Kyoto Tour and Gion Matsuri (Japan trip – end)

14 – 15 JULY 2010

Pagi ini ikut morning Tour keliling Kyoto, setelah cyape ber-subway dan bus ria. Tapi sepertinya lebih cepat naik subway yah di Kyoto walaupun agak ribet keluarnya, harus benar keluar dari nomor mana nya agar gak muter – muter di atasnya ntar, sedangkan bus itu lama nunggu nya + lama jalannya karena banyak berhentinya, tapi langsung bisa jalan ke tempat tujuan lebih dekat. Kali ini morning tour dari Sunrise tour berlangsung dengan tepat waktu (jepun gituh) walaupun disertai hujan badai.

Objek pertama yang dikunjungi ada Nijo-jo. Nijo castle ini adalah istana dari kekaisaran Tokugawa, di dalamnya terdapat gallery yang lengkap dengan lukisan – lukisan khas Jepang di dindingnya, seperti lukisan macan, bambu, dsb, yang terkenal itu.  Memasuki gallery di Nijo-jo, kita tidak boleh mengambil foto tapi bisa menikmati alur cerita sejarahnya tentunya dengan sebelumnya melepas alas kaki dulu yah pas masuk.

Nijo-jo

Ada salah satu ruang yang bersejarah yang sekarang dibuat patung – patungnya yang menggambarkan peristiwa saat itu. Di ruang inilah, the Last Shogun Tokugawa menyerahkan jabatannya, hiks..hiks… serasa balik jadi ke zaman Samurai-X Ruroni kenshin gini menyaksikan nya. Saat itu kaisar terakhir Tokugawa yang terkenal ‘kolot’ tradisional dan banyak para ksatria samurai, mengundurkan diri dan mulai dari situlah dimulai era Meiji. Zaman Meiji, Jepang berubah menjadi modern, masuk budaya asing sehingga ke-Barat-barat-an, dan perkembangannya cepat pada restorasi Meiji. 

Dari Nijo-jo beralih ke Kinkaku-ji, atau GoldenPavilion yang merupakan semacam landmark Kyoto ini. Wah, senang sekali aku, karena inilah yang aku tunggu – tunggu…!! Guide menjelaskan bahwa pavilion ini dibangun oleh raja dan pada lantai 2 ke atas itu terbuat dari emas, dan dikelilingi oleh danau, wew…pasti indah yah. Hujan deras masih belum berhenti, dan malah bertambah deras. Sampai juga di parkiran Kinkaku-ji, namun saat akan masuk diberhentikan oleh petugas disana.

Lho?? Ono opo iki? Hwaaa…. ternyata Kinkaku-ji DITUTUP hari ini, tidak ada yang boleh masuk karena terendam oleh air!!! Gyaaahhh……… bisa membahayakan pengunjung sehingga terpaksa dengan berat hati tour membatalkan kunjungan ke Kinkaku-ji.. T__T. Huhu, objek yang paling aku mau lihat justru gak kesampean, yah, bukan rejeki. Aneh ya musim kali ini anomai, katanya guide baru kali ini dia sepanjang disana mengalami yang namanya Kinkaku-ji ditutup gara – gara air meluap. Juga, di area Kansai dibawah Kyoto sudah banjir oleh hujan deras terus – menerus.

Maka, tour mengganti dengan berkunjung ke objek lain, yaitu Rock Garden. Nyeh? Apa itu? Katanya sih Rock Garden ini merupakan bagian dari kuil Buddha Zen dan digunakan untuk meditasi. Uniknya jumlah batu di taman tersebut ada 15 buah karema merupakan jumlah penting dalam ritual mereka, apapun saya tidak mengerti. Menyusuri danau, melewati lembah, masuk ke taman, dan ke bagian intinya, Rock Garden langsung KAGET!!

Kukira bayanganku tuh taman dan danau dan ada batu2 untuk loncat – loncat latihan ala Ninja HATORI. Eh, ternyata….. krik…krik..krik…….. zzziinggggg………… Rock Garden beneran CUMA batu. 15 batu besar dengan bawahnya batu – batu putih kerikil. Haduh, garing lha..!! ampe si bule-nya gak ada kerjaan bingung akhirnya ngitungin berkali-kali jumlah batu.. ( ____’)

Rock Garden

Setelah dari Rock Garden, ke Kyoto Imperial Palace. Disini masih aktif digunakan untuk gedung pemerintahan sehingga saat masuk pun harus melewati pemeriksaan polisi Jepang. Isi-nya luas sekali dan ada bermacam bangunan khas Jepang yang tradisional. Ada juga taman khas Jepang, tapi lebih bagus yang di Nara sih menurutku. Sayangnya, hujan bertambah deras sekali sehingga tidak bisa mendengar jelas guide dan tidak bisa explore semua bagian. Jadi aja, balik lagi ke bus untuk berangkat lagi ke tujuan terakhir, yaitu Kyoto Handicraft Center. Hwuuu… mahal-mahal bo…

