Day 1 in Berlin

21 June 2011

Setelah perjalanan selama 4.5 jam dari Stasiun Florenc, Praha, Czech Republik naik Eurolines, akhirnya kamis sampai juga di Berlin. Sampai sana langsung menuju hotel, tapi tiba2 resepsionis-nya bertanya padaku seperti ini pada saat cek-in, “How old are you?”, dengan tampang tidak percaya. Aku hanya menyebutkan namaku, tapi dia masih curious, huwaaa… jangan2 gak boleh masuk, hiks2… setelah liat paspor barulah percaya dia kalau aku  udah cukup umur, di atas 17 tahun, heuhu… *nasib*  T_T

Sempat khawatir juga buat ke Jerman karena pada saat itu lagi heboh2-nya wabah E-Coli di negara itu, sudah beberapa orang yang jadi korban. Apalagi dikabarkan strain-nya itu berbeda, lebih berbahaya dan efek kematiannya langsung, hwaaa…Wanti2 aja deh jangan makan sayur2-an mentah (entah itu di salad maupun sebagai pelengkap makanan) dan buah2-an tanpa kulit. Eh, tapi walopun begitu kan Nyo tetep beli Stroberi Jerman (menggoda sekali sih dan benar2 beda, manis-nya ituuu…. nagih setelah tahun lalu nyicipin stroberi Jerman di Austria!), udah dicuci bersih padahal tapi tetep aja efek-nya kita pada diare selama di Jerman! Alhamdulillah tapi gak sampe E-Coli..

Agenda pertama siang ini adalah ke Bundestag, yaitu  legislatif Jerman. Nah, tur ini awalnya dibuka untuk umum, tapi semenjak ada ancaman teror bom beberapa bulan lalu jadi sulit untuk masuk, harus REGISTRASI dulu jauh2 hari (minimal 2 minggu sebelumnya) untuk masuk kesini, pas masuk juga ada pemeriksaan ketat + identitas. Sebenarnya jadi jadi daya tarik untuk ku bukan Bundestag-nya tapi bangunan Reichstag-nya, terutama kubah kaca-nya.

Reichstag

Tur berlangsung selama 1.5 jam dengan guide yang English dan pengetahuan-nya mengenai sistem pemerintahan Jerman serta sejarah-nya sangat bagus, sehingga kita benar2 bisa menikmati. Sejarahnya, pada tahun 1933 dulu bangunan itu pernah terbakar karena bom sehingga tidak digunakan sebagai pusat pemerintahan Jerman. Lalu, kondisi ini semakin buruk karena gedung menjadi pusat target pasukan lawan, terutama Rusia, selama perang dunia 2. Kita bisa lihat masih banyak dinding dalam bangunan tersebut yang dipenuhi coretan2 pasukan Rusia saat itu (walaupun sebagian ada yang di sensor krn isi-nya terlalu vulgar thp pemerintahan Jerman).

the wall

Uniknya, lokasi Reichstag ini ada di perbatasan antara Jerman Barat dan Timur dulu. Jadi, banyak kisah2 sedih maupun heroik terjadi, hiks2… Gedung ini mulai difungsikan lagi dan direnovasi efektif setelah Jerman bersatu tahun 1990. Di dalam sana kita juga melewati ruangan kanselir Jerman, alias Bu Merkel😀 . Uniknya semua ruangan staff disini, gak dia presiden atau mentri itu sama ukurannya, 18 m2! Hoo… Tapi ada yang berbeda di WC-nya kalau gak salah soalnya dia perempuan sendiri, hehe… Ok deh… Adil lah.

Di suatu sudut ada karya seni yang menarik, yaitu tumpukan rak boks2 besi yang bernamakan masing2 anggota parlemen Bundestag ini dari pertama kali sampai sekarang. Nah, ada satu boks yang hancur (penyot) dan ternyata bernama Adolf Hitler! Hmm… baru tau Nyo kalo dia tadinya anggota DPR, eh, Bundestag Jerman.

Hitler box

Ada satu ruangan yang menarik, yaitu ruangan ‘kepercayaan’.. dalam ruang ini, terlihat agak berbeda suasananya. Pertama dikirain ini ruang untuk misa karena ada kursi2 berjejer dan altar di depannya. Eh, ternyata ini ruang untuk multi agama! Wuihh… ada beberapa lukisan/karya seni yang terbuat dari paku dan batu semua, yang mencerminkan tiap2 agama, mulai dari Kristen, Hindu/Budha, Yahudi dan juga Islam. Islam direpresentasikan dengan paku2 yang tertancap di atas kanvas putih, katanya sih melambangkan jamaah2 yang lagi thawaf mengelilingi kabah. Uniknya juga, ruang ini bs difungsikan jadi misa, sinagog, bahkan mushola, karena di lantai itu sudah ada garis2 kiblat. Hooo… jadi kalo ada anggota parlemen yang mau sholat tinggal datang aja kesini yak!? Waaahh…. keren yak di Jerman! Gak kayak Prancis yg GAK mau mengakui / dilarang menunjukkan identitas agama!!

