Giethoorn – Venice of Holland

13 May 2012

Today, IMEA Enschede planned to go to Giethoorn, a so-called ‘Village without road’ or ‘Venice of Holland’. I’ve been to Italy, but actually I haven’t go to Venice, so I don’t really know how to compare those cities. Giethoorn, is a traditional Holland village, in Overjissel province. It’s quite near from Enschede, it only took about an hour to Stenwijk with NS train, then you have to get the bus to Giethoorn for a 18-mins trip. You better know the bus schedule ‘coz the buses depart once every 1 hr (4 EUR one way). As you stop in Giethoorn city center, you will see canals and many boats for rent (BOTEN). Yah, yang mBoten2 ae… :p

Giethoorn village

Sebelum menjelajah Giethoorn, kami mengisi perut dulu di kedai Vis, alias yang menjual aneka ikan segar (baca = mentah).  Lalu, kami menyewa tiga perahu untuk boat-trip keliling kanal Giethoorn selama 2 jam. Tadinya mungkin dengan satu perahu besar dilengkapi guide, lalu tinggal duduk manis, akan menyenangkan. Namun, untung saja kami memilih opsi menyewa perahu kecil dan menyetir sendiri perahunya, krn ternyata jauuuuhh…. lebih seru.

Pemandangan sepanjang kanal Giethoorn sangat indah. Bersih dan asri… Jembatan – jembatan kayu yang menanungi kanal terus berlorong – lorong mengiringi perjalanan perahu kami. Bunyi gemericik air juga menambah nuansa ketenangan. Tak jarang pengemudi yang masih amatir agak sulit mengendalikan arah dan laju perahu. Dari peta yang diberikan, kami memutuskan untuk berlayar ke danau.

Canals and boat in Giethoorn

Perahu pun berbelok, keluar dari kanal – kanal kecil, lalu disambut oleh hamparan danau yang luas. Rasanya legaaaa…. Jangan takut, sepertinya ini hanya danau buatan, sebab saat kami memasukkan batang kayu untuk mendayung, kedalamannya tak lebih dari 1.2 meter, mungkin sekitar 80 cm-an. Cetek kan…  Perahu terus melaju sampai ke tengah danau besar dan hanya air yang ada di sekitar kami.

Perut mulai nge-Jazz, kita menemukan satu pulau kecil untuk ber-piknik dan menikmati hidangan. Asiikk… Benar – benar seperti camping anak sekolahan. Setelah kenyang, kami kembali lagi dari danau menuju lika-liku kanal indah di Giethoorn. Damai.

Venice in Holland

Belum lengkap rasanya jika tidak mengelilingi Giethoorn dengan berjalan kaki. Rumah – rumah di sisi kanal dan jembatan kayu juga menyenangkan untuk dilalui, benar – benar bernuansa pedesaan ala Belanda timur. Visualisasi selengkapnya cerita kami di Giethoorn bisa ditonton di link ini: http://www.youtube.com/watch?v=tZ_0kzfgouI&feature=g-upl

Dari Giethoorn, nyo n hubby melanjutkan untuk mampir ke Kampen, tadinya mau ke Groningen tapi yang mau dikunjungi disana ternyata sedang tidak ada. Jadi di Kampen, hanya sebentar, melihat-lihat ada apa sajakah disana, mumpung sudah dekat. Ternyata karena minggu, city centernya sepi, tapi Kampen memiliki pelabuhan dan Port alias gerbang kota/pasar yang berdesain ala Medieval. Tidak terlalu banyak yang bisa dilihat, kota ini cenderung kecil tapi desainnya boleh juga.

Kampen (from the bridge)

Kampen (from the bridge)