Walking Tour Edinbra

19 Desember 2009

Hari ini aku kembali bergabung bersama 2 temans yang datang ke Edinbra. Mereka ingin ikut Free Walking Tour Edinbra. Menurut referensi dari hostel sih, walking tour ini itu tip-based, jadi terserah mau bayar berapa dan sudah diorganisir di beberapa kota, seperti Paris, London, Berlin, Praha, dsb. Target utama dari walking tour ini adalah anak – anak muda seperti backpackers dan hostel-ers, hoho.. tampaknya dua-duanya bukan tipeku deh, makanya baru kali ini ikut tour macam kayak gini  :p

Tur dimulai depan Starbucks dan berdurasi 3.5 jam (wah, belum-belum uda lemes aja ni kaki). Guide nya seperti yang sudah bisa ditebak, yup, cowo muda asli Scottish! Biar para pendengarnya mengerti, dia berbicara dengan tempo sedang (karena maklum lah, logat Scottish itu susah dicerna, kayak Hagrid nya Harry Potter, ampir gak kayak ngomong Inggris). Pertama, ke sebuah tugu di sisi Royal Mile. Ok, sejarahnya kenapa jalan ini dibilang Royal Mile?? Karena jaraknya 1 mil! Dan 1 mil itu menghubungkan antara Edinburgh Castle dan Holyrood Palace (tempat tinggal queen-nya) di ujung – ujungnya.

St.Giles

Tugu tersebut itu adalah tugu ‘penyiksaan’ saat zaman dahulu, diseberang gereja St.Giles. Jadi, jika ada orang yang ketahuan mencuri atau maling kecil-kecilan, dia akan dihukum disana. Bagaimana? Kedua telinga mereka akan dipaku ke tugu tersebut, lalu seluruh warga bebas untuk melemparinya dengan kotoran, sampah atau apa pun yang busuk – busuk (hoeks…hiii…) selama satu hari penuh. Bila si orang tersebut tidak tahan, ia bisa memilih untuk lari dengan risiko telinganya akan bleeding. Hii…. Seram.. Di tugu ini pula lah waktu itu rakyat Edinbra berpesta pora dengan ‘hujan’ Whisky buatan. Yep, memang, Scotland sangatlah freak dan addicted terhadap Whisky!!

Writer's museum

Lalu berjalan lagi ke Writer’s Museum. Scotland memang melahirkan banyak penulis, diantaranya JK Rowling, juga cerita mengenai Jackyl n Hyde, dsb. Disinilah ada kisah mengenai pengarang, poetry, juga pencipta lagu dari Scotland yang terkenal, yaitu Robert Burns. Pasti kalian tau kan lagu ‘Auld Lang Syne’? Yang sering terdengar dikala tahun baru, itu adalah buah karyanya. Hoo… Saking terkenalnya dan dicintainya ia oleh warga sini, setiap tanggal 25 Januari ada perayaan yang namanya Burns’ night. Di perayaan itu, dibawakan puisi-puisinya, lagu-lagunya dan juga disajikan makanan-makanan khas Scotland, seperti Haggis & Tatties, shortbread, fudge dan pastinya whisky.

dari atas Grass Market

Ada juga cerita mengenai yang seram – seram di Edinbra. Saat kita berjalan menyusuri gang dan menaiki tangga di atas Grass Market untuk melihat situasi terjadinya dulu. Yup, cerita mengenai pembunuhan di suatu penginapan oleh si pengelolanya. Ada yang bilang mereka itu sebenarnya berbuat ‘baik’ karena saat itu Universitas jurusan kedokteran sangat membutuhkan corpse untuk bahan praktikum. Mereka menjual korban – korban pembunuhannya ke universitas untuk mendapatkan duit. Dulu, orang yang ‘tidak dikenal’ (sebatang kara tidak punya keluarga) jika wafat maka corpse nya tidak ada yang menanggung.

Kita turun ke arah bawah castle Edinburgh.. ada cerita lagi disini, dulu katanya sih banyak juga perihal witchcraft and wizardy yang berkaitan dengan kastil ini. Jadi, siapa yang memiliki tanda – tanda sebagai penyihir akan dibakar di atas kastil tersebut, hii… nyeremin aja. Apa iya, tanda – tanda penyihir itu rambutnya selalu berantakan dan memiliki tanda lahir seperti petir di dahi?? Lho? Itu mah Harry Potter, whahahaha….

Cafe JK Rowling saat menulis HarPot

Ngomong – ngomong soal Harry Potter… Kita juga melewati café dimana pertama kali JK Rowling menulis kisah bestseller ini. Kala itu, JK Rowling sangat miskin sehingga harus menumpang di rumah kakaknya di Edinbra. Sayang, penghangatnya tidak terlalu bisa mengatasi hawa dingin winter Edinbra yang emang kadang suka kebangetan, hiks… So, ia menghabiskan hari-harinya di café tersebut sambil minum kopi, menulis dan sekalian tujuan utama: menghangatkan diri dengan heater yang bagus.

