Heidelberg trip (part 1)

22 Juli 2013

Pagi – pagi sudah berangkat ke stasiun Enschede, demi mengejar kereta ke Jerman. WEw, it was a long journey and first time travelling abroad for baby Radva.. Gaya banget kau, nak, baru 3 bulan udah jalan – jalan ke luar negeri (hahah, meskipun definisi luar negerinya naek kereta tinggal nyeberang gitu). Karena ini trip bukan untuk jalan – jalan semata tapi karena ada suatu seleksi (well, I ended up gagal, gak lolos, yo wis lah gak rejeki), jadi makNyo bawa banyak botol ASI-p, hasil perahan selama 3 hari dengan susah payah. 4 botol di Cooler Bag medela (yang notabene tahan 24 jam dengan ice pack besar), dan 4 botol lagi di cooler bag standard yang dikasi ice gel (kalau disini dijualnya di toko obat, buat kompres dingin. Cuman tahan 8 jam). Repot dah…

Radva on train

Radva on train

Selama di kereta, sesuai jadwal, setiap 2 jam, Radva ng-ASI. Enak ya ng-ASI, tinggal pakai celemek ASI terus susuin deh. Bayangkan kalau dia nyusu botol, harus bikin susunya, manasin, dsb, di kereta? Gak kebayang deh… >.< . Naik kereta DB dari Enschede – Dortmund, terus ganti kereta ICE yang bagus kayak di pesawat. Nyaman sekali, Toiletnya luas dan ada tempat ganti popok yang empuk. Jadi deh selama kereta bergoyang – goyang, sempetin ganti popok. Di Manheim, naik kereta S-bahn ke Heidelberg. Setelah hampir 7 jam total perjalanan akhirnya sampai juga kita di Heidelberg, Alhamdulillah…

23 Juli 2013

My first selection day. Fffuuhh…. so hectic and tired, full of presentations and 3 interviews. I met many candidates from across the globe. and they just do not realize that I am actually a Mom. I felt very young *blushing* among those young students.  Dari pagi sampai malam (harusnya sampai jam 10 malam, tapi Nyo izin pulang karena radva udah fuzzy banget). Di sela – sela waktu istirahat, makNYO curi – curi waktu buat pumping. At least I need twice, gak mau ambil resiko bengkak. Alhamdulillah disana ada ruangan buat ibu-anak, jadi tinggal pumping dengan leganya. Radva yang ditemani papi di hotel sudah fuzzy banget nyariin makNYO, nangis-nangis all day😦 . Apalagi ternyata dia masih belum ‘percaya’ sama ASI dalam botol, jadi gak mau nyedot, tapi dikasihin aja kucurin ke mulutnya ASI-p nya😀

24 Juli 2013

Second day of interview. Lumayan agak lengang dibandingkan dari kemarin. Agendanya hanya general interview alias di wawancara di depan panelis 5 orang inteviewer. Yang aku kira aku gagal total disana. Sebab semua orang ditanya pertanyaan yang sama dan oh no, I really don’t know about biology! They asked something about biology process. I dunno, I think I just messed up :(( . Mereka semua juga gak ada dari bidangku, semuanya bidang fisika dan biologi. Dan sepertinya aku cuman ngomong ngalor ngidul mengenari image processing and mereka bengong gak nyambung. AH Garing deh… x(

Malamnya, dinner di Alstad alias kota tua. Sebelumnya ada guided tour keliling kota tua (I’ll explain this in the next post). Semua kandidat yang sekitar 80 orang itu berkumpul. Restonya tua, unik, di samping Neckar river persis, very nice view… Karena makanan yang ku pilih vegetarian, jadi dapatnya: pasta jamur, dan keju serta minumnya orange juice. Oia, they also served a traditional food which I ate on Munich last year: Kaesespaetzle, alias mie keju. Jadi mereka bikin adonan pastanya dicampur dengan keju dulu, baru diolah. yummy…😀

25 Juli 2013

Last day. I had lab visit to 7 Tesla MRI. Menarik, ternyata MRI 7 Tesla disini sudah digunakan ke pasien. Pasti kontrasnya baik dan jelas banget yah. Kukira 7T MRI cuman buat small animals. Aku mengunjungi lab pembuatan berbagai coil MRI 7 T, sebab untuk pemeriksaan organ tertentu, pasti butuh coil tertentu juga. Mereka juga ada kerja sama dengan Siemens, yang menggunakan hasil risetnya. Mereka juga meneliti akuisisi dan metode sequence untuk 7T MRI from x-nuclei. Jika biasanya MRI menggunakan nukleus H, maka disini mereka coba dengan Na, K, dsb. Yah, meski resolusinya masih jauh dari harapan, butuh pengembangan lebih lanjut.

7T MRI

7T MRI

Lab visit berikutnya ke lab radiotherapy. Sebenarnya supervisor ini ngajak Nyo buat keliling dept.physics disana. Wew, menarik.. jadi ini pusat riset juga dipakai untuk pasien langsung. Untuk kasus – kasus langka, pasien2 dari RS Heidelberg dirujuk kesitu, ada ward-nya juga. A bit scary gak sih, ward di antara lab – lab fisika/kedokteran nuklir, secara environment nya juga gak terlalu friendly and clean kayak di RS.

Keliling lab, semua alat lengkap, mulai dari CT-Scan, MRI, PET, SPECT, bahkan yang cuman ada 7 di dunia kali ini produk SIemens (PET-MRI), sampai alat – alat radiotherapy mutakhir. Ada synchroton, ada Linac (linear accelelator) yang besarnya sampai 3 lantai! Wuah… gendheng. Aaah, excited banget!! ^__^

Setelah itu kita berkumpul untuk acara penutupan.

Fun experience. Meskipun hasilnya menyedihkan😦 . Gak ding, anyway makasih banget mas udah mau nemenin meski di sela – sela kesibukan tesisnyo, apalagi direpotkan suruh ngurus Radva, huhu… Pasti ini keputusan Allah yang terbaik, di ujung 2 tahun perjuanganku mencari kerja, meski belum dapat2 sampai sekarang but I must feel so happy. Now it’s time for me to leave Europe..  :’)

26 Juli 2013

Paling gak enak nih. Masa kereta ICE dari Mannheim – Dortmund delay-nya 1 jam! OMG… akhirnya kita bertindak cepat, main langsung naik aja kereta IC. Eh, ternyata ini kereta muter jauh dan lambat, jadi nyampe nya malah 1 jam lebih lambat (which is sama aja kalau pake ICE yang delay), Belum lagi, di dalam IC itu PUANAAASSSEEE…minta ampun. Senewen si Radva, dia haus, pengen ng-ASI, tapi giliran ditutup celemek kagak mau saking gerahnya. Nangis – nangis deh… Bingung juga. Sepanjang perjalanan jadi makNyo ngipas-ngipasin Radva aja, biar gak basah kuyup😀

Akhirnya, tepar banget Alhamdulillah sampai kembali di Enschede dengan selamat. What a long train trip.. xD