Rusa Nara dan Makan2 Osaka

13 JULY 2010

Pagi ini berangkat ke Nara dari Kyoto, berhubung kalau menggunakan JR Nara itu stasiun di Nara-nya jauh dari Nara Park (harus berjalan sekitar 20 menit-an untuk sampai), jadinya memilih untuk beli Nara Express Kinsetsu. Memang mahal sih, tapi daripada ntar nyasar dan ngabisin waktu. So berangkatlah dari kyoto menuju Nara yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 40 menit (cepet karena Express berhenti-nya dikit).

Sampai di Nara ternyata hujan euy!! Hwaa…. jadi aja setiap foto pake payung dan rusa – rusa-nya juga pada minggir. Objek yang dikunjungi pertama adalah Kokufuji, yaitu 5-stories-pagoda yang letaknya tidak jauh dari stasiun Kinsetsu Nara, hanya sekitar 5 menit jalan.Di sekitar sana juga ada banyak temple, tapi yang paling diminati orang untuk dikunjugi adalah Todaji karena besar dan tinggi. Sayangnya, Nyo gak kesana karena harus melintasi Nara Park sampai ujung ber-kilo-kilo jalannya malas deh… xD

Kokufu-ji Nara

Sepanjang jalanan di Nara adalah taman-taman yang selalu ada rusa bertanduk, jadi saat kita berjalan tidak terasa bosan. Tujuan berikutnya adalah Isuein Garden yang terletak diseberang Nara Museum. Kenapa kok malahe ke garden? Yah, pengen liat taman Jepang aja gituh, kan asri dan indah pasti desainnya. Bagi turis asing, masuk ke Isuein Garden ini gratis dan bebas foto – foto.

Isuein garden

Hujan sudah agak reda sehingga bisa menikmati ke-asri-an taman Jepang lengkap dengan rumah – rumahan ala Joglo (?) nya, danau, serta bonsai – bonsai. Indahnya yah… serasa balik ke taman Eyang, dimana pada era 80-an desain taman khas Jepang ini populer di Indo katanya. Adem deh ngeliat landscape taman yang tertata apik..

Berjalan dari Isuein Garden, melihat rusa – rusa bertanduk sedang menyeberang jalan raya!! Hohoho… ternyata rusa – rusa gak hanya bebas berkeliaran di taman, tapi juga sampai ke jalan raya! hehehe… kenapa di Nara banyak rusa? Katanya sih, tanduk rusa itu bisa berfungsi sebagai obat bagi orang Jepang sehingga tetap dipelihara. Namun, untuk mengambil tanduknya ini harus ditunggi dulu sampai tanduk si rusa rontok dan ber-regenerasi,, gak boleh diambil secara paksa.

Nara Deer

Nyo mencoba memberi makan rusa bertanduk disana, awalnya sih beneran takut!! Kan serem diseruduk (emangnya banteng Spanyol??hehe..) atau digigit. Tapi Nyo cuman bawa roti (sisa di pesawat), padahal rusa itu senangnya Senbe atau kue beras. Ya gapapa deh, suka atau gak terserah. Eh, ternyata si rusa MAU dung makan rotinya, ambil ke tanganku.. Oouucch, takut aku, eh, mulutnya empuk lho!! Dikunyah ampe abis rotinya, dan yang lucu ini… setiap dia ambil dan makan sepotong roti dari aku, selalu setelahnya ‘mengucapkan’ terima kasih dengan cara menganggukkan kepalanya ke bawah. Mirip orang Jepang deh!! Mungkin emang diajarin (atau niru) orang Jepang membungkukkan badan saat terimakasih ya…. luccuuu……… ^^ . Ramah dan jinak ya rusa – rusa di Nara!! Wish I had more bread or rice cracker.. T__T

Waktu sudah menunjukkan tengah hari sehingga harus bertolak menuj Osaka. Dari Nara ke Osaka bisa naik Kinsetsu ke Namba terus lanjut dengan JR Osaka Loop. Tujuan pertama di Osaka adalah Osaka-jo atau Osaka Castle. Stasiun paling dekat dengan objek tersebut adalah JR Osaka-jo Koen, tinggal jalan walaupun harus nanjak – najak. Maklumlah, letak castle ini kan diatas bukit. Antik sekali karena castle ini dikelilingi oleh gedung – gedung pencakar langit  modern tapi tinggi nya juga GAK kalah sama gedung2 tsb. Keren…

Osaka-jo

Di sekitar Osaka-jo dibatasi oleh sungai (atau parit) buatan dan tembok yang tinggi. Selain itu ada juga taman bonsai kecil di depannya. Yang lebih menyenangkan adalah banyak tukang jualan makanan,salah satunya ada kedai Takoyaki. Rasanya kalau ke Osaka tanpa makan tuh percuma deh, karena makanan Jepang kan paling enak2 katanya disini. So, kita beli aja Takoyaki di kedai Osaka-jo yang harganya 400 Yen.

