Hari terakhir di Holland: Madurodam

Senin, 18 April 2011

The last day in Holland… yep, agenda hari ini hanyalah ke Den Haag untuk mengujungi Madurodam. Lumayan juga ya tiket kereta dari Amsterdam – Den Haag Centraal 20 EUR an bolak – balik. Namun, ternyata kami nyasar euy… pas kereta melewati stasiun Den Haag HS ternyata mulai menjauhi daerah ‘kota’ Den Haag, semakin jauh dan baru setengah jam kemudian kereta berhenti di… Rotterdam!! Aarrggh…. Di saat – saat waktu yang sempit begini pake acara salah! X(

Ternyata emang gak dibilangin ya di kereta kalau seharusnya ada ganti kereta di Leiden Central untuk ke Den Haag Central. Kayaknya pas itu speaker nya mati atau kenapa, gak ada tulisan juga di layar kereta, yang jelas gak ada tanda – tanda kita harus ganti kereta! Heuu…. So buat pelajaran, lain kali lihat dulu pas di peron sebelum naik kereta, di stasiun mana – mana ia akan ganti karena di tiketnya kok gak ada keterangannya juga ya….

Singkatnya, dari Rotterdam kita melalui Delft dan kembali ke Den Haag (yang ternyata kok dibacanya ‘denhekh’, hoho..) Centraal akhirnya. Nyaahh…. Jadi muter – muter begini rutenya :p . Untuk ke Madurodam, ambil tram nomor 9 menuju arah Scheveningen atau ada juga tram nomor 8A khusus ke Madurodam, bisa juga sih naik bus 22. Tiket tram-nya ternyata kalau beli satuan masih pakai Strippenkart yah, 1.4 EUR dan pas iseng – iseng nyoba OV Chipkart Asmterdam kita eh ternyata ditolak karena hanya menerima OV Chipkart Den Haag, hehehe…

depannya Madurodam

Sampai juga di Madurodam… Madurodam ini bukan hanya sekedar taman miniature Belanda loh, tapi juga sebagai memorial perang untuk mengenang pahlawan Belanda bernama George Maduro. Oalah, ta kira Madurodam itu ada hubungannya dengan Madura… Pas masuk eh ternyata mungil semua yah, tamannya tidak sebesar yang aku bayangkan. Kita bisa memilih rute yang ditawarkan, ada rute Arsitektur atau rute Air, yaitu lebih ke project Belanda yang berhubungan dengan stuktur perairan. Melihat kerennya replika pintu air dan sistem perairan di Belanda di Madurodam ini, yang bisa beroperasi otomatis juga sistemnya jika ada kappa lewat, dsb, membuat semakin tersadar… pantesan aja ya ni Negara gak tenggelam walaupun kanal dan air dimana – mana. Wah, coba Indonesia dulu sempat dibuatkan sistem kanal yang canggih ya sama kompeni, pasti Jakarta gak pernah banjir..😀

Water Route

Nyo lebih suka yang bagian arsitektur Belanda klasik, cantik – cantik yah… kayak istana – istana, rumah – rumahan di distrik kanal Amsterdam, gereja Gothic, dsb. Yang lucunya ada beberapa yang orang – orangan nya bisa bergerak. Misal pas di miniature konser, tiba – tiba pas lagunya main penontonnyajuga ikut – ikutan rusuh gitu, lucu..  detail juga ya bikin madurodam ini. Bayangkan, sampai populasi orang – orangannya aja ada 66.000 menurut buku petunjuknya. Ada juga kereta, tram, pesawat, truk, yang sibuk beroperasi di kota Madurodam ini. Wah, kayaknya kalo jadi anak – anak bakal senang deh ketemu maenan kayak begini…😀

Di atas kanal kecil

Abis dari situ pulang deh, dari Amsterdam – Paris lalu Paris – Dijon. Alhamdulillah.. selesai juga liburan di Negara kompeni.. ^_^

nyempil di antara arsitektur HOlland