Beaune, Kota Wine…

2 June 2011

Maaf yah baru sempat posting lagi nih, baru bisa ‘bernapas’ lega setelah urusan Tesis dan traveling2, hihihi… Oia flashback dulu ah, ada yg ketinggalan nih soal wisata ke Beaune, capital of wine di region Bourgogne.

Ceritanya, tepat sehari setelah report Tesis selesai dikumpulkan (akhir deadline) temen Nyo dari Nantes datang berkunjung, jadi kita jalan2 deh ke Beaune, yang letaknya hanya 20menit-an dari Dijon naik kereta regional TER. Beaune ini juga merupakan kota turis, begitu kita sampai langsung mencari objek utama tujuan kita, yaitu Hospices de Beaune. Ini yang paling terkenal disini.

HOspice de Beaune

Hospices de Beaune juga disebut sebagai Hotel-Dieu yang dalam bahasa Prancis artinya adalah rumah sakit. Bangunan ini didirikan oleh Nicolas Rolin pada tahun 1443 untuk membantu orang miskin yang sakit. Dalam Hospices itu sendiri sekarang juga masih ada museum eksposisi mengenai gambaran rumah sakit kuno pada abad ke-15, lengkap dengan bangsal2, patung2, sampai alat2 kedokteran zaman dulu dan obat2-an kemasan jadul.

Hospice de beaune

Yang menjadi ciri khas dari Hospices de Beaune ini adalah atap-nya yang berwarna-warni dengan corak motif khas Bourgogne, alias hanya atap rumah – rumah di Bourgogne yang punya pola seperti ini. Pada tahun 1971, bangunan ini mulai ada sentukan dekorasi modern dengan ada sedikit gaya gothic (pada sisi depan Hospices yang berwarna hitam). Yah, tapi tetap deh yang Nyo paling suka warna – warni atap-nya itu..🙂

Hospices ini juga berperan penting bagi kota Beaune karena merupakan tempat Wine Auction alias lelang ‘anggur’ tradisional paling besar dan tertua di dunia yang diadakan tiap tahun pada minggu ke-3 November. Dari lelang anggur ini keuntungan yang didapat per tahun rata – rata mencapai 1.5 juta Euro, yang digunakan untuk perbaikan fasilitas rumah sakit, maintanance RS, pokoknya untuk kepentingan RS. Selain itu,  rumah sakit ini punya 60 hektar kebun anggur yang tersebar di Bourgone (eerr….).

Setelah mengunjungi Hospices de Beaune dan juga interior-nya, kita beranjak ke tempat selanjutnya, yaitu Musee du Vin Wine museum. Heuuhh…. rasanya kok di Beaune all about wine yah, memang capital of wine sih. Bengong juga sih di dalam museum karena gak ngerti apa pun tentang minuman haram eta… =___=. Tapi cantik sih bangunan museumnya karena merupakan struktur abad ke 14, di bawahnya juga ada gudang tempat penyimpanan/pemrosesan wine, tapi dari jauh aja udah kecium aroma yang menusuk, hoeks…. jauh – jauh deh.

Musee de Vin yang asri

Dari sana lalu mengitari Beaune melihat-lihat banyak ‘Wine Cave’ dan tempat buat wine tasting, hiii… ogah deh!! Di dalam ‘gua’ wine itu biasanya tersimpan bermacam wine, termasuk yang sangat tua umurnya (makin lama makin mahal katanya). Di beberapa tempat juga bisa ditemukan kebun anggur… Tapi saat ini masih kecil2 anggurnya, kalau musim panen (September) itu baru sudah gede. Tapi konon katanya anggur yang khusus buat wine itu kalau dimakan rasanya pahit…

Dulu pas pelajaran local culture kan juga diajari jenis – jenis anggur yang baik untuk dibuat wine. Jenis anggur yang tumbuh di Bourgogne dan nama2nya+region tempat anggur itu dikembangkan, serta jenis tanah yang cocok (kyknya ini subjek di mata kuliah kmrn yang gak bermanfaat =__=). Di Prancis sendiri ada jurusan khusus ‘Wine’ yang mempelajari selak-beluk pertanian wine, sampai perindustriannya…. karena memang itu merupakan bisnis yang utama di Prancis, biasa itu bisnis keluarga, turun-temurun.

di kebun anggur

Di Bourgogne ini, saking popular-nya wine, ada ‘dewan’ khusus yang bernama Confrérie des Chevaliers du Tastevin, yang bertugas untuk mencicipi dan memberi standar setiap wine sejak tahun 1934.  Ada 12.000 dewan Tastevin ini dan setiap wine yang ‘lolos’ pasti ada label/cap  ‘sah’ di botol-nya. Ck ck ck…

Hosh… tak terasa sudah keliling kota Beaune! Yup, cepat sekali gak sampai setengah hari sudah selesai mengitari semua penjuru centre-ville-nya… Jadi kita pulang deh ke Dijon. Nah, di Dijon kita jalan-jalan lagi dunx…😀 . Yang belum sempet Nyo jelajahi di Dijon adalah NAIK ke atas Tour (Tower) Philipe le Bon di atas Hotel-de-Ville. Pertama, kita harus beli tiket masuk dulu, lumayan lah kalau student cuman 2 EUR.

Hotel-de ville dari atas

Yak, dimulailah perjuangan kita… ternyata untuk menaiki menaranya dengan tangga yang memutar terbuat dari batu. Betul, ini adalah menara seperti di kastil-kastil zaman dulu yang kalau mau menyelamatkan sang putri, si pangeran harus berjuang menaiki anak tangga yang berputar dalam menara yang sempit. Aaaarrghh….. baru 10 menit saja rasanya kaki sudah mau kram, apalagi napas sudah tersengal-sengal. Tapi Nyo GAK mau menyerah, karena melihat nenek2 dan kakek2 saja masih semangat naik.

Fiuuuhh…. Akhirnya sampai juga di puncak Tour Philipe le Bon ini! Dari sini kita bisa melihat kota Dijon dari atas (cyape banget deh mau liat gini doank, kalo di Bandung tinggal naik mobil aja ke the Peak, hehe..). Padat juga ya Dijon… but, setidaknya pernah kesini sebelum meninggalkan kota ini..🙂

Dijon from the Top

Malamnya setelah lelah jalan2 seharian, kita manggang pizza+olive yg isi-nya ikan anchois (yummy abis), pesta ceri, dan minum2 jus anggur (berhubung dr tadi di Beaune liat wine terus, ha2, cari yang halal aja deh…)!!😀