Day 2: Classical Rome

Pagi ini tur dengan bus keliling Roma. Tujuan pertama adalah Fontana Trevi atau Trevi Fountain. Waaaww….. ini salah satu tujuanku ke Italy, untuk melihat dan foto di Trevi Foutain karena sangat indaaahhh…!! Howah, tak sabar jadinya… Ow, jalan kesana ternyata harus masuk – masuk ke pemukiman warga dan terletak diantara kompleks perumahan warga, bukan di pinggir jalan besar. Sampai disana, langsung zinngg… lemas dan agak kecewa, “Mana air birunya??!!”   T___T

Ternyata mungkin karena kepagian, lagi dibersihin dasar air mancurnya dan dikuras habis. Hwaaa… sedih. Yah, bukan rejeki ya, lain kali deh.. :p . Biasanya kebiasaan orang yang mengunjungi Trevi Fountain adalah melemparkan koin ke airnya, pertanda supaya bisa balik ke Rome lagi, hihi, ada – ada aja. Usut punya usut, koin – koin ini setiap hari ‘dibersihkan’ oleh petugas dan dikumpulkan sehingga bisa nyampe 300.000 EUR loh. Keuntungan ini dibagi untuk Palang merah dan untuk rekonstruksi kota Roma.

Fontana di Trevi

Patung yang ditengah Trevi Fountain adalah patung Jupiter yang diapit oleh dua patung wanita yang melambangkan kesuburan dan kesehatan. Dulunya, belum ada pemukiman warga padat seperti ini dan untuk akses ke Trevi Fountain ada 3 jalan utama. Hmm… dari sana lalu beranjak melihat Obelisk dan Column terbesar di Rome.

Jika kita ngomong – ngomong soal Rome, kota ini identik dengan 3 hal: gereja, obelisk dan fountain. Rome paling kaya akan obelisk, ada 13 buah yang dibawa dari zaman Nabi Musa dulu dari Egypt langsung pake kapal, dsb. Yang kita lihat tadi adalah Obelisk dari zamannya Raja Ramses. Di dekat situ terdapat Pantheon yang masih berdiri dan isinya masih lengkap.

Mengapa Pantheon ini tidak punah? Yep, ini karena pantheon digunakan sebagai gereja sehingga tidak dihancurkan pada zaman Middle Age. Segala hal karya seni ataupun monumen jika dikasi lambang salib ataupun dipakai gereja, gak ada yang berani buat hancurin zaman itu. Mari kita flashback, saat zaman Imperial Rome, warga kota ini mencapai 1 juta penduduk. Lalu, zaman Middle Age karena ada invasi dari orang bar – bar, wabah, dan juga kerusakan lain, penduduknya berkurang (entah karena wafat, diusir ataupun minggat) menjadi hanya 20 ribu. Hmm… kosong banget yah.

Pantheon

Ok, balik lagi ke Pantheon. Pintu Pantheon ini masih asli, dibuat dari kayu dan besi, serta beratnya 600 yang selalu ditutup buka tiap hari. Pantheon juga masih aktif tiap hari sebagai gereja. Yang unik adalah atapnya bolong, jadi pas kemarin badai, sampai sekarang itu lantainya masih tergenang air. Maklum, zaman dulu kan belum ada AC maupun pencahayaan yang baik. Oia, kubahnya juga berlapis – lapis euy, ampe tebalnya 5 meter! Bagaimana yah orang zaman dulu bisa membangun struktur sipil dan arsitektur begitu akurat.

Dalam Pantheon juga ada tomb beberapa seniman. Mereka dimakamkan disini karena hanya orang – orang tertentu yang bisa ada tomb dalam gereja, salah satunya adalah seniman legendaris karena mereka bekerja untuk gereja. Zaman sebelum Kristen, Pantheon merupakan tempat untuk temple menyembah semua Dewa, mulai dari jupiter, venus, hercules, apa pun lha saya ndak ngarti nama – namanya banyak banget.

Piazza navona

Lalu, berjalan ke Piazza Navona. Aaw.. jadi inget film Angels and Demons!!😀 . Di Rome emang banyak fountain yah.. disini juga ada fountain yang airnya biru khas (ihh… suka deh!!). Seperti biasa, disekeliling Piazza ini berderet Ristorante dan juga Gelateria Pizzaria, oh Mamma Mia lezato.. :p . Dari Piazza Navona, bus menuju ke pemberhentian selanjutnya. Emang dulu aku gak ngecek – ngecek dulu. Aku beneran GAK TAHU sama sekali lho kalo tur ini bakal ke Vatican!! Karena emang gak mau kesana. Aku cuma tau ini tur bakal ke St. Peter Basilica… tapi aku gak tau kalo St.Peter Basilica itu ternyata di dalam Vatican!!! (maklum, kedodolan tingkat tinggi, ehehehe…). Hoo… what should I do? Ikut aja deh..

Vatican merupakan negara terkecil. Walaupun terletak didalam kota Roma, di dalam negara Itali tapi lucunya di Itali ada embassy Vatican dan di Vatican ada embassy Itali, juga negara – negara lain. Sebelum Italil bersatu, kekuasaan dipegang mutlak oleh Vatican, mulai dari soal keagamaan juga politik. Meskipun Vatican adalah negara super kecil tapi memiliki gereja yang terbesar di dunia, yaitu St. Peter Basilica ini. Tapi tinggi dome nya 42 meter, masih kalah dengan di Pantheon yang 43 meter (halah, cuman  beda 1 meter).

