Day 1: Imperial Rome

20 June 2010

Subuh – subuh, Nyo meninggalkan residensia universitaria de Montilivi forever (I hope..) menuju bandara Girona dengan taxi. Ternyata sampai sana terlalu cepat euy.. Eh, tiba – tiba by accident ketemu umar, salah satu anak vibot. Dia baru aja sampai dari Madrid (ngurus visa) dan akan ke Belgium jam 8.55 (my flight jam 8.40). Lumayan lah ada temen ngobrol sambil nunggu waktu cek in.

Alhamdulillah lancar semua gak overweight kopernya dan sebelum pesawat take-off aku udah tidur duluan, haha, dan baru bangun pas nyampe. Agak deg – deg-an juga saat tiba di bandara Ciampiano-Rome karena cerita orang – orang tentang tingkat kriminalitas yang tinggi di Italy. Dari bandara Ciampiano ada bus menuju stasiun Termini sekitar 4 EUR, tapi hotel ku jauh dari Termini jadi mending naik taxi deh. Taxi dari airport emang gak pake argo tapi uda dipatok 40 EUR sekali jalan.

Sampai di hotel, pas baru masuk.. tiba – tiba aja di luar mulai hujan deras, wuussshhh…anginya!! Kalau bisa dibilang seperti storm…gyaaahhh…….!! Oh no… emang ramalan cuaca hari ini dan besok bakal heavy rain! Langsung menuju Piaza Venezia untuk foto – foto dan melihat museum militer disana, lagipula udah reda hujannya. Baru jalan sebentar tiba – tiba..wuussshhh…. storm lagi, hujan dan angin kencang!! Hosh…. berlindung kemana nih??!! Di saat lagi bingung, tiba – tiba lagi hujan berhenti seketika. Lho?? Aneh… Lanjutkan foto deh dengan latar belakang plaza Venezia yang khas, memanfaatkan tripod flexible – kaki gorila (cocok bagi single traveler yang tidak ada teman untuk dimintai ambil foto, hehe).

Lagi asik – asik foto sendiri, tiba – tiba badai lagi tanpa prolog langsung deras dan SUKSES membasahi kameraku sebelum aku sempat melepaskan kaki gorila-nya dari pagar. Waaa… buru – buru masuk ke dalam gallery karena baju semua udah basah kuyup dengan sepatu penuh air. Cek kamera, kok gak bisa muncul display layar nya? Oh no.. terus focus-nya gak berhenti zooming2 terus L . Coba matikan dan nyalakan beberapa kali tapi tetap gak bisa berfungsi!! NoOoOo… my (2nd) camera rusak!! Di saat genting penting summer holiday seperti ini dan 1 jam lagi tur mulai.

Piaza Venezia

I dont have any choice, harus beli kamera sekarang juga!! Sayangnya hari ini hari minggu sehingga gak ada toko elektronik yang buka. So, saran dari hotel adalah ke staisun Termini dan nyari disana. Ok, dari Forum kita berjalan ke Termini. Hosh… 20 menit-an lah, lumayan jauh menurutku sih. Belum lagi di dalam Termini yang lumayan membingungkan. Tapi semua berakhir dengan baik, nemu juga toserba yang jual camera (sekarang beli CANON, krn udah make 2x merk S*** rusak melulu!). Great.. beli adaptor plug Itali juga (perlu diingat, disini emang pake colokan 2 kayak di Indo tapi bedanya lebih kecil lubangnya, ada juga yang pake 3).

Dari stasiun kembali lagi dengan sisa tenaga, menuju ke tempat tur Imperial Rome. Di sana baru sadar, kartu memori yang dikasi kamera cuan 32 MB!! Hah? Gimana mau foto, kalo 1 foto aja kan udah 3MB! So… backup plan, foto-foto pake HP!! Ehehehe..

Tur dimulai dengan memasuki Colloseum tanpa harus antri panjang. Tur guide menjelaskan bahwa dulu Colloseum tertutup oleh kayak tirai sirkus lho, gak terbuka kayak sekarang. Nama aslinya bukan Colloseum tetapi amphiteathre. Tapi tentu, karena memang akustiknya gak bagus, fungsinya juga bukan untuk menampilkan teater/musik tapi untuk hiburan rakyat, yaitu pertunjukan gladiator. Gladiator itu super mahal dibayarnya, karena taruhannya nyawa.

Colloseo

Colloseum dibangun dalam waktu hanya 8 tahun! Waw.. dan yang membangun bukan slave, mereka bebas dan dibayar untuk itu. Kenapa dulu raja membangun Colloseum ini? Hmm.. semata – mata hanya untuk tempat hiburan warga. Zaman dahulu kala, kota Roma berpopulasi sekitar 1 juta dan yang bisa masuk menonton pertunjukan dalam Colloseum ini hanya 80 ribu orang. Howahh… kapasitas 80 ribu orang rasanya udah banyak buanget yah.

Colloseum mempunya 86 gerbang masuk dan 5 tingkat balkon penonton. Tingkatan tempat duduk ini mencerminkan status sosial mereka. Yang tingkat paling depan adalah senator, tingkat ke dua adalah knight ataupun orang – orang kaya, dst. Tapi yang menarik adalah, wanita selalu di tingkat paling atas, itu juga berdiri – tanpa pandang status sosialnya. Hhhh…. diskriminatif sekali. Satu – satunya wanita yang duduk gak di tingkat atas adalah tentunya istri raja, hoho, yang duduk di tengah – tengah atas.