Imperial Palace Kyoto

Daripada bengong, sayang mumpung udah di Kyoto Handicraft Center mending menggunjungi Ginkaku-ji alias Silver Pavilion yang letaknya bisa dicapai dengan bus dari sana. Untuk bus di Kyoto, ada bus NAVY umum warna hijau dan ada juga bus ROKU khusus turis ber nomor 100,101,102. Nah, menurutku sih lebih enak dan feasible naik bus turis karena hanya berhenti di tempat-tempat wisata saja jadi gak abis waktu dan juga bisa pakai bahasa Inggris, enak deh… ada guidance-nya juga.

 
Ginkaku-ji

Silver Pavilion ‘sodara’nya Golden Pavilion, yang gak kalah juga apiknya, walaupun gak pake emas, hiks… tapi view-nya indah ya, adem gitu apalagi abis hujan. Untuk ke atasnya sebelum bisa foto dengan latar belakang Ginkaku-ji yang bagus, perlu tenaga ekstra menaiki tangga – tangga batu yang lumayan curam, hehe… :p

Setelah puas dengan ke-asri-an Ginkaku-ji, dengan bus 100 menuju ke kawasan Gion, tepat berhenti di depan Yasaka Temple. Sebenarnya tadinya mau ke Fushimi Inari Shirne tapi berhubung hujan dan jauh lagi harus ke Kyoto Stastion lalu naik lagi ke arah Kinsetsu Nara segala, udah gitu sampai kesana cuman pedesaan dan gerbang2 merah, hufff… nampaknya gak jadi deh, udah tepar duluan. Mendingan kita explore Gion yang indah lagi yah dan belanja!! hihihi…….

Yasaka

Kuil Yasaka ini berwarna merah putih dan di dalamnya banyak jualan, juga saat itu ada pertunjukkan nyanyian ‘humming’ oleh para biksu Buddha. Sebenarnya tujuan ke Yasaka kan mau nyari si becak Rickshaw Ebisuya, berhubung tante ku punya kupon diskon untuk naik itu, lumayan dipake buat keliling – keliling Gion yah. eh, ketemu deh si becak di belakang Yasaka. Oia, si Rickshaw ini bisa ditemui di dekat objek – objek wisata seperti temple2 di Kyoto, maupun di Tokyo (Asakusa). Nah, kalau di Kyoto itu fokusnya di area Higashimaya.

Jadi juga deh naik rickshaw selama 30 menit muter – muter Gion. Hmm… Alhamdulillah, bagus ya pemandangannya dan yang narik kuat sekali!! Selama perjalanan, ia menjelaskan mengenai tempat – tempat yang dilewati. Dengan view khas Gion, beberapa temple dilewati seperti Kanni Temple yang dikelilingi oleh pohon teh ocha. Lalu, ada juga menara Yasaka yang juga merupakan pagoda bertingkat. Yang lucu, ada temple dimana diatasnya gerbangnya ada pahatan batu 3 monyet yang menutup telinga-menutup mata-menutup mulut. Hoo.. baru tau asalnya dari sini toh.. ^^

Rickshaw Ebisuya

Si penarik Rickshaw-nya juga bisa bahasa Inggris dan pas ngobrol – ngobrol ternyata lebih mudah dari aku, umurnya baru 21 tahun. Yang aku kagum tuh kekuatan mereka nariknya lho, ampe ke jalan raya sampai pas turunan juga bisa dikendalikan. Tur Rickshaw selesai di jembatan Gion yang estetik… Dari sana langsung deh jalan ke Shijou untuk belanja – belanja, lalu menyusuri Shopping Arcade-nya untuk belanja oleh – oleh murah.

Hoho, dapet kimono murah lho… lengkap dengan obi serta bakiak jepang itu gak nyampe 4,000 Yen. Nampaknya bagus nih buat dipake ntar malem ke Yoiyoiyoiyama Gion Matsuri! Selain itu lanjutan arah horizontal dari Shopping Arcade, dekat Ryokan kita adalah Nikishi Food Market. Pasar ini panjang berjejer di gang dan jualan macam – macam. Wah, ku sarankan untuk beli oleh – oleh makanan kayak Snack ringan tuh lebih baik disana karena murah!! Hahahaha… ^^

Nikishi Food Market

Udha gitu, tiap kita tanya apa ada Butaniku (babi) atau arukohoru (alkohol) dalam kandungan snack-nya, dibaca-in dulu sama penjualnya dan diteliti dengan seksama. Banyak Yatsuhashi, bumbu-bumbu Jepun, asinan, dan pack2 buah khas Jepang dijajakan juga disana, macem2 deh baunya juga, tapi senang karena semuanya tradisional..🙂

