Barcelona Once More

15 June  2010

Hari ini rencana ke Barcelona lagi sebelum pulang kampung semester ini. Agak deg-deg-an juga karena Barcelona terkenal dengan kota pick-pocket, dsb, dan banyak teman mengalami sendiri, huhuhu…. Tapi antisipasi jangan membawa paspor dan kartu2 berharga.. bawa fotocopy kartu residens dan uang secukupnya saja. Tapi pasrah lah..

Dari Girona ke Barcelona seperti biasa dengan kereta sekitar 1 jam-an. Aku berhenti di stasiun Passeig de Garcia dekat Placa Catalunya karena MISSION hari ini adalah mengikuti tur di PALAU de MUSICA!!! Kyaa…kyaaa…. World Heritage Site Concert Hall!!😀 . Ternyata untuk mencapainya perlu perjuangan!! haaahh… mulai dari salah arah (maklum, ke Barcelona kali ini nekat tanpa peta apa pun dan mengandalkan ingatan saja) saat keluar stasiun metro Passeig de Gracia, malah menuju arah yang menjauhi. Baru sadar saat melewati Casa Batillo, one of the Gaudi’s work in Modernisme Route. Lalu udah gitu kedernya masih keterusan, tetap jalan lurus sampai ketemu lagi Casa Milla (La Pedrera), another Gaudi’s masterpiece. Sampai situ baru ngeh, I should go the other way!! mana ujan.. becek…mendung.. :p

Hosh..hosh.. tiba juga di Placa Catalunya, tempat ideal untuk bertemu di Barcelona. Dari sana saya harus belok kiri seingat saya menuju metro Urquinaona. Belok kiri dah.. Berjalan terus bertemu Urquinaona, tapi kok gak ada tanda – tanda Palau de Musica?? Oh no.. kemana ini? Aku jalan lagi belok – belok seenak hati, soalnya benar-benar gak tau arah. Sampai capek akhirnya nanya ke warung sambil beli permen. Untung yang jaga baik dikasitau… Aku ikutin petunjuknya, lurus dan belok kanan. Tapi, kok gak ketemu-ketemu?? Hwaaa……. udah berapa jam ini jalan??😦 . Aku terus jalan tanpa arah, tiba-tiba liat ke kanan ada gang super kecil dan… “Carrer Palau de Musica” labelnya. Haahh?? What?? Ini mah lebih sempit dari gang di Tebet! Pantesan aja GAK keliatan!! OMG!

Balkon Palau de Musica

Sampai disana langsung beli tiket untuk Guided Tour yang jam 11 (saat itu jam menunjukkan pukul 10.30).

“Mba, beli tiket yang Guided Tour yang English ya jam 11..”

“Oh.. maaf.. I’ve just sold the last 2 tickets.”

..Zzzznngg… lemas..  T__T . Tapi dia menawarkan lagi pilihan, “Ada yang jam 12, is it okay?”

“OK.” . Langsung aku bayar dengan memanfaatkan diskon dari bus HopOnHopOff Barcelona yang dulu aku purchase. Lumayan, dari 12 EUR normalnya jadi 9,6 EUR. Ngapain yah 1.5 jam nunggu?? No way..!! Jalan – jalan aja deh.. akhirnya aku kembali ke Placa Catalunya (ceritanya udah tau jalan) dan mampir (baca:make toilet) di El Corte Ingles. Pusat perbelanjaan ini tersebar di seluruh Spain, dimana2 ketemu deh… mungkin kayak METRO atau SOGO nya di Jakarta. Lumayan deh, sambil cuci mata window shopping kesana kemari.

Saatnya untuk balik ke Palau de Musica. Kembali menyusuri jalan semula… jalan lagi… lho? Tapi kok jadi keder, gak ketemu tanda – tanda yang sama. Malah tambah jauh dan tidak ada sign sama sekali yang dikenal. Oh no! M’he perdhut!!! (bhs Catalan-nya I’m lost). Noo… sekarang udah mau jam12 tapi belum berhasil ketemu lagi! Piye iki piye.. Saat menyusuri jalan yang agak narrow, langsungaja deh negur cewe yang lagi jalan di depan. Udah ndak tau lagi mau kemana.

“Perdon, donde esta el palau de musica?”

“Oh si.. Esta es..a la primera calle y izquierda..”

“Si.. Gracias..”

Hoo… langsung mengikuti petunjuknya dan kali ini berhasil!! Alhamdulillah nyampe juga tepat waktu, fiuh..🙂 . Tur dimulai dengan menyaksikan video sejarah Palau de Musica di dalam ruang untuk panggung chamber orchestra yang letaknya tepat di bawah panggung utama, hoo… seru.. Disitu dijelasin, kenapa sih nih bangunan dibangunnya bukan di pinggir jalan besar malah di jalanan sempit dan ketutupan sama bangunan sekeliling? Usut punya usut karena saat itu (dibangun tahun 1905 dan perdana dipakai untuk penampilan orkestra tahun 1908), para pemain orkestranya tinggal di sekitar sana jadi lebih feasible untuk mereka latian tiap hari.