Lalu, terakhir adalah mengunjungi ruang sidang parlemen Bundestag-nya. Dulu sebelum dipindahkan ke Berlin tahun 1999, kantor parlemen Jerman ada di Bonn. Anw, warna kursi Bundestag ini tidak ada yang menyamakan, karena dibuat khusus untuk parlemen Jerman, yaitu warna ungu kebiruan, hehe… Guide juga menjelaskan mengenai sistem voting dan pemerintahan Jerman, tapi yah aku gak terlalu ngerti sih :p . Oia, lambang parlemen ini juga burung garuda elang lho! Tapi lucunya, ada 2 lambang elang besi di ruang parlemen itu (karena katanya yg dulu salah, terus malah di dobel).. yang mennghadapn depan lebih gendut kaki-nya, yang menghadap belakang lebih garang, haha, ada2 aja!😀

Bundestag

nah, saatnya kita menuju ke kubah kaca di atas Reichstag ini! Akhirnya… saat disitu kita dibagikan audio-guide yang penjelasannya akan menyesuaikan dengan lokasi dimana kita berada. Jadi gak perlu repot2 pencet nomor berapa2 saat berpindah tempat, hoo… enak yah. The view was amazing!! :_) . Nyo suka banget! Kayaknya kokoh dan futuristik gitu… semuanya kaca jadi cling deh. Tepat di bawah dome ini adalah ruang sidang parlemen itu, jadi *mungkin* saat sidang kalo ngantuk anggota parlemennya bisa liat2 tuh di atas ada siapa aja yang lagi ngiderin kubah.

Kubah kaca

Di bawah ini ruang parlemen

Selepas magrib, akhirnya kita makan malam bersama teman di Berlin di restoran Turki yang yummmy…. super!! Tapi porsi-nya itu boo, jumbo banget dengan kambing bakar dan nasi butter sebakul! sluuurrpp…. lokasi-nya kalau datang sendiri agak seram nampaknya soalnya di daerah Turki/Arab2 gitu. Aku gak tau ya kalo di Jerman bagaimana, tapi kalau di Prancis kan selama ini kesannya kawasan Maroko/Arab adalah daerah coret/bahaya. Namun, kayaknya di Jerman baik2 aja ya, walaupun sempat ada isu yang katanya proses asimilasi kurang berhasil antar Turki – Jerman, karena orang2nya mengelompokkan diri sendiri/tidak membaur.

Setelah kenyang, kita lanjutkan perjalanan ke Bradenburger Tor!! Emang ini bagusnya kalau malam hari… sampai disana langsung ‘wow’ dengan pengaturan lighting-nya sehingga terlihat indah. Bradeburger Tor ini merupakan gerbang di Berlin yang berada di Pariser Platz. Gerbang ini ada hubungannya dengan Napoleon, karena dulu sempat dibawa ke Paris lalu dikembalikan lagi ke Berlin saat Napoleon kalah. Saat terpecah, Bradenburger Tor juga memisahkan batas Jerman Barat dan Timur. Btw, my fave musician, Bach, juga menciptakan komposisi “Bradenburg Concertos” loh pada masa baroque.. :p

Bradenburg Tor

Dari sana jalan ke Postdamer Platz, daerah modern Berlin, penuh dengan gedung2 tinggi pencakar langit. Yang jadi pusat perhatian apalagi kalau bukan SONY center! Gedung ini unik, sering jadi tempat launching/premier red carpet beberapa film Holywood sih, juga ada legoland kecil dan beberapa museum entertainment, seperti museum film. Desain-nya yang Nyo suka karena sangat futuristik deh, bling..bling.. bling…🙂 . Di dekat luar gedung itu juga ada beberapa blok tembok Berlin yang penuh grafiti warna-warni, kontrast dengan warna-warni lampu2 gedung pencakar langit pada malam hari di Berlin.

SONY center

Tak terasa sudah lewat dini hari, rasanya sudah lelah berjalan…… Mari kita pulang, yosh!! Enak ya di Berlin walaupun kota gede tapi gak se-semrawut dan sekumuh Paris ato Rome..dan tepat waktu dimana pun, hoho..😀