Musical Salzburg.. :D

27 June 2010

Waa… I love this city, Salzburg! Awal-nya, nama Salzburg diambil dari kata Salzach, atau yang berarti Salz: garam. Kota ini terkenal karena merupakan kota penghasil garam terbesar (so, ada Salt Mine yang terkenal disini, dan bisa diikuti tur nya). Selain itu, di Salzburg juga banyak terdapat gereja Katolik dengan dome yang khas daerah sini. Bukan berbentuk setengah lingkaran kayak di Itali, tapi lebih kayak bentuk ice-cream, berkelok – kelok indah. Ada banyak Palace di Salzburg, tapi yang boleh dikunjungi wisatawan hanya Heppburnn Palace, yang memiliki tricked fountain menarik.

Tentu saja, yang merupakan simbol kota Salzburg adalah Fehtung Fortress-nya yang kokoh berdiri diatas bukit, yang juga merupakan latar di film Sound of Music. Tapi yang paling bikin aku jatuh cinta adalah sungai Salzach yang mengalir di tengah kota Salzburg. Aih, Subhanallah indahnya.. warnanya itu bagus, hijau agak tosca dan bening. Kata guide-nya sih, airnya jernih dan hampir sama kualitasnya dengan air minum. Di pinggir – pinggir sungainya, orang – orang pada leyeh – leyeh menikmati hangatnya sinar matahari musim panas. Nyo juga pengen ikut – ikutan turun ke rumput tapi gak jadi, ternyata soalnya agak curam, hehe..

Salzburg...

Saat berjalan di Mirabell Garden, ada konser terbuka yang kualitasnya juga OK dan yang penting nih gratis. Rasanya pelosok Salzburg penuh dengan musik! Di Old town, juga ada sekelompok cewe ber-4 yang bernyanyi grup, gratis pula gak minta koin. Ada yang main gitar, ada yang nyanyi grup lagi, ada juga kelompok anak – anak kecil yang berlatih choir, ada yang berdua sambil berjalan nyanyi Sound of Music tapi dengan harmonisasi yang pas… aaaihh.. Nyo jadi merasa kagak bisa nyanyi.. L . Oh, so musical..

Open air concert

Rasanya belum lengkap jika ke Salzburg tapi tidak mengenang Mozart. Jadi, mari kita junjungi Mozart Museum. Museum ini sebenarnya dulunya adalah tempat tinggal Mozart selama 7 tahun, tapi saat tahun perang dulu, Jepang salah mengebom dan menghancurkan rumah ini. So, di rekonstruksi kembail (dengan sebagian besar sumbangan Jepang) untuk dibuat museum. Kenapa Mozart hanya tinggal disini dalam waktu singkat?

Hmm… jika ditelusuri sejarahnya kan, saat dari kecil, Mozart dan keluarga (secara Nannie, kakaknya juga jenius dalam musik) sudah meninggalakan Salzburg untuk konser, tur keliling kota. Mozart kecil menghabiskan 3,5 tahun non-stop untuk konser keliling Eropa! Mulai dari konser di depan bangsawan Prancis, Italie, sampai ke London. Anak – anak Leopold Mozart sempat sakit di tengah jalan, namun pulih kembali dan meneruskan konser. Lalu, ia juga merambah ke Rusia setelah itu.

Ketika Mozart kembali ke Salzburg, nampaknya kondisi tidak mendukung untuk karirnya sebagai musisi. Mozart remaja lalu pergi ke Itali untuk menimba ilmu dan mem-publish karya opera-nya disana. Karena dulu, musisi harus di ‘approve’ dulu di Italie, baru mereka bisa diakui oleh semua kota Eropa. Mozart sukses besar dan kembali meraih ‘bintang’nya. Ia menapakai karir musiknya di Vienna, dimana bisa lebih berkembang dengan opera dan konser. Kira – kira begitulah singkatnya ceritanya..

