Tur di Kota Tua Girona

Pagi ini, bersama teman – teman sekelas ada Cultural Trip dengan guided tour ke kota tua Girona. Lucunya, kita semua salah kostum, yaitu pada GAK siap pake baju winter malah pake baju biasa karena dari kemarin kalo ke kampus jalan udah gak begitu dingin. Malah ada temenku cuma pake kaos pendek dan sendal kebuka, gyaahh… kompakan lha pada kedinginan, karena tiba-tiba pagi itu sangat dingin kyk winter beneran dan hujan!! Arrghh… >_<

Melewati daerah perumahan kompleks baru dan menyebrangi jembatan. Kenapa rumah – rumah di kota tua Girona warna – warni selang – seling, antara merah-krem-oranye- putih/gading?? Yep, terjawab sudah.. ternyata zaman tikiplik belum ada sistem penomoran rumah (setelah zaman Bonaparte barulah ada), hanya nama jalan. So, untuk membedakan dan memudahkan kurir, maka dibuatlah rumah yang berwarna-warni (tapi saat itu yg berlaku cuma 4 warna tersebut). Jadi, kalo dulu ditanya, “Rumah mu yg mana?” . Jawab, “Yang di jalan ini. warna bla-bla-bla..”  ^^

tibalah di katedral besar Girona. Katanya, zaman dahulu kala, kota ini dibangun di pinggir sungai agar lebih mudah transportasi dan pertahanan-nya. Dulu, Girona ini dikelilingi oleh tembok kokoh untuk menghindari perlawanan musuh. Gereja ini dibangun selama 4 abad, awalnya merupakan bangunan Roma, lalu ganti jadi Gothic karena udah berubah masa. Gereja ini memiliki 90 anak tangga dan widest Gothic nave in the world (kedua setelah St.Peter Basilica – Rome).

Girona's Cathedral

Saat setengah dibangun, mereka baru nyadar kalo sebagian bangunan gereja itu diluar batas tembok pembatas kota, jadinya merupakan sasaran empuk penyerangan. So, sebagian bangunan dijadikan kastil, sebagian lagi benar berfungsi sebagai gereja. Tapestry didalamnya katanya megah dan besar, tapi saya mah ndak ke dalam. Gereja ini juga memiliki kisah tentang St. Narcis (bahkan di Girona ada festival St.Narcis – bukan festival lomba narsis2an yah!  xD) yang dianggap berjasa karena berhasil ‘mendatangkan’ lalat2 (atau binatang terbang) saat perang sehingga memukul balik musuh.

Lonceng gereja tersebut berbunyi tiap 15 menit menuju jam ‘o-clock’ (sama kayak gereja di seberang flat-ku). Itu karena saat masa Gothic, orang – orang belum punya jam tangan (ya iyaalha..). So, biasanya suka terjadi persetujuan kotrak pembelian/penjualan pada jam ‘o-clock’. Dengan adanya peringatan 15 menit sebelumnya, akan memudahkan mereka untuk estimasi waktu dan bersiap2.

Tembok yang mengelilingi kota Girona

Ada yang unik juga di ‘pintu masuk’ kota tua Girona, ada tiang dengan patung singa (padahal lebih mirip kayak monyet, haha..) manjat. Nah, dulu katanya kalo tembok pembatas kota udah ditutup sedangkan ada warga yang ketinggalan di luar, mereka biasanya mencium pantat patung singa tersebut, setelah itu barulah bisa diketahui bahwa ia merupakan penduduk kota tsb dan pintu terbuka. Orang – orang pun mulai melakukan prosesi itu kalo melewati tiang itu, yaitu naik tangga dan nyium pantat si singa, biar dapet luck. Haha… bule – bule suka mitos takhayul juga. Namun, semenjak musim swine flu, hal itu dilarang dan tangga-nya udah di-remove.

