Mengunjungi ibu kota bani Umayyah di Cordoba

9 Februari 2010

Pagi ini ke Cordoba, naik kereta dari Sevilla cuman sekitar 45 menit (naik AVE/ALVIA) dan 1 jam 22 menit (Andalusia express alias KRL). Berhubung pilihan terakhir jauh lebih murah (9 EUR, pilihan lain 33 EUR) jadinya naik KRL dah, hahaha… Dari stasiun Cordoba naik taxi aja ke Mezquita de Cordoba, soalnya taxi di Spanyol lebih terjangkau dan tersedia banyak dimana – mana.

Tujuan kali ini adalah Masjid/Katedral Cordoba, yang merupakan masjid terbesar yang ada di dunia barat/Eropa (tapi kayaknya sama Istiqlal kalah deh). Masjid ini dibangun pada masa Abdurahman I tahun 784, pemerintah ke-khalifahan Umayyah di Cordoba (sebelumnya pemerintahan bani Umayyah di Damaskus – hayo, masih inget pelajaran SMP gak?).

Masjid Cordoba

Pembangunan masjid ini dari abad ke 8 sampai abad ke 10, hwah, kok lama banget yah? Hal ini disebabkan karena pada saat itu populasi kaum muslim disana terus bertambah, bahkan sampai 1 juta orang, jadi terus diperbesar. Masjid Cordoba yang besar itu juga gak sanggup menampung begitu banyak jamaah sehingga suatu saat khalifah memutuskan untuk membeli sebagian katedral di Cordoba untuk dijadikan masjid.

Ciri utama dari masjid Cordoba tentu saja pilar – pilar berbentuk kubah yang tampak tak habis – habisnya berlabirin. Subhanallah… bentuk ini mengingatkan dengan bentuk pilar di masjid Nabawi. Mungkin pada saat itu model khas untuk masjid kayak begitu ya, bagus…

Interior Mezquita Cordoba

Setelah penaklukan oleh Kristen tahun 1236, masjid diubah menjadi Katedral Cordoba interior-nya ditambah – tambahin dengan hiasan dan patung – patung serta altar untuk choir plus misa. Begitu deh, jadinya desain interior-nya lagi – lagi bercampur dengan motif Baroque dan Reinassance.

Yang indah adalah bagian deretan Mihrab-nya yang masih berhiaskan kaligrafi – kaligrafi dengan mozaic Byzantium. Most of them tentu saja lafaz syahadat J . Langit – langitnya juga dibuat tinggi dengan cupola dan kaligrafi indah. Dua ruangan yang mengapir mihrab adalah Baitul-Mal atau tempat untuk menyimpan zakat infaq, dsb. Waaa……

Mihrab

Di salah satu ruangan eksposisi terdapat juga potongan plakat dan beberapa tulisan Arabic di reruntuhan Medina Azzahra yang terselamatkan. Apa itu Medina Az-Zahra? Medina Az-Zahra adalah istana yang dibangun oleh khalifah Andalusia, Abdurrahman III tahun 940, didedikasikan untuk istri-nya, Az-Zahra. Tahun 1010, kemudian istana yang luasnya 100 hektar ini menjadi residensi untuk pemerintahan. Sayang, saat bani Umayyah ini hancur, pilar – pilar dan material Medina Az-Zahra ini di’colong’ dibawa untuk bahan buat gereja dan istana – istana Spanyol.

Untuk restorasi Medina Az-Zahra sendiri butuh 80 tahun semenjak ditemukan arkeolog tahun 1910. Hmm… lama banget! Tadinya mau kesana, cuman karena letaknya di luar Cordoba dan bus kesana adanya jam 10.30 aja (pas nyampe di Cordoba udah jam segitu), jadinya ndak jadi deh, lagipula agak males juga ngeliat reruntuhan doang, ehehe…

Madina Azahara??

Intinya sih, terkesan sekali dengan masjid Cordoba. Di Spanyol nampaknya gak disisa-in masjid satu pun! Semuanya udah diubah jadi gereja atau katedral, walaupun jelas – jelas didalamnya terdapat kalimat syahadat yang sampai kapan pun gak bisa terhapus di interior-nya. Jika, saat di Turki melihat gereja jadi masjid, sekarang kebalikan-nya… T__T

Puerta de Mezquita Cordoba

Oia, keluar dari sana ternyata ada jembatan lucu khas Roma yang dibangun oleh raja Agustus saat zaman Romawi dulu. Tapi lagi direstorasi sih berhubung Cordoba akan jadi kota budaya Eropa pada tahun 2016. Waw… J . Sekian dari Cordoba, ibu kota Andalusia plus ibu kota ke-khalifahan bani Umayyah dahulu…