First day at NSN office (Finland trip – part 3)

25 November 2008

Hari pertama ke kantor NSN di Saterinporti, dijemput Keith jam 8.30 dengan mobil hybrid-nya (masih gelap loh, kayak jam setengah 6 kalau di Indonesia). Topik hari ini adalah tentang 3G Specification, WCDMA, HSPA, dan tentang bagaimana me-manage jalannya suatu sistem R’n D beserta teknik pengambilan keputusan engineer yang pasti juga terbatas oleh waktu dan budget. Technical skills VS managerial skills… Menyenangkan! Terutama sih yang paling aku suka tentang gimana cara membuat dan memicu R’nD yang bagus. Hwahwahwah… =)

Sepertinya dunia telekomunikasi juga mengasyikkan yah? (apa berminat pindah jalur nih? hehehe…). Ironisnya, menurut survey dari Depkominfo, pertumbuhan telekomunikasi di Indonesia itu dari tahun 2007 sampai sekarang sudah mencapai lebih dari 50%, sedangkan kita masih kekurangan sumber daya manusia di bidang itu! Apalagi untuk belajar networking yang memang butuh investasi yang sangat tidak sedikit. Also, do you know how many mobile-phone users in Indonesia? About 140 million!! Well, it’s roughly half of Indonesia population, right? Sasaran empuk banget gak sih buat perusahaan telecom kayak gitu?😦

Overall, today’s topic lebih mengarah ke hal manajemen R’nD, tidak terlalu teknis. Pulangnya jam 4 (udah gelap bo’, uda lewat magrib), kita dianter Mika, host kita untuk hari ini. Karena suasananya mendukung banget buat leyeh-leyeh, akhirnya kita tidur karena Keith bilang dia mau jemput kita jam 6.50 buat pergi dinner ke Fishmarket di Helsinki. So, bobo-lah kita dengan nyenyaknya…

With Mika, our host, sebelum pulang

With Mika, our host, sebelum pulang

Tiba-tiba ada ringtone HP ku berbunyi, dari Keith! Katanya si bos udah di lobby hotel nunggu kita. Ha? Bukannya tadi jemputnya masih jam 6.50 yah, sekarang kan baru jam 6.20. Gyaaahhh… aku langsung ganti baju, siap-siap dan buru-buru turun ke bawah. Ternyata aku salah denger tadi, kata Keith tuh bukan 50, tapi fifteen… huhuhu, lagi kumat budi-nya😦 . Keith nunggu dengan seorang wanita cina dan ternyata (lagi) itu adalah istrinya, wah.. masih muda yah, kayaknya umurnya gak beda jauh, mungkin 7 tahun-an lebih tua dari aku.

Lalu, kita melaju ke Helsinki. I saw lots of places, there… Parliament building, opera house, baltic sea (wah, I just realized that we were in the northen part of the world! Does anyone want to go cruising there in winter? Aku kagak mau dah, bisa masuk angin ntar), etc. Lumayan jauh, lalu kita sampai di Fishmarket dan pintunya lucu, di bawah jalan gitu =p . Pas keluar mobil, brrrrr… udara dinginnya serasa menusuk tulang! Pengen cepet-cepet masuk.

Di dalam restoran, cozy banget dengan dekorasi penuh kayu. Disana kita dikenalkan dengan satu tamu lagi yaitu sekretarisnya si bos, Raija. Udah agak tua sih, kira-kira hampir lima-puluh mungkin umurnya, orang Finnish asli (mereka menyebut diri mereka Samoi) tapi berwawasan internasional karena lama di Inggris dan Florida. Setelah ngobrol-ngobrol, ternyata Raija suka arts, music and dance! Wah, senangnya punya teman ngobrol se-jiwa. Katanya dia suka datang ke toko furniture Indonesia yang ada di Helsinki hanya untuk mendengarkan musiknya disana yang indah. Gyaaahh.. so pasti, musik Indonesia! Ku ‘cekokin’ aja dia dengan menjelaskan tentang macam-macam gamelan di Indonesia (Bali, Jawa, dsb) dan tentang perbedaan tangga nadanya, etc., terus tentang tarian-tariannya. Aku cinta Indonesia, terutama kebudayaan dan keseniannya (jiwa nasionalisnya kumat lagi).

Dinner with Raija, Keith and Sabrina

Dinner with Raija, Keith and Sabrina

Oia, untuk setiap presenter yang nge-bawain materi di program NSN ini, aku kasi mereka souvenir from Indonesia, seperti gantungan kunci bentuk wayang dari kayu, pensil yang atasnya ada kepala wayang, pembatas buku dari kain batik khas Indonesia atau yang dari kulit gambar wayang. Entah kenapa, aku tuh senang sekali kalau bisa mengenalkan budaya Indonesia ke masyarakat luar, apalagi bule-bule yang belum kenal Indonesia di negara nordic seperti ini. Bangga dunx, kesenian Indonesia itu super indah bagiku!! =D

Kalau liat harga makanan-makanannya di buku menu, jadi gak niat makan, di atas 30 eur sebagian besar. Maklumlah, Helsinki is one of the most expensive cities in the world (katanya, aku baca). Tapi mumpung dibayarin nih, pesen aja sesuka hati asal halal, hehe.. Pesanan pertama, Mushroom Soup! Waah, pasti enak.. aku udah ngebayangin kayak sup krim pake jamur panas-panas, yummy.. Eng-ing-eng, pas datang. ILFIL!! Piring gudhe, isinya cuma lebih kecil dari jempolku. Udah gitu gak jelas rupanya, benyek-benyek kayak bubur, warna abu-abu. Inikah jamur Finland? Haduh.. terus ada kuahnya, fiuh, untunglah. Kukira panas, ternyata biasa aja dan warnanya coklat item kayak teh. Aku tuang aja d ke piring ku…

Mari makan… Aku dan Bilkis pandang-pandangan, hhh, makan gk ya? Liatnya aja uda hilang nafsu makanku. Pas dirasa… -__- . Sama seperti bentuknya, gak keruan! Aku langsung minta roti aja, makan tahan nafas dan akhirnya abis! Fiuh.. lega. Bilkis udah gak sanggup ngabisin lagi, uda eneg. Hehehehe…. Terus ditawarin lagi. “mau nambah?” . Beuh..

Datang main course-nya.. aku pesan ikan salmon dengan jamur dan sayuran khas sana (apa namanya, lupa). Hmm.. ini baru yummy banget! Ikannya merah suegar dan gudhe bo’… tapi yang bikin ilfil lagi-lagi jamurnya, karena tebel agak kriuk dan kayak lobak/labu lah rasanya. Tapi ini sangat lebih mending daripada appetizer-nya.

White Church, symbol of Finland, country of St.Claus!

White Church, symbol of Finland, country of St.Claus!

Pulang-pulang udah jam setengah 11 malam, kita jalan tuh udah bergemelutuk giginya… sumpe dingin abis! Tapi kita jadi bisa liat-liat kota Helsinki (yang menurutku sih sangat biasa-biasa aja deh), dan memotret White Churh, yang jadi simbol negara ini. Parkiran mobil di bawah tanah, 20m di bawah tanah katanya dengan tembok-tembok yang dilapisi seperti batu-batu putih. Dulu, saat perang dunia ke dua banyak bom, sehingga ornag-orang pada berlindung di ruang bawah tanah seperti ini. Hooo… =)