To Japon..Jepun..Japan..(Day 1)

 

9 JULY 2010

Setelah tiba di Indonesia tanggl 3 Juli dan tanggal 4 Juli-nya ultah papa (lho?), tanggal 5 Juli mulai urus visa ke Jepun dan Alhamdulillah jadi hari kamis dan Jumat-nya langsung berangkat deh. Hoo…dadakan dan cepat yah prosesnya. Kok tiba – tiba ke Jepang?? Hehe, emang agak mendadak sih gara-gara ngeliat rencana anak-anak AXLers pada mau kumpul disana ber4, kan jadi mau juga kesana mumpung lagi ada teman disananya gituh sekalian reuni. Lagipula lagi ada paket murah Tiket+JR Pass yang ditawarkan dari **** jadinya 1 orang jatohnya total sekita 900 US$ udah komplit transport bolak2. So, kapan lagi, yuks ah.. :p

Sampai di Jepang hari Sabtu 10 Juli pagi, langsung naik Narita Express dari bandara ke Tokyo Station, kebetulan hotelnya emang dekat stasiun itu. Taruh koper2 sebentar di hotel dan cabut dah ke Asakusa. Disana tentu saja melihat Sensoji dan Kannontemple. Berhubung baru juga keluar stasiun jalan jauh ternyata nyasar, mana bahasa Jepang ku terbatas *sangat*, buta huruf Jepun pula (cuma Hiragana katakana yg masih inget2 sedikit, jiaahh…). Eh, kesalahan ada padaku euy, saat membaca peta, belok kanan jadi belok kiri, yaahh… semakin menjauh dunx.

Doraemon depan BANDAI

Berhubung posisi sekarang sudah jauh dari Sensoji, maka beralih dulu ke kantor BANDAI. Yups, di depan kantor BANDAI ini lengkap ada  miniatur patung-patung dari tokoh film/animasi Jepang. Contohnya adalah Bangkuman, Doraemon, Gundam, KamenRider, Ultraman, dsb. Aku sih ngincer-nya si Doraemon nya aje.. tapi lucu yah foto-foto disana, karena sudah merepresentasikan semua karakter Jepang terkenal (tapi kok gak ada si Oshin?) :p

BANDAI

Dari sana baru ke Kannon Temple yang ternyata peunuhhhh…bo!! Mungkin karena hari Sabtu, jadi banyak turis ditambah yang mau ibadah. Temple ini terkenal dengan ciri khas gerbang yang berwarna merah, selain itu untuk masuk ke Sensoji temple kita harus melewati semacam pasar yang menjual aneka rupa, sepanjang 250 meter! HOsh…dan saat itu super berdesakan saking rame-nya orang belanja.

Shopping Arcade

Waw, ditambah lagi cuaca Tokyo yang sangat panas dan lembab, membuat badan jadi terasa lengket-lengket, yay!! Rasanya saat di Tokyo, jadi boros beli aneka minuman dari mesin, saking DEHIDRASI-nya… mulai dari Vit.C, Pocari Sweat, Calpico, dsb. Kalo beli macem2, Nyo masih kagok nih make bahasa Jepun-nya. Pernah juga karena udah korslet dan buaru2, malah setelah beli, Nyo bilang ke penjualnya gini, “ARITOGA..”. Jiaaahh… si penjual-nya bingung, ngemeng epe nih?? Buru2 koreksi, “Arigatou..”   ( _____’ )

Kannon

Dari Asakusa, menggunakan JR Pass menuju ke Shibuya, hmm… ini agak jauh yah perjalanan hampir 30 menit. Disana, lagi – lagi PADAT, apalagi di area scramble crossing, yaitu zebra cross yang bejibun orang dan banyak persilangannya.

Scarmble Crossing, Shibuya

Di Shibuya, yang dicari orang adalah the famous Hachiko statue atau the faithful dog yang rela menunggu si majikan seumur hidup. Sekarang patung Hachiko ini lebih sering digunakan orang sebagai patokan untuk tempat bertemu, meeting point favorit gitu deh.