Lalu, bertolak ke Arab Bath.. Yup, sebenarnya zaman dulu lebih difungsikan sebagai kamar mandi umum, bukan hamam Arab. Itu karena kekuasaan raja Prancis yang kuat di Catalunya, tidak bisa membuat kekhalifahan Umayyah di Cordoba untuk menaklukan daerah ini! Jadi, di Catalunya tidak ada peninggalan khalifah spt di Andalucia, hiks..😦. Desain-nya unik, mirip seperti Roman Bath. Tapi, menurutku bagusan Arab Baths yang ada di Alcazar Sevilla sih, lebih adem aja kesannya. Zaman baheula, ceunah  orang – orang disana pada gak punya kamar mandi sendiri di rumahnya, jadi mereka kesini deh. Ada ruangan panas, dingin, benamkan kaki dan untuk mengeringkan badan.

Arab Bath

Dari sana, melintasi tembok pengeliling kota dan terus menanjak sampai ke puncak-nya untuk melihat view kota dari paling atas. Wew… kelihatan juga menara gereja-nya dengan lambang seorang lady Romawi yang juga berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin. Hmm… lambang itu sama seperti yang aku liat di puncak menara La Giralda di Sevilla. Siapakah dia??

Jalan – jalan di kota tua Girona mengingatkanku dengan jalan sepanjang Royal Mile, yang berbatu – batu, bangunan bata tak teratur, dan gang-gang dengan undak – undak batu yang sangat sempit. Jalanan ini membawa ke arah Jewish Quarter di Girona. Tipikal Jewish Quarter di Spanyol tuh selalu rapat-rapat sekali jarak antar rumah penduduk dan gang yang juga cuma muat 2 atau 2.5 orang lewat. Kukira itu udah cukup sempit alley-nya, ternyata kata guide nya ada lagi yang paling sempit! Mau tau dimana? Di dalam rumah!! Waw… ternyata rumah-rumah para Jews itu di dalamnya ada sekitar 4 rumah dan antar rumah itu ada gang yang suangaaatt…sempit, untuk memisahkan. Heee?? Kenapa sih suka yg sempit2??  xD

Di kota Girona ini dulu kaum Yahudi sangat berkuasa, bahkan seperti Israel-nya sekarang deh..😦 . Bahkan, sekolah Kabbalah (ilmu ttg mistis Yahudi) yang pertama didirikan besar ya di Girona ini. Oh no..!! >__<. Pantesan dari tadi liat lilin – lilin bentuk 6 cabang yang buat mereka ibadah. Namun, semenjak raja Spanyol berkuasa dan hendak menjadikan Eropa negara Kristiani, Yahui mulai diusir dari Spanyol. Mereka bukan anti-semit, tapi anti-Yahudi. Beberapa alasan mengusir Yahudi karena lain agama dan membunuh Jesus (katanya si guide), juga mereka ini rentenir. Tapi beberapa pertimbangan lain, para Yahudi itu sangat ahli dalam berbagai hal, cerdas, pintar dan salah satunya bisa menerjemahkan mengaplikasikan kitab kedokteran Arab termahsyur kala itu (let me guess, pasti yang disusun oleh Avicenna, hehe…).

Jewish Getho

Jadi, mereka disuruh membayar pajak lebih tinggi… walau akhir-akhirnya diusir besar-besaran juga. Sayangnya gak ada peninggalan dari mereka, karena semua barang-barang dan hartanya ikut dibawa pergi, bahkan ampe marmer2 n bahan bangunan di rumahnya dicopotin!! Oh no.. Tapi ada 1 peninggalan, di dinding rumah, sebelum pintu masuk, ada seperti lubang kecil. Nah, itu untuk mereka memasukkan kayak ‘doa’ keselamatan sebelum masuk rumah, lalu ditempelkan ke dahi. Heuu… naon dah, nteu ngartos.. Di Jewish Quarter ini juga ada Jewish Museum mengenai sejarah umat Yahudi di kota Girona ini.

Girona from the top

Liat juga kampus tua Universitat de Girona yang benar-benar dibangun dari tahun 1400 – 1600 an tapi masih dipake ampe sekarang. Wow, zaman dahulu kala udah ada kampus gitu? Apa aku salah denger? Tapi kalo dari bangunan-nya sih bener tua, hooho… Yep, inilah akhir dari guided tur di kota tua..😀