Akte luar negeri dan catatan sipil

Setelah back-for-good dari luar negeri, banyak yang harus diurus agar akte kelahiran anak bisa ‘diakui’ di Indonesia dan masuk ke dalam KK kita. Proses mengurus residens ini sudah dimulai dari di Belanda. Mari kita runut…

A. Akte Kelahiran Luar Negeri

Pertama sekali, tidak lebih dari 3 hari setelah anak lahir, harus segera lapor ke gementhee untuk pencatatan kelahiran. Disini bayi yang baru lahi langsung dapat BSN dan akte kelahiran bahasa Belanda. Jangan lupa untuk meminta akte kelahiran internasional, yang dikenai biaya sekitar 10 EUR. Syarat: tidak ada, langsung saja si bapak-nya datang untuk melapor dan langsung bisa didapat kedua aktenya. Sebagai bonus, kita juga dapat buku ‘Welkom in Enschede’ dari sana dan sebundel paket untuk daftar RIVM (imunisasi), juga RVB untuk toeslag anak (per 3 bulan dapat sekitar 125 EUR)

 

B. Paspor Indonesia

Setelah akte kelahiran di tangan, saatnya untuk membuat paspor Indonesia (untuk yang keduanya WNI) si bayi. Form bisa diperoleh di website kedutaan Indonesia di DenHaag ini: http://imigrasi.indonesia.nl/aplikasi-online/formulir/

Syarat-syaratnya (untuk kedua orang tua WNI)

  • Fotokopi kutipan akte kelahiran anak
  • Fotokopi paspor orang tua (Ayah dan Ibu)
  • Fotokopi akte perkawinan orang tua
  • 1 Lembar pasfoto terbaru anak
  • Membayar biaya pembuatan sebesar € 30. Pembayaran dilakukan dengan PIN
  • Membawa foto copy verblijfsdocument /kartu residensdi Belanda yang masih berlaku dari kedua orang tua
  • Membawa surat keterangan sebagai penduduk di suatu Gemeente (GBA)

Sekitar seminggu, paspor sudah bisa diambil lagi di KBRI Den Haag.

 

C. Mengurus residens permit ke IND
Ini yang lumayan ribet, sebab meskipun bayi baru lahir tapi kalau tidak diurus ke IND, bisa dianggap sebagai stay illegal di Belanda. Setelah diurus, di paspor bayi akan terdapat stiker tanda bahwa si anak legal di Belanda sampai periode 6 bulan setelah submit aplikasi ke IND. Sampai saat ini, sudah 4 bulan lebih setelah submit, residens baru jadi padahal kita semua sudah di Indonesia. Lama banget yah? Hmmm… bingung, gak dapat deh kartunya, buat apa, toh udah tidak stay in netherlands lagi😦

Untuk keterangan lengkapnya, bisa dilihat disini: http://www.ind.nl/en/Residence-Wizard/family/child-born-in-the-netherlands/Pages/default.aspx

Form yang dipakai (jika yang mengisi ini adalah sponsor alias salah satu orang tuanya) –> http://www.ind.nl/Klant-informatie/Documents/7518.pdf (as a child to stay with parents)

Syarat – syarat yang diperlukan:

– Fotocopy semua halaman (termasuk cap-cap) dari paspor orang tua, bolak – balik kartu residens permit orang tua

– Fotocopy paspor si anak (yang akan dibuatkan residens permit IND)

– Ekstrak dari akte kelahiran si anak. Ini bukan sekedar fotocopy biasa, tapi copy yang dikeluarkan dari gemeente. Namanya uittreksels, kertasnya lebih bagus dan sudah dilegalisir (cap+TTD) Gemeente.

Untuk men-submit semua dokumen tersebut, kita harus bikin janji dulu ke salah satu loket IND terdekat dengan kota kita. Setelah itu, bawa anak serta kesana untuk foto dan konfirmasi.

Biaya: 250 EUR (dibayar dnegan PIN)

Proses memakan waktu 3-6 bulan. Ha! >.<

 

D. Legalisir Dokumen

Salah satu syarat agar akte lahir LN bisa diterima di Indonesia, adalah akte harus dilegalisir di KBRI (karena untuk khusus kelahiran di Belanda, tidak ada surat keterangan lahir dari RS dan surat keterangan lahir dari KBRI) dan departemen luar negeri Belanda.

– Legalisir departemen luar negeri di Den Haag

Ini webnya: http://www.government.nl/ministries/bz/contact

Bisa langsung datang (09.00 – 11.30), bawa dokumen yang mau dilegalisir. Setelah ambil antrian, dalam 15-30 menit sudah langsung jadi dan bisa diambil.

Biaya: 10 EUR/dokumen

– Legalisir KBRI Den Haag

Langsung bawa dokumen ke bagian Konsuler, letaknya di lantai 2. Bisa ditunggu dan langsung jadi, asal datang sebelum jam 12.

Biaya: 20 EUR/dokumen (pakai PIN)

 

E. Lapor ke Catatan Sipil

Untuk di Jakarta, Dinas Kependudukan dan Catatan SIpil berlokasi di jalan S.Parman. Disana langsung ke Loket ‘Pencatatan Kelahiran Luar negeri’.

Syarat-syarat yang dibawa (+fotocopy):

1. Buku nikah orang tua

2. Paspor orang tua dan anak

3. KK

4. Akte kelahiran dalam bahasa asli (yang sudah di legalisir DepLu Belanda + KBRI Belanda)

5. Akte kelahiran dalam bahasa Indonesia (yang sudah diterjemahkan tersumpah –> bisa di Pak Herman, JL. DR.Saharjo No.39

Sekitar 1-2 minggu, sudah jadi dan bisa diambil dengan membawa bukti tanda penyerahan dokumen.

 

F. Lapor ke Kelurahan

Ini dilakukan jika inging menambah data anak ke dalam KK orang tua. Yang perlu dibawa:

– Surat pengantar RT/RW

– KK lama

– KTP orang tua

– Surat tanda Pelaporan Kelahiran Luar Negeri yang sudah dikeluarkan oleh Catatan Sipil

 

Kira – kira begitulah runtutan proses pencatatan dan pendataan dari anak mulai lahir di Belanda, sampai bisa terdaftar di Indonesia (N.B: menurut peraturan yang berlaku per Oktober 2013 ini).

Huffh…. panjang juga yah, semoga membantu..  :D