[Bagian 2] Program Kepemimpinan Beasiswa Presiden Republik Indonesia (PK-BPRI) 1

Kita lanjutkan cerita mengenai pengalaman selama PK BPRI. Silahkan baca posting sebelumnya disini mengenai sesi materi Inspiring Leaders, Mars BPRI 1,  dan eksekusi Leadership Project (LP) kami di Desa Batok .

Sebelum berangkat ke markas KOPASSUS dengan badge PK BPRI

Sebelum berangkat ke markas KOPASSUS dengan badge PK BPRI

12 Oktober 2014

Inilah 2 hari yang paling menegangkan! Bagaimana tidak, inilah hari kami ber-109 dilatih di markas KOPASSUS di Situ Lembang. Pagi hari, kami sudah berkumpul di lapangan SBF mengenakan polo-shirt merah BPRI. Tronton – tronton pun datang satu per satu. APAA?? TRONTON?!! Eh, bukan bus yah? Jadi, kita dari Sentul ke Lembang naik tronton? Ehem, sekali lagi, beneran niih? Oke deh, beberapa teman sudah langsung menenggak beberapa butir tablet ANTIMO supaya bisa tertidur sepanjang perjalanan. Aku sendiri, juga tidak berani membuka mata selama tronton masih berjalan, maklum agak mabok kalau naik kendaraan besar, hihi… Jadi, maaf ya gak bisa menceritakan bagaimana perjalanan kami angin-anginan naik tronton melalui tol cipularang.

Mataku baru terbuka saat memasuki kawasan Lembang. Setelah melintasi perumahan warga, tampaklah gerbang besar yang bertuliskan “Daerah Latihan Gunung Hutan KOPASSUS”. Jeng, jeng, jeng…. degup jantung sudah bertalu-talu. Tronton kami pun menanjak dengan susah payah, mendaki menuju gunung situ Lembang. Debu bercampur pasir terkadang masuk ke saluran pernapasan kami. Di tengah perjalanan, tiba – tiba ada suara ledakan, “DOR… DOR DOR…!!”

Teman – teman mulai berhamburan keluar dari truk. “AYO SEMUA TURUN!”. Lari.. lari.. lari… aku pun ikut turun dan berlari menuju lapangan, dimana para pelatih Kopassus sudah berdiri disana. Para pelatih Kopassus semuanya ‘menyamar’ alias mencoreng-coreng wajah mereka sehingga tidak bisa dikenali, juga membuat takut peserta (well, at least yang sipil, like me, ha!). Sesaat kemudian kami sudah posisi ‘tiarap’, lalu  mendorong tronton naik ke atas, dan lanjut berlari beriringan sambil bernyanyi tak putus lagu-lagu perjuangan mengitari komplek latihan situ lembang. Sepertinya aku gak bisa mikir saat itu karena terlalu lapar, hahaha…. sudah telat nyampe-nya, belum makan siang, dikagetin dengan suara meriam (eh, mercon yah), lari – lari, push up dulu, keroncongan pula… mana bisa ingat disuruh apa aja xD

“Mulai hari ini, kalian saya sebut PATRIOT. Siapa kalian? PATRIOT!!” pelatih mengomandoi. Mulai saat itu, ke-109 awardee BPRI jadi terbiasa menyebut diri kami PATRIOT😀

Akhirnya saat makan siang pun tiba. Kami duduk di ruang belajar besar yang terdiri dari kursi – kursi kayu panjang dan makanan dalam dus dibagikan.

“10 menit! kalian harus menghabiskan makanan ini dalam waktu 10 menit!” pelatih mewanti-wanti kami. Dengan lahap aku pun langsung menghabiskan sekotak makan itu, juga satu pisang bisa kulahap dalam waktu 3 detik. Seperti lomba makan, sebelum waktunya habis juga aku sudah membuat kotak makan itu habis ludes tak bersisa. Widih, ini emak – emak ganas banget, kelaperan apa doyan? hahahah…

Aku melihat  patriot wanita yang lain sedang kebingungan karena makanannya belum habis, ada yang pura – pura memasukkan ke dalam plastik, ada juga yang sembunyi-sembunyi memberikan sisa makanan ke sampingnya. Alhamdulillah, setiap sesi makan 10 menit ini merupakan waktu yang selalu kunanti semasa pelatihan di KOPASSUS  dan aku selalu berhasil menghabiskan makanku sebelum 10 menit (ibu-ibu rakus).

Sebelum mengikuti aneka kegiatan fisik ala KOPASSUS, tentu kami harus melalui pemeriksaan kesehatan dulu. Selesai isoma, kami dikumpulkan di lapangan lagi dan pelatih berseru, “Semua gadget dikumpulkan. Jangan ada gadget maupun dompet, semua yang ada di kantong dikeluarkan!”. No gadget berarti, tidak ada foto-foto yang bisa kusajikan disini yah.

