from Salzburg to Vienna

28 June 2010

Pagi hari berangkat dengan kereta cepat Railjet dari Salzburg menuju ke Vienna.Sesampainya di Vienna, ternyata pas sekitar jam 2, jadinya cek in dulu di hotel. Lalu, langsung berjalan ke Wiener Staatoper untuk ikut guided tournya. Hmmm… lumayan juga untuk harga student cuman 2 EUR. Wiener Staatsoper adalah gedung opera terbesar disini dan juga kualitas opera + akustiknya terbaik di Eropa (kata guide-nya).

Sayang sekali, rasanya Nyo datang ke Wien pada saat yang tidak pas, huhu.. karena sesi operanya sudah habis tanggal 20 Juni nanti, jadi waktu liburan summer (Juli – September) TIDAK ada opera, mungkin para pemainnya juga ingin libur yah. Sebenarnya ada sih besok operanya tapi gak bagus ceritanya, gk terkenal dan luama… bisa – bisa ngantuk dah. Ada juga di Volksopera, pertunjukan ballet. Gyaahh… tapi kayaknya Nyo bakal tidur kalo nonton opera yang gak kenal dan ballet tanpa musik.

Inside Wien Staatsoper

Guided tour dalam Wiener Staatoper lumayan menarik karena kita bisa tahu sejarahnya. Melihat ada ruangan konferensi press untuk premier opera yang berlapiskan emas 24 karat, heuu… Lalu, mengamati orang – orang yang bekerja dari backstage. Wow, karena disini tiap hari selalu diselenggarakan opera dengan judul yang berbeda maka di backstage perlu para ahli yang mengubah tampilan serta keperluan setting tiap – tiap opera. Bayangkan, jika bagian area penonton panjangnya hanya sekitar 23 meter, tapi backstage nya itu malah 50-an meter. Peralatan semua gituh…

Di Wiener Staatoper ini ada 5 tingkat balkon dan harga tiketnya bervariasi. Heuu, melihat harganya gak sanggup beli rasanya, ada yang mulai dari 240 EUR dan termurah itu 21 EUR. Mau yang lebih murah lagi?? Ada!! Gimana caranya?? Caranya 15 menit sebelum opera dimulai biasanya baru dibuka tuh tiket murah sekitar 4 EUR, tapi ngantrinya booo… katanya sih puaanjaanngg… dan lagi, nontonya Standing!!😀 . Kalo aku sih kayaknya gak masalah sih standing, asal murah dan malah gak bikin pantat panas.. :p . Masalahnya pas kesini gak ada yang bagus sih judulnya..

from the backstage of Wiener Staatsoper

Setelah itu, ditemani oleh kak Milka berkeliling kota Vienna, mulai dari menelusuri pusat perbelanjaan dekat Staatoper, Stephans Dome, Albertina, Hofburg, lalu Museum Quartier dimana ada museum kembar, dan juga Rathaus. Bangunan itu semua berada di kota tua atau awal kota Vienna, yang bisa dikelilingi dengan menggunakan trem.

Di sisi seberang danau/Donau adalah kawasan modern Vienna yang sama sekali gak ada bangunan antik dah. Area ini adalah area UNO, yaitu dibangun oleh PBB sebagai pusat kantor – kantornya (karena selain di New York, pusat PBB ternyata di Vienna) tapi belum selesai semua dibangun. Wow, modern sekali deh dan terkesan sepiiii……… tapi untuk kesana tak masalah, karena subway di Vienna ini cukup cepat.

UN - complex/ markas PBB di Wien

Setelah capek ngider – nginder, Nyo kembali ke hotel untuk bersiap menonton konser Mozart di Musikverein. Jam 8 konser dimulai dan lucuuuu……… para pemainnya semua pada pakai kostum khas Mozart, dengan baju zaman dulu lengkap dengan wig putih sehingga gak tau deh mana yang perempuan mana yang laki – laki, hihihi…… Aih, tapi konsernya baguuss….

Rasanya harmonisasi-nya kompak sekali dan mengalun. Apalagi pas maenin Eine Kleini Nachtmusik! Waaa…. benar – benar sepertinya lebih bagus daripada yang kudengar di kaset, really enjoyed it! Dinamika-nya terasa sekali dan terbawa emosinya. Yang seru lagi pas Turkish March! Baru kali ini aku dengar versi orkestra (biasanya pianyo), lucu juga semangat karena pakai snar drum khas marching. Tenor dan sopran-nya juga penuh penghayatan dan dilakoni cerita di lagunya, jadi kayak suguhan setengah opera.

Musikverein

Aku paling suka pas lagu Figaro! Hahaha… nih lagu kan udah dari SD dulu aku dengerin, eh sekarang nonton langsung, senangnya… tapi gembira aja, karena lagunya itu kan terkesan serius tapi berbau komedi. Emang enak ya kalau kita nonton konser orkestra yang kebanyakan lagu – lagunya udah kita tau, jadi bisa sangat menikmati. Konser selama hampir 2 jam itu ditutup dengan lagu march khas Austria.

Wiener Mozart Orchester

Terimakasih atas melodi – melodi yang indah. Alhamdulillah… mari kita coret dari list, impian yang satu ini: “Nonton konser orkestra di Vienna”, karena sudah tercapai. Nyo sekarang bisa bobo dengan tenang… J