Pesona Keukenhof 2011

Hari ini adalah hari yang ditunggu – tunggu karena agenda hari ini adalah ke Keukenhof!! Waaahh…. Dari sebelum ke Eropa, Nyo udah mengidamkan ke Keukenhof karena ingin melihat tulip di taman yang katanya ‘taman terindah di dunia’ itu. Tapi berhubung hanya ada di musim semi (akhir Maret – tengah Mei) jadi agak susah juga ya kalau bukan pas liburan musim panas. Oleh karena itu, Nyo milih tempat Tesis nya di Prancis, bukan balik ke UK atau Spanyol karena itu berarti semakin jauh dan semakin kecil kemungkinan Nyo untuk ke Keukenhof ini  xD . Alhamdulillah sekarang kan tercapai, hihihi…

Pagi – pagi kita berangkat menuju Leidsplein karena menurut hasil searching – searching sih bus nomor 197 yang menuju ke Amsterdam Schipol berhenti di stasiun ini. Namun, setelah lama menunggu jadi bimbang ,kenapa kok sepi – sepi aja? dan yang paling stress itu GAK ada jadwal bus nomor segitu tertampang di halte bus-nya. Nyaahhh… setelah nanya – nanya orang, akhirnya kita memutuskan untuk ke Centraal Station aja menemukan petunjuk – petunjuk lainnya karena waktu sudah menunjukkan jam 9-an, telaaat booo… Nyo kan gak mau kalo cuma sebentar disana😦

Sampai di Centraal Station ternyata memang katanya bus 197 itu bertolak dari Leidsplein tetapi halte-nya lagi di renovasi jadi pindah ke seberang jembatan *yang entah dimana*. Hoalah…mana kita tau, hiks… L. Lagipula itu bus nya tiap 45 menit datangnya, jadi yah less frequent lah. Opsi kedua akhirnya kami memilih untuk naik kereta menuju Schipol Plaza, dari sana baru naik bus lagi menuju Keukenhof. Sayangnya untuk kereta kesana, tidak termasuk dalam OV Chipkart yang turis, heuu,, jadi beli lagi deh tiket keretanya. Lumayan lah kesananya tidak terlalu lama naik kereta. Kalau bus Conexxion 58 ke Keukenhof dari sana-nya sudah termasuk tiket yang kita beli (Combined ticket: 21 EUR) jadi tidak usah repot – repot beli lagi.

Antri nunggu bus ke Keukenhof @ Schipol

Tapi, begitu sampai Schipol langsung shock sampai lemas deh…. Melihat antrian bus yang sudah mengular muter sampai 3 lapis. Haaaa……… gagal sudah rencana menghabiskan waktu dari pagi – pagi banget di Keukenhof. Yasulah, jalani saja jalan pelan – pelan menunggu bus 58 ke Keukenhof yang datang. Emang pengaturan-nya gak beres yah, udah hampir 2 jam antri ternyata orang – orang yang baru datang itu pas bus yang baru datang, langsung balik badan sehingga seolah – olah mereka yang giliran duluan. Otomatis yang sudah antri lama protes, tapi berhubung petugasnya baru datang juga, gak paham siapa yang duluan.. so mereka malah membela yang nyelak tersebut. Haaahh…. Sabar..sabar, akhirnya kita antri lebih lama lagi menunggu bus selanjutnya, sampai sudah jam 12.

Begitu naik bus 58, langsung ngantuk jadinya bobo aja deh sambil berdiri *gak dapet tempat duduk pula*. Ternyata perjalanan kesana bukan 40 menit seperti yang diberitahu di tiket-nya, tapi 1 jam-an karena maceeett………… L . Apa mungkin karena hari Sabtu jadi banyak orang kesana, lagipula pas hari ada parade bunga-nya juga disana, nyeeuhh……… latihan sabarr…😀 . Gapapa, biasanya untuk meraih sesuatu yang worthed pasti ada pengorbanan dulu, ehehe…

Tulipa

Sesampainya di Keukenhof udah jam 1-an pas orang – orang lagi makan siang. Nyo langsung melupakan segala penat, rasa lapar, capek, dsb begitu lihat bunga – bunga dimana – mana. GAK perlu makan dah hari itu, beneran… Oh iya untuk petanya itu harus beli sekalian buku petunjuk taman-nya, harganya 4 EUR. Baguslah, dengan peta ini Nyo bisa explore ke semua pelosok taman, jangan sampai ada yang kelewatan, kan udah jauh – jauh ngidam kesini..  :p . Akhirnya NyoNyo liat tulip dengan aneka warna, senangnyo… Baru tau loh ternyata tulip itu gak hanya warna merah atau kuning, tapi bisa ungu, putih, belang – belang, oranye (tulip Belanda banget nih), pink, biru, bahkan ada juga yang berbulu..hihihihi……..😀

Tulipa warna - warni dekat danau

Yang paling Nyo suka pas ada kombinasi tulip – tulip Pink… Subhanallah, benar – benar cantik. Berhubung pink adalah warna favorite Nyo, jadinya Nyo agak lama deh stay di site tersebut. Tapi emang orang – orang sedunia tumplek blek ya disana, jadi kalau mau foto harus gantian atau ber-risiko keliatan kaki – kaki orang atau malah moto kepala – kepala orang bukan bunga – bunganya, hehehe… Seger dah… Rasanya gak bosan – bosan memandangi bunga – bunga di taman ini.

