Kombinasi Desain Bangunan2 di Seville

8 Februari 2010

Dari Madrid dengan kereta AVE (kayak TGV-nya Spanyol) menuju ke Sevilla, ibu kota Andalucia. Sampai di tujuan, langsung aja deh sore itu cabut ke Los Reales Alcazares. Hmmm… apakah itu? Alcazar itu adalah semacam istana, awalnya dibangun oleh raja Abdurrahman pada tahun 931. As we know, Andalusia dikuasai oleh Islam selama kurang lebih 800 tahun, semenjak tahun 700-an. Alcazar di Seville ini setelah ditaklukkan oleh Kristen, menjadi residensi resmi raja Spanyo. Juga, desain-nya sebagian jadi ada gabungan elemen Gothic, Renaissance dan Baroque. Katanya sih gabungan ini disebut tipe seni Mudejar.

Desain pintunya berhiaskan kaligrafi tulisan Arab dan saat masuk, terlebih – lebih semua dinding, pilar dan atapnya penuh dengan kaligrafi yang sebagian besar berlafazkan syahadat. Subhanallah… Bagian tengah istana juga bagus, dengan kolam tinggi di tengah taman-nya, dikelilingi dengan pilar – pilar Arabic berhiaskan kaligrafi, waaa…. serasa di zaman kerajaan Islam dulu! Di dalam ruangan sekitarnya, selain kaligrafi yang menghiasai dinding juga ada keramik – keramik beronamen-kan hiasan khas zaman Islam saat itu, cantik..

Salah satu ruangan di Alcazar

Salah satu ruangan-nya memliki kubah yang sangat indah, menyerupai langit bintang – bintang dengan stalagtit menggantung. Hooo… Yang aku suka di Alcazar ini, hiasan kaligrafi maupun ornamen Arabic-nya masih berwarna jadi terkesan megah. Bagian lainnya udah merupakan chapel lengkap dengan lukisan – lukisan maupun tapestry sejarah Spanyol yang bercampur dengan desain Gothic, heuu… Saat keluar ada bangunan khas Spanyol berwarna oranye lengkap dengan kebun jeruk. Dasar gak pernah liat pohon jeruk oranye, langsung aja foto – foto, ih lucunya ya..😀

Starry Ceiling

Dari sana berjalan ke garden-nya, langsung disambut kolam penuh bebek yang diatasnya ada semacam pancuran air terjun-nya. Waaa…….ini bagian yang paling aku suka! Adem banget rasannya, damai, hehe… apalagi ada lorong panjang lanjutan dari kolam yang berada di lantai atas tersebut. Wuiii……kereeenn zaman dulu udah ada kayak beginian! ^^

Kolam Alcazar

Menuruni ke kebun, kaget aku kok ujug – ujug ada banyak burung merak ya? Hahaha… kukira burung merak cuman ada di Indonesia aja. Di pojok tersembunyi, ada Arab bath yang bentuk-nya seperti kubah berlorong – lorong atap-nya. Kalo di foto keliatan kayak kaca ya permukaan-nya.. J . Di antara kebun jeruk + kurma dan maze, terdapat bangunan yang tadinya kupikir adalah surau, eh ternyata itu summer house-nya. Rasanya pengen metikkin jeruk atau ngambilin jeruk – jeruk berwarna oranye mateng yang pada jatoh di kebun deh! Waaahh… udah ngiler! Tapi ntar sama aja kayak maling lagi, haram, hiiii……. mending beli…

Pas beli eh ternyata jeruk oranye Mediterania itu ENAK banget, segeerrr…gede-gede, manis, dan tanpa biji!! Ihh….. sampe sekarang masih heran, dari kemarin sepanjang jalan kan banyak pohon jeruk dengan buah – buahnya pada jatoh begitu aja, kok gada yang ngambil-in (minimal pemerintah-nya). Wah, kalo di Indo mah udah laku dijual ato minimal dimakan sendiri. Heee… enaknyo.

Pohon Naranja (jeruk) Mediterranian

Selesai keliling Alcazar, ke La Giralda yang terletak masih di dalam kompleks dekat situ. La Giralda sebenarnya adalah bagian dari Katedral Sevilla yang dulunya didirikan diatas masjid. Tapi semuanya sudah hancur diubah jadi katedral, tinggal disisakan menara-nya yaitu La Giralda tersebut. Btw, soal katedral Sevilla-nya sendiri adalah GOTHIC temple TERBESAR di dunia!! Juga merupakan katedral terbesar nomor 3 di dunia, hwaah.. Pas liat depan-nya aja udah bergidik, serem boo, desain – desain ornamen Gothic-nya itu lho, serasa pas liat emang megah sih tapi heuu…kayak ada aura – aura gimanaa..gitu! Visigoth!!  >.<

Cathedral Sevilla

Mengenai La Giralda-nya sendiri, adalah menara masjid yang dibangun oleh Abu Yakub Yusuf, yaitu penguasa Morocco pada tahun 1184. Makanya itu, menara ini punya 2 kembaran-nya lagi di Morocco, hehe.. Fungsi-nya dulu adalah untuk mengumandangkan adzan. Uniknya lagi, karena tinggi-nya menara ini (97 m) tidak ada tangga buat ke atas. Lho? Yups, adanya tanjakkan ramp begitu.. jadinya si muadzin tiap waktu sholat bisa dengan cepat sampai ke puncak dengan..naik kuda!! Oohh..gitu tho. Di menara Giralda ini katanya sih dihiasi oleh kaligrafi 880 kalimat dari ayat – ayat Qur’an.

La Giralda

Namun, setelah ditaklukkan oleh Kristen, menara masjid ini diubah fungsinya… diberi lonceng – lonceng gereja tambahan serta di atasnya ada patung cewek Romawi sebagai simbol penaklukan dan untung penunjuk arah angin/cuaca (yang muter – muter itu lho).

Berhubung dahulu kala di Spanyol itu Muslim, Kristen dan Yahudi selalu hidup berdampingan secara damai, maka di satu area pasti ada peninggalan dari ketiga-nya. Di Seville juga, disebelah Alcazar dan Giralda terdapat old Jewish Square, namanya bario de Santa Cruz. Jadi, setelah Kristen berkuasa, kaum Yahudi harus dikumpulkan untuk tinggal dalam satu area. Ciri – ciri dari area Yahudi dulu adalah banyak labirin – labirin misterius, dempet – dempet dan juga pastinya Sinagog.

Keesokan harinya, sempat juga pergi ke Plasa de Espana yang merupakan eksposisi dari ke-58 provinsi di negara Spanyol. Aku suka tempat itu, berasa kayak lagi di Rusia aja desainnya dengan jembatan keramik dan ubin kotak – kotak, kereenn… ^^

Plasa de Espana

Di Sevilla ini penduduk-nya lebih ramah – ramah dibandingkan di Madrid, enak lha.. walaupun tetap aja ndak ada jilbaber, hehe… Mereka juga jarang yang bisa bahasa Inggris, haduh ampun dah, susyah mau ngapa-ngapain. Satu lagi, cari makanan di Spanyol susyaaahhh!! Soalnya ampir semua restaurant ada Cerveceria atau kedai bir dan Jamon (babi) itu kayak makanan pokok mereka! Hosh..hosh…