Upacara pembukaan pelatihan patriot BPRI di Kopassus pun dimulai. Upacara yang benar – benar syahdu sebab ini upacara pertama kaliku di hutan gunung, beratapkan langit biru dan suara lagu Indonesia Raya bergema ke bukit – bukit. Wah….

Tik.. tik.. tik… tetes air hujan perlahan turun. Kami yang berbaris rapi kini malah disuruh berlari. Ya, berlari menuju Situ Lembang untuk melakukan ritual wajib setiap orang yang ikut pelatihan KOPASSUS. Aku penasaran, apa itu ritual wajib? cuci muka dengan air situ Lembang? atau cuci kaki di situ lembang? Semua bergandengan memasuki Situ Lembang. Hujan pun turun semakin deras. Kaki ku sudah terbenam didalam air Situ Lembang. Kupikir kita akan berhenti disana. Belum, ternyata! Kami bergandengan dan terus disuruh maju ke bagian tengah danau. Susah sekali berjalan melalui air yang bercampur dengan lumpur. Kini, air mencapai pinggangku. OMG! Berhenti dong! Huwaaa…. Rasanya sudah pengen mewek aja waktu barisan tetap disuruh maju ke sisi depan Situ Lembang. Eh, ini sebentar lagi tenggelam nih diriku (maklum, tinggi di bawah rata-rata). Dengan gigi bergemeletuk dan  air hujan yang terus mengguyur, akhirnya kami pun berhenti. Fiuh… sisa sedikit kepala yang tidak terbenam di danau.

“Aba – aba 1…2…3…, kalian harus benamkan diri kalian dalam Situ Lembang!” komando itu berseru.

WHAT??!! Iya gak ya? 1.2.3, kompak semua 109 patriot membenamkan diri. EPIK SEKALI!!! (padahal dalam hati nangis-nangis). Kami pun kembali ke permukaan (berasa jadi monster bawah laut) dan segera membersihkan diri di barak. Jika ingat barak IPSC, barak KOPASSUS ini sangat berbeda, hanya ada panggung kayu polos dan kita tidur di sleeping-bag (waw, untunglah ada sleeping bag yah). Pesan dari abang-abang: Selalu tidur dalam kondisi siap dan bersepatu!

Materi selanjutnya adalah makan dan Caraka malam. Menunggu Caraka malam, kami dilatih untuk menyanyikan lagu – lagu perjuangan dan yel-yel ala KOPASSUS. Lucu dan bikin semangat. Caraka Malam, menurut teman – teman sangat seru dan semacam jurig malam, ada hantu-hantunya, pesan yang wajib dibawa, dan juga ‘mandi’ lagi di sungai-sungai. Anyway, karena kondisi kesehatan ku tidak mendukung, akhirnya aku tidak ikut Caraka Malam dan malah menunggu dengan hantunya, hahaha… alias ibu-ibu yang biasa jadi pocong kalau ada Caraka Malam. Kocak dah ceritanya.

 

13 Oktober 2014

Alhamdulillah… Keesokan paginya kondisiku sudah agak baikan dan pukul 04.00 subuh kami mulai dengan acara senam pagi. Bersyukur aku perempuan, kalau aku laki – laki, sudah disuruh buka kaos melawan dinginnya udara Situ Lembang yang brrr….dan olahraga.

Setelah makan pagi, acara dilanjutkan dengan rangkaian outbond. Ada 4 pos dan masing – masing punya tantangan tersendiri, seperti meniti tali, flying fox, mendaki rajutan tali, melempar cakram/pisau ke target, dan berjalan di danau.

Sebelum acara penutupan, ada acara tim building yang menguji kekompakan dan strategi kelompok. Asik juga permainan – permainannya.. lihat aja deh di video Highlight PK BPRI dibawah ini. Singkat kata, kami pulang kembali ke IPSC dengan badan gempor, tentunya masih naik tronton menuju Sentul.

14 Oktober 2014

Hari terakhir sebelum President Lecture besok.

Sesi pertama adalah sesi Review LP dari Shofwa al-banna, Mapres UI yang juga aktivis dan akademisi. Sesi selanjutnya diisi oleh Dr. Arief Munandar mengeni pola pikir pemimpin dan transformasi bangsa, sebuah refleksi untuk Indonesia yang lebih baik.

Sesi terakhir adalah sesi dari Laksamana Dr. Amarullah Okavian, mengenai “Proyeksi kekuatan pertahanan Indonesia dalam Menghadapi Ancaman aspek LAUT”.

