Heidelberg Trip (Part 2)

Okay, pada post ini, Nyo akan bercerita mengenai sisi turis dari Heidelberg. As you know, Heidelberg is one of the touristic cities in Germany. Ada apa sih disana?

Saat guided tour, Nyo pilih untuk keliling kota tua (Alstad) Heidelberg. Heidelberg, kota indah dengan Neckar river mengalir di tengahnya. Yang jelas, yang paling terkenal dari kota ini adalah universitasnya. Rumah – rumah artistik nan indah di tepian sungai, dulu adalah rumah para dosen. Universitas Heidelberg merupakan universitas terTUA di Jerman. Jika berkeliling di sekitar Universitatplatz, bisa dilihat rupa universitas tua yang asli. Masih ada beberapa fakultas uni.ini yang menggunakan gedung tua disana untuk perkuliahan, sisanya di luar kota tua. Orang – orang Amerika banyak yang berkuliah disitu dulu dan mereka menyumbang satu kavling kompleks gedung Universitas Heidelberg.

Ada juga tempat pelataran dimana Martin Luther King menyampaikan orasinya. Hayo, masih ingat tidak? :p . Pada masa NAZI, boleh dibilang Universitas Heidelberg mengalami hal buruk, sebab uni ini ditutup dan semua dosennya diusir (dulu hampir semua dosennya Yahudi/tidak mau tunduk pada Hitler).  Kota ini merupakan kota pelajar, sebagian besar penduduk disini statusnya adalah mahasiswa. Sangat internasional, dimana semuanya menggunakan bahasa Inggris. Ada juga yang unik, yaitu Student’s Prison. DULU, ini digunakan untuk ‘penjara2an’ buat mahasiswa yang bandel banget selama berapa hari. Tapi sekarang sepertinya jadi toko buat jualan merchandise (eh, bener gak? :p).

Around Heidelberg

Around Heidelberg

Disini juga ada rumah ilmuwan Kirchhoff. Hayo, masih ingat dong soal arus listrik, hihihi… Tapi yang paling Nyo gemes adalah pas tiba – tiba nemu ada rumah Robert Schumann di pojok kota tua. Aaww… sang komposer dengan komposisi piano yang njelimet. Usut punya usut, menurut guide, ternyata dulu Schumann belajar Studi Hukum di Universitas ini. Sayang, ia merasa gak cocok dan membelot malah lari ke musik. Jadilah ia seorang musisi. Rumah yang ia tempati diapit oleh gereja dan RSJ (semacam tempat orang – orang yang punya masalah kejiwaan). Ada anekdot, ia sebagai perantau pernah menulis surat pada orang tuanya, bahwa ia sangat kebisingan. Di satu sisi, gereja penuh dengan suara nyanyian pujian, lalu di lain sisi terdengar suara orang sakit di RSJ berteriak – teriak. Ia bilang, tampaknya lama – lama ia bisa jadi orang gila atau jadi pendoa. Sayang, hidupnya berakhir di pilihan yang pertama😦

Dari Marktplatz, alun – alun utama, bisa dilihat Schloss Heidelberg, atau istana Heidelberg, berdiri di puncak. Ada beberapa gereja juga di Heidelberg, antara lain Jesuit Kirch, yang dari luar arsitekturnya memang tampak Baroque, tapi di dalamnya modern. Yep, kebanyakan bangunan kuno di Heidelberg memang bergaya Baroque.

Marktplatz

Marktplatz

Yang khas lagi adalah Old Bridge. Indah sekali pemandangan dari situ. Di ujung gerbangnya, terdapat patung kera dari besi. Dulu katanya ia adalah keranya sang raja yang membawa cermin. Katanya sama yang datang, “Ngaca dulu deh… ngaca dulu deh, ngaca ngaca dulu deh..” . hahahaha… xD

Ngaca dulu deh --> kata monyet

Ngaca dulu deh –> kata monyet

Anw, this is my fave family portarit from the Old bridge, dengan latar belakang castle dan neckar river. So lovely..❤

From the Old Bridge

From the Old Bridge

…and yang paling utama disini adalah castle-nya! Untuk mencapai castle, kita milih pakai cable car alias funicular. Dengan membayar 4 EUR (untuk student) dan 6 EUR (buat dewasa), kita bisa make cable car return, juga masuk ke dalam castle nya (bukan interior-nya), serta garden-nya. Termasuk murah juga yah… Asik juga naik funicular-nya, gak se-crowded dibandingkan saat naik cable car ke Sacre Ceour. Radva really enjoyed it!🙂

kastil :)

kastil🙂

Sampai di atas, kita turun melihat castle yang sebagian besarnya adalah reruntuhan. Bukan, bukan karena di bon atau kenapa, tapi memang kastil ini runtuh… Oia, fyi, pas World War, Heidelberg itu gak kena bom US, sebab bukan karena dulu banyak orang US yang kuliah disini, melainkan saat pengeboman tertutup kabut tebal seluruh kotanya. Selamat deh… Secara umum, kastil ini bagus dan justru yang membuat antik adalah ruined-nya. Sayang taman khas Baroque-nya tidak terasa terlalu Baroque, agak ‘lengang’ aja dekorasinya.

Tapi yang paling Nyo suka, adalah melihat kota Heidelberg dari atas kastil. Rasanya WOW banget….. cantik!🙂

Heidelberg dari atas kastil

Heidelberg dari atas kastil

Good time in Heidelberg! Though it was very hot in summer… #sweating