentong guedheee…banget, sehinggi buat ngangkut satu gentong aja butuh sekitar 6 orang. Maklumlah, peralatan – peralatan yang macem – macem dan banyak itu ‘kan dibutuhkan untuk memasak + menghindangkan makanan 3x sehari buat 4.000 orang yang tinggal di istana Topkapi ini!

Subhanallah… Kalau dulu aku tinggal di wilayah Harem istana Topkapi ini gimana ya? Enak kali ya, makanan 3x sehari super enak, taman super indah, desain yang klasik, pelayan banyak, heuu… (ngayal aje, neng..).

Pintu Imperial Council..emas juga
Pintu Imperial Council..emas juga

Dinding dan pintu Imperial Council berukirkan hiasan emas. Wow…penuh dengan kaligrafi Arab Ottoman. Impercial Council, adalah tempat rapat sultan dan anggota parlemen, untuk mengurusi hal – hal administratif dan segala yang menyangkut negara. Dulu sultan ikut rapat di ruangan yang sama dengan anggota parlemen, tetapi lama – kelamaan Sultan hanya mengawasi di ruang atas dari balik jendela berjeruji emas. Ada juga satu ruangan khusus menerima tamu – tamu kenegaraan, yang hiasannya (juga) dari emas. Dari Imperial Council, kami melihat koleksi dari pasukan Ottoman. Banyak baju perang, senjata, dan pedang yang super gede.. bingung itu ngangkatnya gimana ya? Atau dulu orangnya emang gede – gede?

Dalam Imperial Council. Bagian ini untuk duduk bangsawan dan tamu luar kesultanan, dari emas semua loh
Dalam Imperial Council. Bagian ini untuk duduk bangsawan dan tamu luar kesultanan, dari emas semua loh

Sebelum masuk ke Third Courtyard, harus melewati Gate of Felicity dulu. Kita melihat ruangan sultan, buat siapa yang mau masuk menemuinya untuk memberi laporan atau hadiah. Waw… ruangannya, benar – benar bagus! Penuh ukiran – ukiran khas yang indah. Lalu, dari sana kita melihat koleksi baju sultan. Hmm… lucu – lucu ya desainnya. Mereka dulu pake baju model baloon gitu. Sayang gak boleh di foto euy…

Buat bayi - nya sultan, dari emas dan batu2an mulia lho
Buat bayi – nya sultan, dari emas dan batu2an mulia lho

Beranjak ke Imperial Treasury yang merupakan koleksi – koleksi perhiasan, benda – benda yang sangat valuable dan bersejarah dari dinasti Ottoman. Ada banyak ruangan dan masing – masing memajang benda – benda yang whuuuaaahh…………!!! Kami melihat, perhiasan – perhiasan yang heboh batu – batuannya. Masa, kotak pensil aja terbuat dari emas dihiasi (lebih tepatnya ditaburi, saking banyaknya) emerald (zamrud) hijau, gem, kristal, dan batu – batu mulia lainnya. Pin sultan, tempat baca Qur’an, sarung Al Qur’an, singgasana sultan, juga begitu… Singgasana – nya aja aja beberapa macem, dari emas itu paling kinclong!! Soalnya ditaburi lagi oleh batu – batuan dan kristal, yang buanyak. Masya Allah… itu tuh, minta 1 biji aja deh bisa buat beli mobil kalee. Ternyata buat tempat nimang – nimang bayi – nya juga sama dibuat dari emas bertabur kristal, emerald, gems dan batu – batu itu! Huaaa… baru juga ‘oe..oe…oee…’ lahir, langsung ditaroh di timangan emas bo’.

Topkapi Dagger
Topkapi Dagger

Di ruangan selanjutnya ada dua benda yang paling valueable, paling mahaaalll, paling terkenal dari semua barang koleksi sultan. Salah satunya, adalah Topkapi Dagger. Pisau ini, dibuat Sultan Mahmud I untuk diberikan ke Nadir Shah dari Persia, tapi karena si Nadir Shah udah keburu dibunuh jadinya masih tersimpan dalam Ottoman. Benda kedua, adalah Spoonmaker’s Diamond. Kristal ini terdiri dari 49 potongan – potongan kristal dan katanya 86 karat!! Subhanallah…. pas aku memandang, silau banget! Kilauannya itu lho… Waktu aku baca sejarahnya, katanya dulu kristal ini ditemukan di tong sampah soalnya dikiranya gak bernilai. Ha? Kalau dulu aku yang nemuin gimana ya? =P

