Pisa…Pisa… :D

23 June 2010

Berhubung gak ada interenet di hotel, jadinya musti ke warnet terdekat dan bayar, eheuu…… Oia, hari ini masih di Firenze. Pagi ini free, jadinya karena kemarin sama sekali no idea harus kemana, Nyo beli buku – bukunya deh, baca – baca dulu sejarahnya dan apa yang menarik kira – kira. So, diputuskan setelah breakfast ke jembatan Ponte Vecchio yang merupakan salah satu landmark kota Firenze ini.

Jembatan ini dibangun pada tahun 1300-an dan yang membuat unik adalah adanya toko – toko di jembatan tersebut, yang kebanyakan menjual emas, hoho.. gak bisa beli dah :p . View dari Ponte Vecchio adalah jembatan lain dengan 3 arches ciri khas-nya dan kadang juga suka ada gondola lewat walaupun bukan di Venice. Tapi dipikir – pikir kok rada mirip Girona yah, dengan rumah – rumah ‘kumuh’ tapi menarik estetik di tepian-nya.

Ponte Vecchio

Dari Ponte Vecchio, Nyo nerusin aja jalan tanpa arah, hehe.. Tiba – tiba lihat ada petunjuk jalan ke Palazzo Pitti, yo wis kesana aja dah. Sebetulnya ada tempat yang namanya Piazza del Michaelangelo, berada diatas bukit sehingga bisa melihat pemandangan kota Firenze keseluruhan. Tapi, malas ah kejauhan..

Di Palazzo Pitti, ada Gallery Palatine yang menyimpan banyak lukisan – lukisan karya seniman Italie (yang aku gak ngerti). Nyo mengunjungi Boboli garden karena ingin lihat taman Italie kayak gimana sih, apa sama kayak taman Scotland. Waw, ternyata Boboli Garden ini letaknya menanjak ke atas sekali. Mungkin ingin menyerupai taman Babilonia yah, taman gantung? Hoah… cyape nanjaknya, tapi bagusssss…. ada air mancur Neptunus, lalu saat naik ke atas lagi ada kayak maze. Di garden ber-maze itu ada fountain kecil dan terkesan seperti gantung diatas karena pemandangannya indah sekali, ke arah bukit yang dihiasi perumahan dan landscape khas Tuscany!

Setelah capek jalan – jalan di taman Boboli, Nyo masuk lagi ke Gallery museum kostum. Sayang gak boleh ambil foto di museum – museum seperti biasa. Ah, museum fashion ini jadi menginspirasi ngerancang baju lagi, hihi…. Kalo cewek – cewek pasti sueneengg deh kesini, dari baju ratu zaman dulu (yang terlihat kayak baju – bajunya Malice Mizer, hahah… tapi lebih high class lah karena material yang digunakan) sampai baju – baju bangsawan zaman 1900-an.

Firenze from the Top

Museum yang menarik lagi di Palazzo Piti adalah museo degli Argenti. Pas masuk biasa aja, terus berjalan sampai ke ruangan – ruangan inti. Speechless!!! Melongo tiap menyusuri ruang – ruangnya; Pregio e bellezza!! Kyaaaahhh….. fresco – nya!! Mulai dari dinding sampai langit – langit itu semua fresco dan ada banyak ruangan yang seperti itu dengan desain berbeda. Hwah.. yang buat udah edan, karena dia juga menggabungkan efek 3-D dengan struktur yang asli, serta fresco nya sangat mendetail dan ramai! Hah, liat sendiri deh, susah ngejelasin-nya. Mungkin ampir – ampir sama dengan Sisten Chapel ya, tapi cerita dan yang buat aja beda.

Fountain di Boboli Garden

Selesai dari Palazzo Pitti, Nyo balik lagi ke hotel untuk siap – siap berangkat ke Pisa. Perjalanan ke Pisa dari Firenze memakan waktu sekitar 1,5 jam. Diantara kedua kota tersebut, melewati kota – kota Tuscany. Ada kota Lucca, disini Puccini dilahirkan. Hoh, salah satu musisi yang saya suka lagu – lagunya, ternyata ‘punya’ danau disana namanya danau Puccini. Ada juga kota Collodi yang terkenal karena disini lah penulis buku Pinnochio, Carlo Lorenzini menghabiskan masa kecilnya. Lucunya, di kota Collodi terdapat Pinnochio theme Park, hmm… cute..😀 . Jadi inget pak Ghepetto  :p

Sampai juga di kota Pisa dan langsung berjalan ke Piazza dei Miracoli yang artinya plaza of miracle. Kenapa? Disinilah menara miring Pisa berada dan jika kamu sampai disana pasti langsung merasakan miracle dengan rumput hijau dan langit biru yang cerah. Bener juga… pas Nyo sampai dan ‘disambut’ dengan pemandangannya langsung merasa senang, excited sekaligus kagum.