Pinky Tulipa

Berjalan terus sampai bertemu taman dengan danau di tengah-nya. Banyak anak – anak bule berlarian disana, tampaknya sangat menyenangkan yah…😀 . Yang lucu ada kayak bulatan – bulatan kayu yang terlihat seperti mengapung untuk menyebrangi antar sisi danau. Nyo juga mau coba dunx, biar kelihatan kayak jalan di atas air. Walaupun agak – agak gemeteran pas berloncatan di atas air (emangnya ninja Hatori?), tapi teteup ber-pose :p . Di dekat danau ini juga pemandangannya indah, hamparan tulip warna – warni berpadu dengan pantulan air dan angsa – angsa putih yang bersandingan.

Jalan di atas air

Di Beatrix ada show untuk bunga anggrek. Tapi berhubung di Indonesia kan ‘pusat’nya spesies anggrek, jadinya pas liat kesana kok kayak biasa aja. Yang special di Keukenhof memang Tulipa……😀 . Dari Beatrix lalu melewati Molen, atau kincir angin khas Belanda, yang bisa juga masuk ke dalam untuk para turis.

Indahnya

Di belakang Molen ada sungai.. dan yang stunning adalah di sisi sungai tersebut adalah hamparan padang tulip berwarna – warni seperti karpet. Subhanallah… Inilah yang aku cari – cari dari dulu pengen lahan tulip yang ‘alami’ tanpa di dekor – dekor. Tulip/bulb-growing region ada di daerah Leiden, Lisse dan Harlem. Jika sempat ada waktu di luar Keukenhof, mungkina teman – teman bisa ke area tersebut untuk mengagumi keindahan ciptaan-Nya melalui hamparan tulip – tulip.  Di Keukenhof, untuk mengeliligi lahan tulip harus naik perahu, tapi sayang seribu sayang pas Nyo mau naik, sudah fully-booked ampe yang perahu terakhir juga, hiks… kayaknya mungkin harus booking pagi – pagi yah L . Tapi lagipula tetes – tetes air hujan mulai jatuh, tanda harus menepi ke tempat lain.

Hamparan Tulip

Katanya parade akan mulai pukul 15.40 dan setelah bertanya dengan mbak – mbak Belanda dengan kostum tradisional daerah situ, sudah agak gak mungkin mengejar ke pintu Entrance di depan untuk melihat parade lewat. Kami tetap berjalan menuju sana tapi ya kayaknya lewatkan saja deh parade-nya, sudah lah.. Tiba – tiba ketemu rumah kaca Wilem-Alexander yang isi-nya langsung bikin hati bersemi… Ya Allah.. indah sekali ini tulip – tulip beraneka warna disuburkan di dalam situ dan kombinasi-nya benar – benar cantik. Ketemu juga si Tulip Hitam ‘Black Hero’ yang unik dan tulip – tulip lain yang jarang bisa kiita temui di taman Keukenhof. Ada juga bunga – bunga Dafodil disana..😀

Dalam rumah kaca

Dari sana kami beranjak pulang pukul 5 sore-an karena takut gak kebagian bus. Lagipula berdasarkan peta yang ditangan Nyo, Alhamdulillah sudah semua area Keukenhof dikunjungi kok (kecuali soal Parade yang gak mungkin bisa terkejar, hiks..). Padahal sih sebenarnya gak mau pulang – pulang karena seperti terhipnotis oleh keindahan bunga – bunga itu. Oia, tema Keukenhof kali ini adalah Germany: Land of Poets and Philosophers. Makanya itu di Walk of Fame Keukenhof saat jalan pulang, banyak foto – foto dan tulip – tulip yang bernamakan orang – orang tersebut, kayak ada tulip si Einstein, tulip lagu Fur Elise, tulip si Goethe, dsb. Tahun kemarin katanya From Russia with Love, lucu kali ya… Kapan dong mau ada Keukenhof dengan tema Indonesia??😀

Matching Fusia..😀

Begitu keluar Keukenhof, tiba – tiba rasa lelah, lapar dan penat yang sempat hilang oleh indahnya bunga – bunga, kambuh lagi… baru nyadar kalo kaki udah gempor, dan melihat antrian bus bali ke Schipol yang lagi – lagi sekarang gak keliatan ujungnya dimana. Lalu, hujan turun tambah deras… Namun, kali ini semuanya dilewati dengan senyuman, bersyukur sudah menikmati Keukenhof😀 . Alhamdulillah juga pas di bus dapet tempat duduk jadinya Nyo gak usah tidur sambil berdiri lagi.

Subhanallah… Allah Maha Indah menciptakan beraneka bunga berwarna – warni.. Inilah lukisan dan karya Sang Pencipta yang sangat cantik… Kalau katanya ini yang dibilang ‘Taman Terindah di Dunia’, padahal yang di dunia baru diturunkan 1% nya, gimana ya taman indah surgawi di akhirat, hmm…