Selain itu, ternyata JK Rowling juga mengambil nama beberapa tokoh di buku Harry Potter dari Kirk Cemetry. Contohnya adalah si MacGonaggal di foto ini, hoo… Juga di samping cemetery itu ada Heriot School yang menginspirasi JK Rowling sebagai the real Hogwarts. Ini merupakan sekolah yang lumayan tua dan untuk orang – orang berduit, walaupun sekarang udah ada beasiswa nya bagi anak – anak orphan.

Makam McGonaggal

Kita beralih dari Harry Potter menuju ke sisi haunted dari Kirk Cemetery ini. Di atas kuburan yang licin (bersalju bo, bikin kepeleset berkali – kali), ternyata ada kisah seram yang sangat terkenal, tentang MacKenzie poltergeist. Di dalam black mausoleum (yang merupakan tomb-nya) disanalah katanya si hantu MacKenzie sering menyerang orang – orang secara fisik. Oleh karena itu setelah kejadian, ruang itu selalu dikunci rapat – rapat. Aku ngintip dari lubang kuncinya, gak ada apa – apa sih. Kenapa MacKenzie dijuluki Bloody Mackenzie? Saat kita berhenti di depan Covenanters Prison, diceritakanlah mengenai kekejaman dan kesadisan si Mackenzie terhadap prisoners di dalamnya.  Gak usah diceritain disini deh, serem…

Haunted black mausseleom

Di Kirk Cemetery juga ada kuburan John Gray. Ia ini adalah nightwatcher (maksudnya tukang ronda) di Edinburgh saat itu. Kok bisa terkenal? Humm… selama masa baktinya, ia mempunyai anjing yang sangat setia kemanapun ia pergi. Saat John Gray meninggal, si anjing merasa kehilangan sehingga saat orang – orang sudah pergi mengubur, ia tetap berada di atas makam tuan-nya. Hari demi hari pun berganti, tetapi si anjing, Bobby, tetap tidak bergeming menunggu di atas makam tuan-nya. Para warga bersimpati dan memberi makan Bobby tiap hari. Semenjak itu, si Bobby jadi anjing umum warga Edinburgh. Yang membuat takjub adalah kesetiaan Bobby yang terus berlanjut, selama 14 tahun, ia tetap tidak beranjak dari makam tuan-nya. Oleh gubenur, Greyfriar Bobby dianugerahi ‘kunci’ kota dan dibuatkan patungnya.

Greyfriar Bobby

Dari sana ke Grass Market alias Pasar Rumput yang letaknya di bawah Castle terrace. Sebelum melanjutkan walking tour, kami istirahat makan siang dulu. Aku dikasitau oleh guide-nya ada makanan enak di sana, namanya Mars Bars. Karena tentang cokelat, jadi penasaran euy… Pesanlah satu Mars Bars, dikirain apa… eh, ternyata itu adalah coklat batang MARS yang di deep-fried!! Waaaa… enak sekali!! Dari luar tampak seperti pisang goring, tapi ketika digigit… cokelat-nya lumeeerrr…. Juga terasa caramel coklatnya yang lengket – lengket tapi asoy.. :p . Wuenaaakk…….!!! Cukuplah mencakup kalori untuk seharian  ^^ . Dibalik kegemerlapan bar-bar Grass Market, usut punya usut, dulunya tempat ini adalah tempat ‘penggantungan’ penduduk yang bersalah. Heuu… seram, kayak maen hang-man aja.

Tempat terakhir adalah Princess Garden. Namun, saying saat berjalan kesana, tiba – tiba hujan deras, angin kencang dan.. inilah yang sangat paling mengganggu: BADAI SALJU!!! Hwaaaa……gile super nekat saat itu gak bawa payung, tapi walking tur tetap dilanjutkan! Bahkan untuk jalan pun susah!! Tapi the tour must go on, akhirnya kami semua berjalan dari arah Grass Market turun ke Princess garden, dengan susah payah, kepleset – kepeleset dan juga super dingin, serta suaaakiitt wajahnya (Cuma ini sisa yang gak bisa ditutup) terkena hempasan – hempasan badai salju. Ughh… tiba – tiba mulut jadi kaku dan susah bergerak!! Huhuhu…. Tapi akhirnya sampai juga di Princess Garden, mendengar bagian akhir tur dibawah kanopi sambil memandangi Edinburgh Castle diantara salju.

Snowy Edinburgh Castle

Ceritanya tentang batu bertahta Scotland yang dicuri dari museum Inggris ke Scotland. Panjang bener, walaupun ternyata esensi nya gak terlalu penting, ehehehe…. Dulu nya Princess Garden ini adalah danau, tapi kemudian ditutup karena baud dan jorok. Yup, zaman baheula, karena sanitasi dan tata kota Edinburgh ini jelek, jadinya kotoran warga kelas ‘atas’ turun ke danau itu. Huff… tapi akhirnya selesai juga jadi turis di Edinbra, keliling – keliling sambil dengar ceritanya.