Arena gladiator

Kalo dilihat arena Colloseum yang sekarang itu, dulunya tertutup oleh panggung kayu tempat gladiator bertarung dan dilapisi dengan pasir. Yang terlihat sekarang adalah ‘underground-backstage’nya, dimana ada tersimpan kandang hewan – hewan untuk pertunjukkan dan juga sang gladiator nya. Jadi, cara kerjanya adalah dengan menggunakan lift! Yep.. dari kandangnya, ada semacam ramp ke atas panggung yang dioperasikan dengan lift manual, sehingga menciptakan kondisi seolah – olah si hewan muncul seketika ke arena dan mengagetkan penonton + gladiator. Seruuu…. :D 

Dipikir – pikir rasanya Itali dan Spanyol memiliki kesamaan.. tradisi menonton Manusia Vs Hewan. Di Spanyol, ada Matador; orang rela menaruhkan nyawa untuk bertarung dengan Toro/banteng. Lalu, disini si gladiator rela juga bertaruh nyawa bertarung dengan singa, harimau, dkk, sebagai tontonan seluruh rakyat Roma. Hmm… 

Dari Colloseum, kita melanjutkan ke Pallantino. Ini merupakan semacam kastil dulunya, tempat dimana Roma pertama kali ditemukan/berdiri, katanya.. Tentunya semua sudah tau sejarahnya kan, dimana ada 2 bersaudara yang bernama Remus dan Romulus, yaitu anak dari dewa perang, Mars. Mereka diberikan kota masing – masing dan si Romulus kebagian mengelola kota Roma ini. Dibangunlah segala macam istana, bangunan dan temple seperti Pantheon, dsb.

Pallantino - pacuan kuda

Di Pallantino, kita bisa melihat arena sirkus zaman dahulu kala (so pasti sekitar 50 B.C dan semua yang sebelum Masehi) dan juga arena berkuda. Banyak reruntuhan pilar dari berbagai macam marmer, yang ternyata udah banyak dicuri dan dipakai untuk membangun gereja dan bangunan lain di Roma. Di Pallantino juga ada museum-nya. Area Pallantino sangat luas dan ada tiga tingkatan, hosh, cyape juga jalannya euy. Tapi intinya, di Pallantino seperti tipikal istana pada umumnya, ada ruang publik, privat dan residens zaman dulu.

Dari sana, ternyata nyambung ke Roman Forum. Apa itu Forum?? Jadi, jika Colloseum dan Pallantino itu berada di ‘dalam’ kota Roma, maka Forum itu berarti diluar area tersebut. Pertama kali yang dilihat di Forum adalah pintu asli dari bangunan zaman Rome dulu. Yang bagus itu Pantheon yang masih utuh berdiri!! Kok bisa? Soalnya, Pantheon ini difungsikan sebagai gereja, jadinya gak dihancurin pas zaman kekuasaan Pope. Ada juga yang menarik temple terakhir di zaman Pagan!! Temple ini mempunyai 3 part nave yang lebar (ini disebut dengan dekorasi tipe Basilica – bukan gereja lho) dan dulu digunakan untuk menaruh si pagan, eh maksudnya si patung raksasa (15 meter tingginya) di tengah-tengah bangunan ini agar bisa terlihat semua orang.

Roman Forum

Berjalan di tengah reruntuhan Roman Forum rasanya menyenangkan sekali!! Kayak kembali ke zaman Imperial Rome dulu! Waw…😀 . Ada juga tempat Julius Caesar dulu, dan juga peningglaan raja – raja pada masa kekuasaan Tiber, juga saat Rome menaklukan Mesopotamia (Irak) dan Armenia. Tapi ingatanku mengenai Sejarah beginian saat zaman SMP rasanya udah luntur, kok lupa semua yah ceritanya bagaimana.. :p . Tapi enaknya ikut tur ya, mereka bisa re-fresh lagi mengenai sejarah dibalik ini semua. Great…! *__*

Pulang dari tur udah jam setengh 7 dan ingin beli suvenir dulu deh. Namun, baru juga berjalan di via Cavour tiba – tiba… I heard people shouted at each other. Ternyata tepat 2 blok toko di depanku, padahal toko tujuanku (yang jual suvernir murah) masih di depannya. Daripada cari masalah dan gak bisa balik ke hotel, mending kabur dah!! Bener kan, itu orang – orang lokal disana berantem, masih ribut lama dan akhirnya dateng polisi tapi masih gak selesai juga masalahnya. Heuu… jadi serem sama mafia mafioso Italino.. :s

Btw, bahasa Italie asik juga ya.. mirip2 Spanyol tapi lebih berlagu intonasinya, karena ada tekanan-nya. lumayan nih nambah2 kosakata baru… :p . Ngiler liat Gellato dan Pizza – pizza dan Panini dan aneka pasta di pizzaria gellateria pinggir jalan. But, karena penghematan, ya ndak beli apa – apa deh kan bawa makanan😀 .Hohoho… Alhamdulillah hari ini selesai juga.. sampe di hotel langsung gak kuat lagi buat berdiri, gempor… -___-;