Sampai di Ryokan, langsung bersiap – siap untuk turut meramaikan bagian dari Gion Matsuri. Sebenarnya Gion matsuri ini berlangsung selama bulan Juli di Kyoto, namun puncaknya adalah pada tanggl 17 Juli dimana ada pawai keliling jalan ruas utama pada pagi hari. Sedangkan pada tanggal 14 Juli = Yoiyoiyoiyama, 15 Juli = Yoiyoiyama, 16 Juli = yoiyama, yg semuanya dilakukan malam hari. Dalam 3 malam mennjelang acara puncak itu jalanan ruas utama Kyoto ditutup untuk pejalan kaki.

Kimino-an bareng cewe2 Jepun, hihih.. mirip gk?? ^^

Jadilah dengan susah payah make kimono mengikuti petunjuk pemaikaiannya. Pakai yukata dalamnya sih oke mudah, tapi pas giliran pakei obi: Arrrgghhh……..susah banget!! RIbet gak ngerti gimana melilitkan dan ngebuat pita dibelakang. Akhirnya, karena sudah menyerah, gak pake pita di belakang obinya, hanya di uwet2 gak keruan seadanya. Udah takut aja kalo ditegur nenek2 Jepang gara2 salah pake kimono dan obi nya tapi untungnya ampe akhir gak ada yang ngeh, hehe.. ^^)v

Sepanjang jalanan Shijou dan Karasuma hanya untuk pejalan kaki dan benar-benar dipenuhi oleh orang – orang. Sebagian besar adalah anak muda yang menggunakan kimono dan sangat stylist. Lengkap dengan tatanan rambut, make up serta kimono yang sangat indah, ada juga kimono gaul yang ber-renda2 dan pendek serta modifikasi kerahnya. Yang cowok juga kayak Dragon Ball semua rambutnya, pada warna-warna disasak ke atas, terus pake kimono-nya, keren daaahh…….. udah kayak ngeliat peragaan busana gratis di ruang terbuka 😀

Wow, kedai cumi bakar gede... yummy.. :g

Di beberapa spot jalanan tersebut terdapat float, yaitu kendaraan hias yang rata – rata beratnya 12 ton untuk dibawa dan ditarik orang-orang yang berpartisipasi dalam Gion Matsuri pada tanggal 17 Juli nanti. Katanya sih menakjubkan saat orang – orang membawa float yang berat ini pas belokan, karena bisa terlihat jelas detail strukturnya. Float ini ada puluhan dan bentuknya macam-macam, diletakkan disebar di jalan – jalan tertentu. Kita bisa naik ke atas dan ke dalam kendaraannya, tapi antri juga sih.. indah ya dihiasi lentera2.

Yang asyik di event ini adalah banyaknya food stall macam- macam makanan di gang  – gangnya. WHoaaa…. mulai dari cumi guede, empal bakar, takoyaki, okonomiyaki, dsb dsb gak tau namanya yang pasti melimpah. Nyo beli cemilan stik timun Jepang, haha, sok diet.. :p . Lucu juga bareng – bareng jalan banyak pada pake kimono jadi gak malu. Oia, ada kejadian lucu.

Float Gion Matsuri, Kyoto

Pas aku lagi di pinggir float, tiba – tiba melintaslah beberapa orang lagi ngobrol, pas didengar eh ternyata orang Indonesia, mereka ngomong gini sambil melihat ke aku, “Eh eh liat deh itu, ada orang Jepang tapi muslim yah..”. Lalu mereka berlalu lagi. Whoahahahhaaha……. :)) . Jadi pengen ngakak, padahal kan aku juga orang Indonesia, ngerti  yang mereka bilang, kok disangka orang Jepang sih? Emang mirip gitu? xD

Setelah capek ngider – ngider pake bakiak Jepang, kembalilah ke Ryokan, hoahm… beautiful night… besok harus kembali ke Tokyo, meneruskan sisa jalan – jalan dan belanja.

15 July – di Tokyo, hanya ngider – ngider si Akihabara, survey harga, masuk – masuk ke toko tokyo costume cosplay, liat barang2 elektronik tanpa membeli, haha… beli suvenir sih beberapa. Terus ke Shibuya, nemu si YUI, poster nya doang di depan toko kaset. Tapi Shibuya nampak agak riweuh yah.. jadinya menghabiskan sisa hari itu sore sampai malam di Shinjuku, menikmati skycraper nya dan bersiap – siap untuk pulang ke Indonesia besok. fufufufufu…. Bubye Japan..🙂

Shinjuku