St.Peter Basilica

Sebelum memasukin St.Peter Basilica, harus antri ( yang puanjaaangg…) untuk diperiksa security dan pakaian (gak boleh terbuka bahu dan celana/rok gak boleh diatas lutut – tapi kenyataannya banyak yang lolos masuk dengan busana seperti itu, mungkin karena gak tega nyuruh balik lagi yah..).  Pertama kali yang dilihat adalah prajurit Swiss yang berkostum merah biru lucu kayak baju joker menjaga pintu utama ke parlemen Vatican. Dahulu kala, mereka disewa dengan suka rela, selama 2 tahun ‘mengabdi’ di Vatican ini dan ada 100 orang (populasi Vatican yang asli bekerja disana adalah 800 orang).

Saat antri, kita bisa melihat dimana apartemen/kamar Paus. Tur guide memberi tahu itu dilantai paling atas, jendela ketiga dari kiri terlihat lampu menyala pertanda Paus lagi di kamar. Hooo… biasanya setiap hari minggu, selalu siaran ceramah dari kamarnya dan hanya saat – saat tertentu seperti natal ataupun easter, Paus memberi blessing dan ceramah dari pintu utama St.Peter Basilica.

Masuk ke dalam St.Peter Basilica ternyata emang guedhe… dibagi – bagi section-nya. Saya gak masuk ke chapel-nya, hanya lihat – lihat di bagian Pope Tomb. Kubah dan beberapa arsitektur di St.Peter Basilica ini karya Michaelangelo. Pengen juga sih mengunjungi Sistine Chapel, tapi agak males kalo gak ada temen dan tur nya gak mencakup kesana sih, heuu.. cukup Sistine Chapel ala Dali deh di Dali Museum  :p

Foro di Roma from above

Puas di Vatican, beralih lagi ke Capitol Hill. Lagi – lagi bangunan ini karya Michaelangelo! Hoo.. seniman kota toh, hehe.. Salah satu patungny ada yang bersimbol S.P.Q.R – merupakan simbol khas kota Roma yang berarti Senator.Personna.Que.Rome: senator and people of Rome. Disana kita juga bisa menyadari bahwa yep, Rome yet was built in 7 Hills!! Dimulai dengan Hill di Temini dulu, dan terus turun sampai ke area dekat Forum. Dahulu, Forum merupakan area publik, disana terdapat temple, pasar, perpustakaan, dsb, dimana anggota kerajaan yang berada ‘di atas Hill’ berbelanja dan berinteraksi dengan warganya setiap hari. Dari atas Hill, kita bisa melihat keseluruhan Forum yang waw..stunning!! J . Area arkeologi yang luas….

Kenapa site arkeologi ini udah sangat hancur? Ternyata zaman Middle Age, semua orang TIDAK peduli dengan peninggalan zaman dulu dan mereka menghancurkan semua bangunan – bangunan tersebut. Untuk apa? Untuk re-cycle dan materialnya digunakan lagi untuk membangun bangunan baru. Hiks, makanya liat aja tembok Colloseu udah bolong – bolong diambilin, juga marmer – marmer pada dijarah. Yang lebih kasihan, ternyata aslinya diluar Colloseum dulu ada Patung kaisar NERO setinggi 35 meter yang terbuat dari perunggu. Apa yang terjadi? Patung ini sama orang – orang Middle Age dilelehkan, dilebur jadi GAK tersisa sama sekali karena udah digunakan mereka untuk membangun gedung. Kyaaahhh….

Then, ke Basilica of St.Peter. Lho? Loh, apa bedanya dengan St.Peter Basilica?? Ternyata dulu Paus menyuruh Michaelangelo untuk membangun gereja disini, namun tiba – tiba pulang dari mana gitu, Paus merubah rencananya: gak jadi disini tapi di tempat St.Paul Basilica berada. Sooo…. gereja ini gak jadi – jadi deh, Michaelangelo hanya membuat beberapa patung hiasan didalamnya. Salah satu yang menarik adalah patung Moses. Kenapa sih patung yang dibuat Michaelangelo terkenal legendaris? Ini karena, ia paham dengan anatomi manusia sehingga patung yang dibuat proposional. Halah.. saya mah tidak tertarik kan tidak boleh.. :p

Kembali ke Colloseum lagi.. Dulu namany bukan Colloseum, melainkan Flavian Amphi-theatre karena dibangun oleh keluarga Flavian dan merupakan Amphi (double) Theatre (soalnya aslinya kan cuman setengah lingkaran, tapi di Colloseo ini bentuknya digabung jadi satu). Setelah ada Colloseos – lah, namanya jadi berubah menjadi Colloseum. Colloseum dibangun abad pertama masehi, namun 640 tahun lalu ada gempa bumi yang menyebabkan sebagian dari bangunan ini hancur. Bisa dilihat di sisi salah satu Colloseum ada Arco de Konstantin. Konstantin merupakan kaisar Roma pertama yang memeluk Kristen. Ia juga yang melarang adanya pertandingan gladiator ataupun hewan lawan manusia di Rome.

Pizzaria

Sore itu, setelah belanja – belanja, Nyo mulai berburu PizZa karena laper dan kabita.. :p . Akhirnya berjalan menuju Pizzaria yang udah diincer dari kemarin. Nyo milih pizza vegetariano dan satu lagi yang ada olive2, yang gak pake daging deh. Ujung – ujungnya pas mau bayar, si yang jual nanya, “Are you moslem?” . Hoo.. iya2, dia jawab lagi, “I am moslem too..”. Jyaaahh… si bapak, kalo gitu dari tadi aye beli pizza yang berdaging semua!! Gyaahh.. xD. Yasu lah, itung – itung diet (diet kok makan pizza berkeju lebat? Hahah..). Seneng juga ya ketemu sesama muslim dimana kyknya jarang liat di Rome sini, heuu.. MamMa mia… ^^