Spoonmaker's Diamond
Spoonmaker’s Diamond

Next, yang aku tunggu – tunggu… THE HOLY RELICS! Masuk pintunya, ada video yang menayangkan sejarah dari Holy Relics ini. Jadi, benda – benda bersejarah Islami ini dibawa dari Egypt, saat penaklukan dinasti Abbasiyah oleh dinasti Ottoman (Utsmaniyah). Karena setelah Abbasiyah, memang Utsmaniyah yang menjadi pusat kekhalifahan Islam sebelum zaman modern. Saat berada dalam ruangan Holy Relics ini ayat – ayat Al Qur’an selalu bergema non-stop! Subhanallah… jadi merinding..

Pertama kami melihat kunci pintu Ka’bah yang pertama kali, kilang air emas dan penutup emas dari Hajar Aswad, yang tidak kami lihat di Museum Ka’bah sebelumnya. Lalu, ada turban Nabi Yusuf as, cooking pot dari Nabi Ibrahim as. Yang mencengangkan…. Pedang Nabi Daud as! Subhanallah…. Di situ dituliskan, dari sebelum masehi. Ya Allah…masih ada ini pedang! Di sebelahnya, pedang/tongkat kayu Nabi Musa as!! Subhanallah… disana ditulis bahwa itu yang digunakan Nabi Musa as sewaktu membelah Laut Merah. Ya Allah… inilah bukti kekuasaan – Mu, bukti riil dari kisah tersebut yang tertulis dalam Qur’an.

Di samping itu, juga dipajang pedang dari 4 khalifah! Wah, dari keempat pedang tersebut ternyata pedang Umar bin Khatab dan pedang Ali bin Abi Thalin itu yang paling besar… Juga ada pedang Hamzah, pedang Khalid bin Walid dan pedang para sahabat. Ada salah satu pedang yang sepanjang pisau pedangnya bertuliskan kaligrafi Arab, tapi sebagian sudah luntur..mungkin terhapuskan dari darah korban pedang itu yah =)

Nah, we arrived at the most precious things in the Holy Relics. Hmm… hatiku berdecak takjub melihatnya, dan kami hening memandangnya. Di bagian ini, terdapat jubah Rasulullah saw yang disimpan di dalam kotak emas, jadi tidak dipajang. Footprint dari Rasulullah saw juga ada, serta tanah Madinah yang telah ‘dilewati’ oleh Rasulullah saw.. Terus ada standard seal dari Rasulullah saw buat nge’cap’ surat penting. Saking kecilnya, tersedia kaca pembesar untuk melihat tulisannya. Dipajang dua pedang dan satu anak panah + busur panah Rasulullah saw, yang indah desainnya. Terdapat pula gigi Rasulullah saw yang tersimpan dalam kotak emas kecil… Subhanallah… Ada juga beberapa janggut Rasulullah saw yang disimpan dalam kaca kecil. Shalawat dan salam bagi Rasulullah saw….

Circumcision Room buat Sultan kalau lagi summer
Circumcision Room buat Sultan kalau lagi summer

Selesai dari Holy Relics, beralih ke Fourth Courtyard. Disini suasananya lebih private, karena biasanya disini Sultan berkumpul bersama keluarganya. Ada summer kiosk Sultan, atau disebut Circumcision Room katanya buat tempat istirahat saat musim panas. Tempat ini berdekorasi keramik biru dan sofa merah. Hmm… Ada juga Irak Kiosk dan Iran Kiosk yang dibuat atas kemenangan Sultan menaklukan kedua wilayah tersebut.

Pavilion disana indah banget, dengan kolam dan fountain khas kesultanan Ottoman. Berdiri di bower yang beratapkan golden horn, yang dari sana pemandangannya ke selat Bosphorus – nya Subhanallah… Biasanya dulu Sultan kalau buka puasa Ramadhan disini, sambil ngeliat langit =)

Keliling Topkapi bikin lapar juga, akhirnya kita makan di Restoran Topkapi dan sholat di Masjid peninggalan sultan disana, wow.. Menu lunch kali ini, seperti biasa soup as appetizer, lalu Doner (grilled beef) untuk main course – nya yang disertai salad tanpa dressing, dan dessert – nya seperti fla vanilla yang bertabur pistachio (gak kuat makannya, terlalu magtegh). The restaurant’s view was extraordinary... =D . So beautiful, jadi tambah nafsu makan… Setelah itu gak lupa foto – foto dengan latar belakang laut Bosphorus yang sangat cantik.