“In time of peace, prepare for war” (George Washington)

Intinya pertahanan laut itu harus diperkuat. Pola kepemimpinan jika menggunakan budaya maritim memperhitungkan laut sebagai sumber kehidupan, cinta lingkungan laut, dan berani menjelajah.

Kami selesai hari ini lebih awal karena besok kami harus bersiap – siap menyambut Bapak Presiden SBY yang akan memberikan Presidential lecture di auditorium IPSC. Sore hari sempat dilakukan gladi bersih yang dilakukan oleh Protokoler Presiden, termasuk gladi formasi foto dengan presiden. Alhamdulillah… memang rejeki nyo, kalau orang pendek itu kalau foto selalu ditempatkan paling depan, juga di berisan tengah, hehehe… :p

 

IPS

IPS

15 Oktober 2014

Hari ini tiba juga, hari pelantikan kami menjadi awardee BPRI. Kadang masih terkaget juga, eh sudah selesai ya? Di saat aku mulai merasa senang dengan kebersamaan ini. Di saat gedung FBR IPSC sudah seperti asrama saja, senang sekali jika waktu makan tiba, juga pergi ke lounge untuk coffee break, heheh… Di saat sudah kerasan dengan situasi barak IPSC. Di saat kolaborasi sipil-militer terasa sangat harmonis. Eh, tiba – tiba sudah berakhir PK-nya!

Pagi itu, semua berkostum rapi, kemeja putih dan celana hitam bagi Sipil dan para militer mengenakan seragam PDH khusus bertemu Presiden. Pukul 11.00, president SBY memasuki ruangan auditorium dan memberikan Presidential Lecture-nya. Inilah secara rinci apa saja isi lecture beliau kepada kami – http://chirpstory.com/li/234499

Setelah itu SBY melantik perwakilan dari kami (Raeni dari sipil dan bang Aling dari TNI) sebagai simbol bahwa kami semua hari ini telah dikukuhkan menjadi penerima beasiswa presiden RI angkatan pertama. Alhamdulillah… Aku pun menyematkan pin berlogo BPRI di dadaku, demikian pula yang lain.

Presiden SBY beranjak keluar ruangan untuk berfoto bersama seluruh jajaran mentri, KSAL, KSAD, KSAU dan 109 penerima BPRI. Aku sangat ingat pesan beliau (karena pak SBY saat itu posisinya tepat di depanku) pada kami semua dengan suara yang mantap, tegas, dan penuh kharisma, “Ingat ya… 10..20…30 tahun lagi, Indonesia menunggu bakti kalian!”

Aku tertohok, rasanya seperti diberikan beban berat di bahu. Eugh… Semoga saja kami bisa, benar – benar bisa, mewujudkan apa yang benar – benar beliau impikan. Insya Allah.. Aamiin…🙂

Inilah foto kami ber-109 dengan Presiden SBY dan Ibu Ani, para jajaran menteri dan kepala staf militer. Maknyo di sebelah kiri KSAU, heheh…

 

Foto bersama BPRI 1 dan Presiden SBY

Foto bersama BPRI 1 dan Presiden SBY

Setelah rangkaian kegiatan kepresidenan berakhir, kami pun ISOMA dan bercengkrama di auditorium IPSC untuk terakhir kalinya bersama. Lalu, saat kami akan meninggalkan auditorium IPSC untuk menuju barak masing – masing dan pulang, ada kejutan… apa ya?

“Rekan – rekan militer, silahkan keluar terlebih dahulu,” komandonya. Ini adalah kejutan bagi sipil.

Dag.. dig.. dug.. apaan yah? Masa mau ada kejutan macam mercon di KOPASSUS lagi kah? Jeng.. jeng.. jeng… kami pun, yang sipil, keluar dengan berbaris rapi…. mau tahu apa kejutannya? Lihat di video Tribute Perpipsahan BPRI 1 ini ya, mengharukan, hiks.. hiks.. hiks…🙂

Perbedaan BPI (LPDP reguler) dengan BPRI mungkin salah satunya adalah di BPRI ini kita benar – benar bisa menghadirkan kolaborasi yang harmonis, sinergis, dan cerdas antara sipil dan militer. Suatu hal yang berbeda buat kami, yang benar – benar awalnya awam soal dunia tersebut. Alhamdulillah… di PK BPRI ini,  aku dipertemukan dengan orang – orang hebat dan menginspirasi dari seluruh Indonesia. Semoga kita benar – benar bisa menjadikan Indonesia Emas (Gemilang?) tahun 2045 (atau lebih cepat). Aamiin….

Terbanglah GARUDA KE UJUNG SEMESTA! (nyanyi lagu Mars BPRI 1 lagi, hahaha…)