Petit Théâtre – Creusot

Setelah hampir 1 bulan di Le Creusot, baru week-end ini (karena 2 week-end yang lalu ke Tonnere dan Dijon) berkunjung ke Chateau de la Verrerie. Katanya minggu pertama awal bulan tiketnya gratis, eh kok ternyata bayar untuk student 3,8 EUR. Hmm.. yasulah udah terlanjur. Sebenarnya agak malas juga sih berkunjung ke tempat chateau semacam ini. Mau-nya cuman liat teater unik yang berbentuk cone itu, tapi ternyata harus beli tiket untuk museum juga.

So, sambil nunggu tur teater-nya, lihat – lihat dulu ke gedung utama Chateau –nya yang juga sebagai museum. Jadi inget tahun lalu, Vibot Induction night kan disini. Pas masuk ke dalam, susunan ketika chateau dipakai sebagai museum dan jika dipakai kalau ada acara beda, jadi pangling. Heran juga ya… yang tempat banquet dulu ternyata ruang tempat penyimpanan batu2 purbakala dan mesin – mesin zaman dahulu. Cyape pasti mindahin-nya.. Di museum itu jadi tau kalo Le Creusot emang kota kecil tapi merupakan pusat industri, tukang2 insinyur, bahkan juga salah satu komoditinya adalah Kristal.

Mari kita ikut tur ke teater unik. Wah, ada beberapa orang Prancis yang juga antri depan pintunya lho. Ada juga ya peminatnya? :p . Sebagai overview, di kompleks Chateau ini di depan kanan dan kiri secara simeteris, terdapat 2 bangunan kerucut. Apakah itu? Salah satunya adalah teater dan satunya lagi dipakai untuk pameran lukisan temporal. Saat masuk di dalam teaternya, pasti komen pertama adalah.. imuuuttt…..:)

Thatre Kembar Tampak Luar

Teater ini tempat duduknya cuma sekitar 8 baris dan di belakang nya adalah seat VIP. Bentuknya melingkar dan kecil deh. Tapi langit – langitnya tinggi  dan mengerucut di atasnya, dihiasi dengan lukisan – lukisan khas. Panggung nya setengah lingkaran mungil di bagian depan, imut lah.. kayaknya kalo orkestra gak bakal muat tuh, paling juga buat chamber aja max.6 orang mungkin. Yang menarik, akustik-nya bagus.. pilar – pilar dalam teater ini memantulkan suara sehingga seat VIP yang di paling belakang justru mendapatkan sound yang paling mantap.

Mau tau cerita di balik teater ini? So, zaman dulu Le Creusot memang terkenal dengan hasil Kristal-nya. Bangunan kerucut ini tadinya merupakan tempat untuk memanaskan dan memroses Kristal – Kristal tersebut. Namun, setelah perang, ekonomi Prancis mulai memburuk dan Le Creusot kehilangan daya jual Kristal-nya. Karena bangkrut dan tidak memproduksi Kristal lagi, maka diubahlah bangunan kerucut ini menjadi teater.

Kenapa teater? Jadi, zaman dahulu si Marie Antoinette, yang mana kita ketahui adalah keturunan dari kerajaan Austria (haha, baru tau pas mengunjungi museum di Vienna) senang sekali menonton pertunjukan musik atau teater. Disulaplah tempat pemanggangan Kristal menjadi teater kecil yang unik nan cantik. Secara rutin Marie Antoinette datang ke desa ini untuk re-freshing nonton. Oleh karena itu, di langit – langit juga ada lukisan bergambar putrid tersebut. Yep, kalo gak salah terjemahin sih kira – kira begitu penjelasan guide-nya dalam bahasa Prancis. Maklum2, masih abal – abal nih ngertinya…

Dalam Petit Theatre

Tapi yang aku heran adalah ruang bawah tanah si bangunan kerucut itu, kok luas yaah… Pas di bawahnya adalah ruang back-stage yang juga berbentuk lingkaran dengan ruangan – ruangan kecil di sekeliling-nya. Sayang sudah kurang bagus karena gak terpakai lagi. Tapi jangan dibandingin sama Wiener Staatoper ya, jauh, hehe… Di sisi sebelahnya lagi ada ruang generator. Masih tersimpan panel – panel listrik zaman kuda gigit besi *halah* dulu yang kayak di film klasik Mickey Mouse. Fungsi-nya lebih banyak untuk mengatur lighting di panggung. Sekian lah tur ke teater kerucut.. J

Panel Listrik Kuno

Bawah tanah dari kompleks teater dan bangunan museum dan Chateau-nya juga ternyata dihubungkan dengan tunnel. Wah, kayak di keraton zaman dulu dunx… karena zaman dulu ada banyak orang yang kerja disana, sehingga lebih mudah untuk mendistribusikan pasokan makanan dari dapur umum ke bangunan2 lain atau pun material dengan tunnel bawah tanah ini.

Ada lagi museum tentang perkembang teknologi di Le Creusot. Cukup heran, kok yang ‘berkuasa’ dalam teknologi di kota ini adalah turun menurun keluarga Schneider!! Pasti pernah denger kan company Schneider Electric?? Ku kira dari Jerman loh!! Karena namanya gak berbau Perancis banget… wah ternyata dari kota Creusot!!! Pantesan aja di Centre Ville-nya namanya Place Schneider, untuk mengenang jasa – jasa nya toh? Oo… ok, sekarang aku tau, Schneider itu perusahaan Prancis!! xD

Verrerie

Pulangnya, karena sudah beli tiket bus bulanan untuk pelajar 11 EUR sepuasnya naik bus (syukurlah, soalnya kalo jalan bisa 30 menit ke kampus), jadi naek bus ae lah…. Lagi nunggu bus, tiba – tiba ada 2 cewek nanya pake bahasa Prancis. Berhubung masih beginner, susah juga buat nangkep, apalagi ngomong, sabar lah mereka dengerin aku yang ngomong terpatah – patah.

Intinya mereka nanya aku dari mana dan, “Kamu muslim?”

“Iya…”

“Kami juga. Saya dari Turki dan dia dari Algeria..,” lalu setelah terdiam, mereka berdua tampak bingung dan nanya, “Kamu bisa pake itu di sekolah?,” sambil nunjuk jilbab. Of course bisa, hehe…

“Emang kamu sekolah di ‘Lycee’ apa? Karena kami gak boleh..”

Aku bingung, “Lycee??” opo iku? Leci???

“Lycee, itu semacam High School disini.”

Waaaakkksss…..!! Masa disangka anak high school?? Aku jawab aja, “Saya kuliah di Universite itu…”

-_____-!

Kalo disini kan kalo belum universite katanya gak boleh pakai atribut kegamaan karena dianggap paksaan dan tidak mencerminkan negara sekuler, kalau setelah universite dianggap sudah bisa mikir dan memutuskan sendiri jadi gapapa, gitu denger2 sih..

Yah, masih mending lha ya.. kalo pas di London disangka anak 12 tahun, sekarang naik tingkat jadi anak SMA..  xD . Giliran di Indo, dikira ibu – ibu… T__T