In MozartPlatz

I really enjoyed in the Mozart museum. Kita bisa liat susunan rumahnya dulu, juga piano yang dipakai Mozart dulu untuk bikin komposisi, partitur aslinya (aih.. senangnya liat tulisan acak adut not – not balok zaman dulu yang masih orisinil tanpa dibuatin Finale ataupun Sibelius,hehe..), dan bisa menonton video biografinya. Aku jadi inget dulu, pas kecil baca komik biografi Mozart ampe kebayang – bayang dulu pengen kesini, terus beberapa kali beli dan baca buku biografi Mozart yang lebih lengkap coz I like this musician, really.. J .

Rasanya kalo main piano atau biola lagu – lagu Mozart, Nyo gak ngerasa njelimet dan tertekan kayak maenin lagu – lagu Chopin ataupun Beethoven. Nada – nada Mozart selalu ‘cerdas’ dan riang, tapi unik serta kreatif. Makanya itu, enak juga dibuat untuk belajar dan meningkatkan fokus dengan lagu – lagu Mozart yang lebih kalem.

Lake Konigssee

Kota Salzburg benar – benar dikondisikan untuk mengenang dan membuat Mozart seakan tetap ada dengan karyanya yang selalu bergaung. Lihat saja di Mozartplatz, ada patung Mozart; selain itu ada juga Mozart Birthplace yang juga ada museum kecilnya; ada juga suvenir bola – bola coklat Mozart, parfum Mozart, dsb. All about Mozart!!

Siangnya.. ikut tur ke Bavarian Alps. Sebenarnya yang Nyo incar adalah pengen lari – lari nyanyi di puncak gunung Alpen ala Sound of Music itu. Huhuhu….. tapi ternyata tidak sesuai rencana, tur nya GAK turun di gunung Untesberg!! Yaaaahhh….. kecewa! Untuk mencapai gunung yang letakanya di luar Salzburg itu gak ada turnya, perlu naik bus umum nomor 25 dan disana take a cable car untuk naik ke atasnya. Lalu, harus mulai hiking sendiri deh ke puncaknya. Oalaaahhh…….. ribet yah! Apalagi kalo sendirian, takut nyasar ntar hiking (mana gak pernah tau kayak gimana hiking itu). Yasulah, kalo ada yang nyampe kesana nitip foto – fotonya yaa… :p

Di perjalanan menuju Bavarian Alps, kita bisa melihat Eagle Nest. Ini merupakan tempat persembunyian dan tempat mata – mata Hitler bertengger. Karena lokasi ini sangat tinggi (di titik puncak gunung) dan bisa untuk mengawasi di perbatasan Austria – Jerman. Untuk ke atas sana, harus pake mobil trail khusus. Wuihh….seru.. tapi sekarang sih, di Eagle Nest ini gak ada apa – apa, hanya restoran untuk melihat view.

Bavarian Alps and Eagle's Nest Hitler

Lanjut ke Danau Konigssee, atau juga berarti King’s Lake. Danau ini adalah sumber dari sungai Salzach yang jernih itu. Saat sampai disana, disuguhi pemandangan yang Subhanallah indahnya…. Dengan rumah kayu khas Bavarian dan juga dua gunung yang mengampit membuat danau ini terlihat asri. Sayang gak bisa ikut tur keliling dengan boat nya karena untuk bolak – balik makan waktu 2 jam an dan tur- gak nunggu sampai selama itu. Jadi aja, harus manjat lewatin hutan menanjak untuk melihat keseluruhan danau. Tapi rasanya view nya bagusan dari bawah deh, karena pas sampai di atas yang terlihat hanya danaunya saja.

Dari sana, berhenti sebentar di kota kecil khas Bavarian yang bernama Berchtesgaden. Sampai disana udah kayak kota hantu, karena gak ada orang satu pun di jalan. Oalah, ada apa ini? Hoo.. ternyata pada berkumpul semua di cafe untuk menonton world cup England Vs Jerman (yang dimenangkan Jerman ternyata dan setelah itu pada bikin ribut keliling kota bunyikan klakson sambil bawa – bawa bendera Jerman). Bavaria itu kayaknya Jerman banget yah, lihat dari bangunan – bangunannya yang antik dengan latar belakang pegunungan Alpen Bavarian. Apalagi jika liat betapa besarnya gelas bir – bir nya, heuu..

Bavarian

Back to Salzburg.. a lovely musical music… my fave city so far in this holiday.. J