Ticket Box Palau de Musica

Di slide-nya diceritakan betapa mereka yang perform merasa berbeda saat tampil karena akustik yang sangat OK dan juga dengan dekorasi ala Modernisme yang malah kadang bikin si artis ‘menonton’ keindahannya. Beberapa musisi yang pernah tampil adalah London Symphony Orchestra, gitaris Spanyol, dsb dsb gak kenal, hahaha…

Dari sana beranjak ke ruangan sebelum balkon (sayang sekarang balkon yang penuh dengan pilar berdekorasi MOSAIC khas Modernisme tidak dibuka lagi). Ruang ini fungsinya adalah untuk istirahat disela-sela interval sesi konser, pendinginan deh.. Sesuai fungsinya, dekorasi di ruang ini lebih ‘simpel’ dan juga diterangi dengan lampu candelier (gimana yag nulisnya, lampu gantung yg kayak lampu kristal gede) berdesain Gothic. Yep, memang masih terasa aja khas Gothic di Barcelona ini.

Nah, ini dia intinya… Masuk ke ruang konser utama! Langsung kagum… seperti di fotonya! Waaaww…. di tembok panggsung dihiasi dengan relief 3D 10 perempuan dengan alat musik from different countries yang melambangkan bahwa palau de Musica terbuka untuk semua jenis musik. Yang bikin unik adalah tembok maupun relief nya disusun dengan mosaic modernisme. Lalu, di sisi atas kiri panggung ada ukiran komposer lokal Catalan dan di sisi atas kanan.. guess who?? BeetHoven!! Yup, melambangkan bahwa mengapresiasi karya lokal juga dengan karya internasional klasik. Di tengah2 atas ada PIPE ORGAN besar, dan yup si guide menyalakan-nya. Lagunya: TOCATTA nya BACH!!! Howaaa…. akustiknya keren! Menggelegar dan ini pertama kali aku denger suara pipe organ segede itu! Hohoho…pas lagu favorit ku pula, menyenangkan dan langsung gk bisa berenti jarinya membayangkan memainkan lagu ini.

Palau de Musica catalana

Begitu lagu berhenti, guide melanjutkan lagi penjelasannya. Ternyata panggungnya fleksible, ada kursi tambahan tersembunyi lho dibawahnya, bisa dimajukan/dimundurkan tergantung ukuran panggung yang diinginkan. Yang menarik, di langit – langit semua dihiasi dekorasi bunga mawar, sesuai dengan legenda khas Catalan, yaitu St.jordi yang identik dengan mawar merah (aih, dangdut). Lucunya, diantara mawar – mawar itu ada lubang-lubang yang berfungsi untuk menyalurkan AC ke ruang konser (maklum kalo summer bisa meleleh).

Apa yang menjadikan Palau de Musica sebagai salah satu World Heritage Site? Hmm… karena dekorasi mosaic a la modernisme yang unik dan merupakan satu-satunya gedung konser dengan pencahayaan natural. Mengapa? Karena semua kaca jendela dari glass, juga yang paling penting adalah: Lampu besar mosaic glass yang menggantung di langit-langit (khasnya). Indah sekali.. sehingga saat malam maupun siang, selalu bercahaya dengan refleksi glass yang disusun sedemikian rupa dengan warna yang berbeda2 pula 🙂

Tebak berapa kapasitas Palau de Musica? ternyata sekitar 2,500 orang! Waw.. wajar sih karena ada 3 lantai. Hhoho… rasanya 50 menit terasa kurang untuk menikmati keindahan dekorasi dan arsitektur (eh, ini bukan karya Gaudi lho, tapi arsitek lain) Palau de Musica. Tapi, we must go and continue our journey in Barcelona today!! So, todo recto a Placa Catalunya!!

Dari Placa Catalunya, menuju ke MNAC dengan metro. Sebenarnya di depan MNAC ini ada MAGIC FOUNTAIN, pengen liat tapi baru nyala nya malem sih (huhu… kan bagus ya padahal), jadinya foto2 di depannya aja deh. Lalu turun lagi, naik bus lagi lanjut ke Montjuic dimana terdaman kompleks Olimpic Games 1992. Disana jalan dari Palac Europe, menyusuri kolam renang olympic nya yang guede, dan sampailah ke stadiumnya. Gak ada yg spesial sih, dimana-mana stadium kayaknya sama aja.

Stadium Olympic 1992

Selesai ngider-ngider disana, turun lagi ke depan MNAC, naik bus lalu naik metro ke stasiun deket Rambla, dari sana naik bus lagi ke Port Olympic dan area dekat Port Vell. Gyaahhh….. rasanya nih kaki udah pegel turun naik metro dan bus di barcelona!! At last, sampe juga di pantainya… setelah ke Costa Brava kok rasanya pantai Barcelona jadi kayak gak ada apa-apanya gini yah, bahkan kyknya bagusan pantai di Indonesia deh, hehehe….

Port Olympic

Balik lagi dengan bus lalu metro ke stasiun Placa Catalunya (*setrikaan mode* bolak2). Dari sana menyusuri La Rambla yang terkenal banyak copet (carefull, my friend… jaga erat tas2mu!!) untuk mencari suvenir namun akhirnya nyerah karena ternyata mahal2 banget, gak kebeli dah. Jadi akhirnya bali lagi ke El Corte Ingles yang lebih rasional harganya dan nyaman. Hosh… belum selesai, masih ingin berburu belanja ke MNG, Pimky dan ZARA (yang ini ada 3-4 toko di Barcelona gede2) ke jalan arah Gothic quarter yang paralel dengan La Rambla. Tapi ujung2nya window shopping lagi karena harga.. :p .

Setelah belanja, ditutup dengan makan Es krim di McD, enyak.. McFlurry nya pake topping karamel dan M’n M. Langsung gendut dah… perjalanan belum selesai, masih harus catch for metro to Passeig de Gracia dan kembali ke Girona! Akhirnya, pukul setengah 7 semuanya selesai dan kembali ke Girona justru lebih awal dari yang direncanakan. Wah, efficient.. yeah..😀