Takoyaki Osaka

Waw, BEDA banget sama yang di Indonesia…!! Takoyaki-nya lebih besar dan whoaa…gurita-nya itu gede2 banget isi-nya!! Rasanya juga pol dah!! Lezat sekali…. ini Takoyaki terenak yang pernah ku makan…  T__T . Langsung abis dalam sekejap deh tuh Takoyaki, hehehehe………. yummy… :g

Dari Osaka-jo lalu ke Dotonburi di Namba dengan JR. Waw, bagi pecinta makanan pastinya harus ke Dotonburi yah!! Namun, saat tiba di Namba-nya agak bingung keluar stasiun karena di dalam underground stasiun-nya tuh udah kayak kota sendiri, beuhhh….. gak abis2 rasanya dan agak bingung di Namba Walk-nya. Berhasil juga nyampe Dotonburi langsung disambut dengan toko yang berornamen kepiting raksasa di atasnya. Lucu..

Dotonburi

Sepanjang Dotonburi makanan aja, mulai dari Takoyaki, King Crab, restoran2 dengan gambar/patung animasi yang lucu – lucu ornamennya, sampai ikan Fugu. beuh.. gak berani ah tapi kalau makan di restoran Ikan Fugu, walaupun dikata udah bersih dari racun yah, kalau tiba – tiba masih sisa kan bisa langsung mati. Lucu sih hiasan gantung ikan Fugu karena gembung, gembul, terbang, hihihi….. ^^ . Mending kita nyobain Okonomiyaki, atau disana sering disebut Japanesse Pancake.

Okonomiyaki

Salah satu resto Okonomiyaki yang enak adalah dimana kita bisa ‘masak’ sendiri Okonomiyaki-nya. Ada tempat buat manggang-nya di meja walaupun gak benar – benar masak dari awal sih, tapi kan menarik ajah.  Oia, kata kunci di Jepang yang penting tuh buat makan2, misalnya Babi = buta-niku, atau kalau gak makan dagingnya pilih aja yang ikan = sakana, atau gurita = tako, atau udang = ebi. Okonomiyaki-nya enak tapi rasanya porsi nya terlalu besar buatku, jadinya gak abis dah…. :p

Tadinya mau ke Amerikamura yang bisa dengan jalan ditempuh dari Dotonburi tapi kok rasanya males yah liat Amerika2an disana. So, perjalanan berlanjut mencari restoran Sushi muter 100-yen-an yang letaknya tak jauh dari Stasiun Namba. hoaa… nyasar berkali2 (kok dipikir2 aku banyak abis waktu di nyasar2 yah? T__T) , akhirnya ketemu juga pantesan gak keliatan ternyata di lantai 2 toh restorannya, gak kebaca!!!😦

Waaahh……. keren deh resto-nya canggih, dengan meja sushi yang muter, kita tinggal pilih menu-nya melalui layar touch screen di meja kita, disertai pula menu bahasa Inggris jadi ya kita bisa ngerti dong. Nyo paling suka sushi salmon yang ada telur ikan-nya, waaa…. enak sekali meletus2 dimakannya!! Hati – hati dengan wasabi-nya, beuh.. lebih  tajam dibanding di Jakarta! Dikit aja udah bikin mata melotot dan hidung berair, hahaha… ^^

Sushi-muter 100-yen

Selain menu tersebut, juga ada sushi Unagi yang lembut, ada sushi kuda laut ( gak berani nyoba tapi), juga ada sushi tempura, dsb. Enak – enak deh… kayaknya nih restoran sushi 100-yen an aku kasi Highly recommended dah! Udah murah gak bikin kantong jebol, ada bahasa Inggris-nya, rasanya wuenak, tempatnya bagus dan menunya variatif sekali. TOP!!!😀

Kenyang makan – makan di Osaka, pulang deh ke Kyoto naik JR. Hosh… ini dia kelemahan naik JR, memang kereta api listrik sih, jadinya kecepatan rendah dan berhentinya lama banget dimana – mana, so perjalanan sekitar 1 jam -an deh. Sebenarnya ada juga naik Shinkansen tapi harus dari Shin-Osaka dan belum tau jadwalnya. Tapi senang sekali hari ini mengunjungi area Kansai yang lain.. ^^