Hachiko

Jam sudah menunjukkan jam 2, oh no..kok aku ngerasa travel di Japan ini abis waktu di transportasi dan muter2 di underground-nya yah?? Dan juga desak-desakan saking banyaknya orang, plus lembab.. walaupun tak sesuai rencana yang di Shibuya, kita langsung berganti menuju Harajuku yang letaknya tak jauh dari Shibuya dengan menggunakan JR Pass.

Kukira Harajuku bakal penuh dengan cosplay, mungkin karena bukan hari Minggu yah? Tapi ada sih beberapa yang dandan plus pake baju cosplay ala Victorian, keren.. Tapi bener dah, di Harajuku rasanya semua orang itu MODIS-nyaaaa… wuiihh, serasa liat peragaan busana berjalan dimana-mana. Kok mereka tuh pake baju apa aja dan make-up apa aja rasanya cocok yah, cute…waw… ^^

Meiji Jingu procession

Tujuan di Harajuku kali ini adalah mengunjungi Meiji Jingu shrine, yaitu kuil yang berasal dari kekaisaran Meiji dan saat ini masih aktif digunakan untuk sembahyang. Memasuki kawasannya, sudah disambut dengan gerbang khas kuil yang besar dari kayu. Lalu harus berjalan ber-kilo-kilo (lebay) sampai akhirnya melihat Meiji Jingu shrine-nya, melewati bermacam garden, preservasi sake dan wine Prancis, gentong2 bergambar Jepang, dsb.

Saat sampai disana, pas banget lagi ada ritual sembahyang-nya, tapi gak boleh difoto. Ada musik kayak Beduk gitu, lalu 1 orang ksatria jalan bawa tongkat besar. Orang-orang yang ingin berdoa melemparkan koin dulu ke depan, lalu di ‘panggung’nya ada orang yang berpakaian putih-putih sedang melakukan ritual. Gerakannya seperti berjalan samping, mundur, depan, gitu…Pas Nyo keluar eh ada rombongan para peritual tersebut lengkap dengan kostumnya. Hoho, keren… Pas di luarnya lagi, eh ada sepasang pengantian lagi foto dengan baju kawinan-nya khas Jepang, lucu deh..😀

Foto Wed ala Japan

Di Meiji Jingu ini juga ada wish list yang terbuat dari kayu dan digantung-gantung. Saat keluar dari shrine, melewati jalan jauh yang tadi tiba – tiba Nyo mendengar sesuatu. Lho, kayaknya familiar deh… apa itu?? Dang-Dut-Dang-Dut.. lho, musik dangdut toh?? Lagunya Bang Thoyib pula!! Lha, kok bisa, piye iki?? Hahaha… usut punya usut ternyata lagi ada Indo Fest yang berlangsung di Yoyogi Park, tak jauh dari lokasi Meiji Jingu.

Harajuku

Mumpung di Harajuku, mending jalan – jalan aja menyusuri jalan Omotesando. Wew, ternyata jauh euy jalan sepanjang itu. Ada Omotesando Hills yang terkenal dengan fashion – fashion merk ternama. Aih, ndak ngarti dah.. tapi sepertinya saya tidak begitu tertarik karena kok dari tadi isi-nya toko – toko high fashion (and high class and high money) melulu. Bosen ah….dan ngeliat orang di depan juga udah kayak gak berjeda, banyak banget 😦

Dari Meiji Jingu, naik subway ke Yoyogi. Subway ini tidak termasuk dalam JR Pass, jadi kita harus beli SUICA pass untuk metro, bus, subway bahkan juga bisa sebagai kartu belanja di kawasan Tokyo dan bisa direfund kelak jika kita udah gak gunain lagi. Lumayan sih beli ini, secara gak semua objek wisata itu bisa diakses dengan dekat jika jalan kaki dari stasiun JR.

