Menikmati Keindahan Alhambra :)

10 FEB 2010

Trip hari ini menuju ke Granada, untuk mengunjungi Alhambra.. Hmmm, emang dari dulu sih pengen banget kesana, gara – gara liat gambar ‘rekaan’-nya di buku ensiklopedia Islam, betapa indahnya dan sejuknya Alhambra sebagai tempat tinggal muslim saat itu. Berhubung dari Seville lumayan ngabisin waktu di perjalanan ke Alhambra-nya, sekitar lebih dari 3 jam, jadinya ikut tur aja deh biar gak usah antri – antri tiket.

Sampai di Alhambra, disambut dengan hamparan pegunungan Sierra Nevada yang tertutup es dan udara yang dingiiiinn…….. haaa.. gak nyangka! Kukira bakal gak sedingin itu di Granada pas winter gini, eh ternyata kok salah duga. Brrr….mana pake baju-nya kurang proper pula. Hiks… Aneh deh di Alhambra itu walaupun winter, hari kerja, teteup aja yah yang namanya turis tuh ruameee bangettt!!! Gimana pas summer yah? Katanya kalo peak season gitu harus 3 bulan sebelumnya pesan tiket. No wonder sih.. soalnya untuk masuk ke Nasrid Palace-nya emang dibatesin waktu-nya per setengah jam per batch turis.

Untung guide-nya bahasa Inggris, hehe… Kenapa namanya Alhambra? Dalam bahasa Arab, diambil dari ‘hamro’ yang berarti warna merah. Dijuluki ini karena seluruh bangunan-nya itu dari bata merah, jadinya terlihat kemerahan dari jauh. Bagaimana sejarahnya Alhambra? Alhambra dibangun pada akhir masa kekhalifahan Umayyah, yaitu pada sekitar abad 13-14. Selama sekitar 800 tahun bani ini berkuasa di Spanyol, di akhir kekuasaan-nya kaum muslim semakin terdesak setelah Sevilla dan Cordoba ditaklukan oleh Kristen.

Alhambra

Maka, di Granada dibuatlah Alhambra sebagai kota di dalam kota yang dikelilingi  oleh tembok pembatas. Disana terdapat istana, tempat berkumpul para sultan (ada 21 sultan pada masa itu, semua terdesak untuk ngariung disana), lalu tempat para warga muslim, ada juga masjid, madrasah (tempat belajar dan mengaji Qur’an), dan juga mereka punya home-industry sendiri.

Memasuki Nasrid Palace, disana terdapat ruang penyambutan sultan yang berukirkan penuh kaligrafi (sayang warnanya uda pudar semua) dan juga ruang ‘kerja’ sultan. Waaa…. baguus, apalagi kalau dibayangin dulu katanya tembok yang berukirkan kaligrafi itu berwarna – warni dan ada emas-nya, juga berlapiskan karpet tebal empuk dan bantal – bantal yang banyak. Bahkan, konon katanya angsa hidup-nya juga berlapis emas, hahah, ada-ada aja… lebay deh..

Salah satu ruangan penuh kaligrafi

Lalu berjalan lagi ke ruangan utama-nya, dimana laki – laki yang boleh masuk hanya sultan, selain itu tentu saja yang tinggal disana adalah para istri, hwaaahh…. Ini adalah bagian yang paling WAH dengan di tengahnya fountain yang ditopang oleh patung 12 singa sebagai ciri khas Alhambra (sayang pas itu winter lagi di renovasi, hiks……). Yang lebih mencengangkan lagi, ada 4 ruangan di sana yang mengelilingi taman ber-air mancur-siga tersebut. Ke-empat ruangan-nya masing – masing memiliki air mancur juga yang air – nya turun dengan tangga – tangga marmer, menuju ke pusat, yaitu air mancur-singa itu!! Hwaaahhhhh…… sayang sekarang dimatiin sih aliran air-nya. Gak kebayang Nyo dulu, betapa indahnya ya..

Nasrid Palace

Benar – benar deh, Alhambra itu seperti karya manusia yang terinspirasi oleh ayat Qur’an tentang surga dimana “…jannatin tajri min tahtihal anhar”, surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Maka, jadi  banyak sekali aliran – aliran air di dalam istana Alhambra dan juga kolam. Indah… J . Oia, air – nya ini dulu langsung dialiri dari air gunung Sierra Nevada lho, jadi kebayang lha dingin dan sejuk-nya kayak apa..hehehe… Kagum deh sama sistem pengairan-nya, karena di luar istana ternyata kota Alhambra-nya itu pun terdapat saluran air yang sangat baik, seperti air buat di masjid, Arab bath/hamam/sauna-nya.. Cerdas-nya para ilmuwan Islam kala itu..

Kami beralih keluar dari istana Alhambra menuju ke pemukiman warga biasa-nya (yang udah hancur semua ternyata) dan taman Generalife. Jika istana-nya itu luasnya 100.000 m2, Generalife sendiri yang berada diluar pagar Alhambra luasnya 300.000 m2. Generalife itu kira – kira artinya ‘taman surgawi’ dan benar – benar mereka buat seperti itu, terdapat 3 tingkat taman-nya. Tingkat yang bawah adalah taman untuk sayur – sayur dan buah – buahan, hasil kebun gitu lah, kan mandiri..😀 . Tingkat atasnya adalah taman utama, yaitu taman dengan istana musim panas, taman indah ber-air mancur (heheh..), dan juga tempat pergelaran Int’l Dance Festival (ini bangunan yang ditambah baru – baru ini, jadi modern, hiks..). Tingkat paling atas adalah taman untuk berburu… waahh..lengkap!

Summer Palace - Generalife

Setelah berkeliling – keliling Alhambra yang legendaris itu (ampe ada lagu-nya), jadi merenung kondisi kekhalifahan Islam Umayyah saat itu. Aku juga mikir deh, kok gak kayak di Turki yang ada ruangan ekshibisi untuk ‘memajang’ harta karun kerajaan ya? Apa gak ada atau dijarah? Humm… setelah mengunjungi peninggalan khalifah Usmaniyah di Turki tahun 2008, lalu khalifah Umayyah di Spanyol tahun 2010, tahun 2012 kemana yah? Jadi pengen liat peninggalan khalifah Abbassiyah.. tapi di Irak adanya…huhu, gimana dunx… >,<

Taman Generalife - Alhambra

Kangen.. kangen pada masa saat zaman Rasulullah SAW.. lalu juga pada saat masa ke-khalifahan Islam berjaya… L . Kayaknya kalo liat dibandingan sama zaman sekarang, kayak ‘burem’ banget yah.. T__T