Abis makan, foto di Topkapi dengan latar belakang Bosphorus
Abis makan, foto di Topkapi dengan latar belakang Bosphorus

Tiba juga saatnya keluar dari Topkapi Palace, melewati garden dengan bunga – bunga yang indah. Tempat ini juga bisa disebut Fifth Courtyard… Hmmm….indahnya.. =)

Taman Topkapi dengan bunga - bunga indah
Taman Topkapi dengan bunga – bunga indah

From the Topkapi Palace, we headed to the Asia side of Istanbul. Katanya sih, disini bisa berleha – leha menikmati sore sambil minum teh apel atau teh khas Turki (ini kental banget, jadi pahit), bisa juga melihat pemandangan seluruh Istanbul dari puncaknya. Kita melalui jembatan cable stay untuk menyebrangi selat Bosphorus ke Asia side. Ternyata di bagian Asia ini, yang memakai jilbab jauh lebih banyak dibandingkan di Europe side. Hoo… gitu..

Dari sana, balik lagi ke Europe side untuk mengunjungi masjid Sulaemaniyah. Sayangnya, masjid besar ini sedang direnovasi untuk penyambutan Istanbul sebagai ibukotanya tahun 2010, jadinya sebagian besar ditutup, hix.. Hanya melihat sebagian kecil, tapi the architecture and the design sangatlah keren! Karena gak ada bagian lain yang bisa dilihat, ade ngajak untuk melihat the Sultan’s Tomb di samping masjid. Huhuh… it was a little bit scary, karena bentuk makam – makam disana berbeda, gede – gede.

Karena belum puas di masjid Sulaemaniyah, kita pergi lagi untuk mengamati masjid Rustam Pasha. Masjid ini letaknya agak terpencil dan jarang turis kesana. Tapi over-all desain dan dekorasi – nya hampir setipe dengan Blue Mosuqe =)

Bagian luar masjid RustamPasha
Bagian luar masjid RustamPasha

Kemana lagi kita? Yup, ternyata sekarang saatnya melihat pembuatan keramik! Amazing… dari segumpal tanah liat, dalam waktu beberapa menit saja sudah berbentuk pot yang cantik. Wow… di dalam tokonya, juga penuh keramik – keramik yang cantik – cantik sekali lukisannya. Tapi sayang, un-buy-able (mahal bo)… =P

Daripada bengong nungguin yang lain belanja dan nungguin trem lewat, akhirnya aku melihat tukang jualan Ice Cream yang aku mau… Ice Cream khas Turki, Ice Cream dari Kahramanmaras (Maras)! Cara penyajiannya lucu banget, jadi kita yang megang wafer gagang es krimnya dan tiap scoop dia kasih ke kita pake akrobat dulu, pake mukul – mukul lonceng yang digantung diatas segala. Terus ditarik ulur gitu…. hahaha…. saat dirasain, nyummmy……..!!! Enak banget!! Benar – benar beda dengan es krim lainnya! Ice cream ini rasanya gak terlalu manis, agak kayak Yogurt gitu, segar dan teksturnya padat serta bisa ditarik – tarik kayak marshmallow. Soo….yummy!! Gak rugi beli ini deh.. You won’t find it in another place.. =D

Ade, mama dan aku, makan ice cream sambil nunggu trem lewat, yummy...
Ade, mama dan aku, makan ice cream sambil nunggu trem lewat, yummy…

After dinner, ke airport deh untuk take – off. Humm… sebenarnya, ada masalah mengenai bagage. Masa kita kelebihan muatan bagasi sampai 70 kg (ada air zam – zam juga) dan saat semua bagasi sudah masuk baru dikasih tau kalau kelebihan 1 kg bayar 16 Euro!! What?! Ampir 20 juta?! Tapi Alhamdulillah…benar – benar dimudahkan, si Hakkan mencoba negosiasi dengan pihak penerbangannya dan ternyata bisa. Ffiiuuhh….lega.. Then, kita take – off from Istanbul, the timeless city to Singapore. Bubye Hakkan, a responsible guide and bubye Captain… =D