Kok ke Yoyogi? Yeps, of course dong mau mengunjungi Tokyo Camii atau masjid Tokyo yang terkenal itu. Dengan nyasar2 dan jalan tak tentu arah sana-sini, juga bertanya dengan bahasa Jepang seadanya (dan ternyata masyarakat disini respon-nya sangat baik mengenai Tokyo Camii, pada tau dan respon baik), akhirnya sampai juga di Camii ini. Hoaahh… Subhanallah bagus yah.

Tokyo Camii

Tokyo Camii ini seperti replika dari Blue Mosque di Istanbul, Turki berhubung yang membangun juga emang komunitas Turki di Tokyo. Jadi ingat saat kunjungan ke Blue Mosque 2 tahun lalu (Juli 2008, waw sudah lama yah). Oia, ternyata ada juga ya warga Jepang asli yang sholat disana. Tadi saya bertemu dengan muslimah Jepang pakai jilbab rapi deh, naik sepeda mau sholat di Camii, Subhanallah… Desain exterior dan interior masjid ini indah dihiasi dengan kaligrafi2 dan ukiran.

Yang berbeda dengan Blue Mosque sepertinya proporsi keramik biru (tentu Blue Mosque lebih WAH dan dari zaman dahulu kala buatnya) dan lampu gantung di interior masjid. Masjid ini juga dibuka untuk umum, mungkin juga bisa dianggap seperti objek wisata yah, tentunya orang yang masuk walaupun Japanesse harus pake kerudung dan baju tertutup. Setelh sholat di Tokyo Camii yang menawan, kembali melanjutkan perjalanan kembali ke stasiun Tokyo untuk cek in hotel dan istirahat.

Jam setengah 7 kembali jalan ke Harajuku untuk bertemu dengan kawan – kawan yang bermukim di Jepang (entah karena kerja, kuliah, ataupun dsb) di Indonesia Festival, Yoyogi Park. Whoaa.. ternyata Yoyogi Park-nya loas sehingga agak ribet untuk ketemuannya, apalagi Nyo baru aja nyampe di Tokyo dan masih gak familiar dengan selak-beluk disini.

Wah, festivalnya udah mau tutup ternyata berhubung udah mulai dari tadi siang dan sebagian stall makanan khas Indonesia sudah ludes diserbu pembeli. Tapi, hampir semua Indovers di Tokyo ini sudah berkumpul, dan juga para teman -teman AXLers ku (3 mosquitoes!! haha), ada yang dari Elektro ITB 04, ada yang dari EL ITB angkatan atas dan bawah (kebanyakan), ada yang dari AXL 8 angk.bawah, ada juga yang sedang kerja, dsb. Fufufufuf…. RUAMEEE dah, dan jadinya malah kenalan2 deh.

Kumpul2 Indo

Dari IndoFest, kita semua pada mau makan di resto Pakistan (lho, kok jauh2 ke Jepun jadi makanan khas India begini? Hoo… nyari yang halal tho, hehe..). Nyo mesen roti cane garlic yang surprisingly guedhe banget dengan kari kambing spesial yang sooo… yummy!! Dari siang gak makan jadi kalap deh, enyakk.. :g . Lebih enaknya lagi dunx, ternyata ditraktir bo sama para tuan rumah!! Waaahh…….. jadi GAK enak nih.. -__-;. Makasih..makasih…

Lalu, ber-21 orang tersebut (banyak nyo…) pada foto2 bareng dan saat pulang tak terasa udah jam 11 malem dari stasiun Shinjuku. Katanya sih stasiun Shinjuku ini adalah stasiun paling padat, walaupun gak seluas stasiun Tokyo, tapi tiap harinya 3 juta orang berkumpul disini untuk transport kesana-kemari. Saat malam tiba pun di luar stasiun itu ada para tuna-wisma yang mulai menggelar kardus2, koran dan kasur untuk persiapan bobo. Heuu… baru nyadar aku di Tokyo juga banyak para gelandangan ya, walaupun rasanya koran dan kardusnya lebih keren karena dibentuk ala rumah-rumahan dan kasur+karpetnya warna-warni  :p