Piazza de Miracoli

Piazza dei Miracoli terdiri dari 4 bangunan, yang mencerminkan level – level dari seorang Kristen. Pertama, ada Baptistery yaitu melambangkan kelahiran. Kedua, katedral melambangakan kehidupan. Ketiga, ada Camposanto atau cemetry untuk kematian. Lalu, the most famous leaning tower Pisa, for what?? Awalnya menara ini dibangun untuk menara bel gereja pelengkap bagi katedralnya.

Tau gak, ternyata semua bangunan di Piaza dei Marcoli itu miring! Bukan hanya menara Pisa, tapi yang lain cuman miring 1 – 3 derajat. Kenapa? Pisa dalam bahasa Italie berarti tanah gambut. Jadi, ke-empat bangunan tersebut dibangun diatas tanah yang tidak stabil sehingga tidak sanggup untuk berdiri tegak. Ya iyalah, mereka menggunakan MARMER untuk membangun semuanya soalnya, ya mana tahan… Oia, beberapa meter dibawah Piaza dei Marcoli ini masih air lho sehingga setiap hari tekanan, maupun kondisi tanah + stuktur disini selalu dikontrol oleh petugas.

Ada lagi fakta yang lucu? Pembuat menara Pisa ini tidak diketahui karena dulu gak ada yang mau ngaku siapa yang membuat menara salah kayak begini, hahah… aneh ya, sekarang malah jadi keajaiban dunia. Jadi, dari pertama kali dibangun awal 1100-an sampai tengah abad ke 14, para insinyur tuh sibuuuukkk…aja gimana nih benerin menara ini biat bisa tegak. Segala macam upaya dicoba, sampai akhirnya gak ada yang berhasil dan menyerah. Jadilah salah satu dari seven wonders, hoho…

Namun, rekonstruksi terakhir pada tahun 2001. Pada tahun itu, ada masalah dengan menara Pisa yang ternyata sudah bergeser 7 cm dari aslinya. Oh no! Jadinya, agar menara Pisa ini tidak ambruk maka dibuatlah peraturan baru. Peraturan ini mengharuskan HANYA 35 orang maksimum yang boleh berada di dalam menara dan hanya untuk 25 menit (setelah itu harus ganti dengan pengunjung yang lain). Selain itu juga, harga tiket untuk naik ke menara Pisa ini dimahalkan jadi 15 EUR. So, strategi yang bagus bukan… Siapa juga yang mau naik ya, karena didalamnya katanya hanya ada tangga dan tangga serta tanpa lukisan ataupun reruntuhan. Ilmuwan memprediksikan, menara Pisa ini masih bisa bertahan dengan kondisi seperti ini sampai 300 tahun mendatang.

Leaning Tower Pisa

Katedral Pisa eksterior nya didominasi warna putih dan abu – abu sedangkan didalamnya dominasi warna hitam dan putih. Ada 4 galeri di dalamnya, tapi yang bikin menarik adalah desain interiornya. Disusun dengan pilar – pilar unik, yang menurutku sih kok mirip dengan pilar masjid Cordoba yah, hanya warnanya aja yang beda. Terus, langit – langitnya juga dihiasi dengan emas 24 karat, wow.. Lalu, ada chandelier yang dibuat oleh Galileo dan digunakan saat ia merenung menemukan ide tentang teori pendulum.

What else? Oh ya, now it’s time to take pictures as much as you can!! Sayangnya di halaman rumput Pisa ini sangat penuh orang dan semuanya berpose dengan gaya yang sama. Ah, basi juga jadinya, semua bergaya seolah – oleh mendorong menara ini. Aku juga nyoba sih tapi apa daya karena solo traveller, hanya mengandalkan tripod dan self-timer camera, jadinya selalu gak pas tangannya, grrrhh… Yasulah, gaya lain aja, hehe…

Lumayan puas lah 1 jam dihabiskan untuk poto – poto dan menikmati pemandangan dari rumput hijau. Tiba – tiba, “PriiitttttTtt………!!!”, terdengar suara melengking dari peluit pak polisi. Ia lalu mengusir – usir semua orang yang lagi asik foto ataupun duduk – duduk diatas rumput. Oh oh kenapa? Kayaknya udah jam 5 kali yah, jadinya udah mau tutup. Alhamdulillah… senang, yang penting udah tercapai cita – cita ngeliat menara Pisa! Menara yang pas aku kecil cuman ngeliat di list 7 keajaiban dunia di halaman belakang peta dunia dan di buku MengapaBeginiMengapaBegitu, akhirnya ketemu juga dan ternyata beneran miring! Hwah, I’m very hapPy today…! ^^

Pisa..