Global Entrepreneurship Week Summit Jakarta 2014

21 November 2014

I know I’m not (yet) an enterpreneur, but hey gakpapa lah ikutan buat nambah2 ilmu, siapa tahu beneran jadi nanti (aamiin…)😀

GEW ini secara bersamaan diselenggarakan di 150 negara dengan 35.000 event. Untuk Indonesia, GEW (Global Entrepreneurship Week) summit tahun ini diadakan di Ciputra Artpreneur. Baru pertama kali saya datang dan masuk ke dalam teater yang ternyata megah dan sangat berseni. Galery-nya juga aktif memamerkan kreasi seni, seperti patung, lukisan, dan instalasi. Biasanya ke Ciputra World mall nya doang Lotte Avenue :p

Setelah ngawa mid-exam anak-anak (4 kelas sekaligus untuk 2 courses berbeda), langsung deh pagi itu melesat dari Senayan ke Kuningan, untung saja tidak macet. Sesampainya disana pukul 09.30 langsung pas Ahok datang dan memberi speech-nya mengenai the Role of Entrepreneurship in Shaping our Future, terutama menyinggung kemudahan untuk berwirausaha di Jakarta (termasuk izin usaha yang akan menjadi hanya 1 lembar 1 pintu), dsb.

Dane Stangler, dari Kauffman Foundation gantian ke podium memberikan materi setelah Ahok. Isinya mengenai Entrepreneruship Global Research and Policy. How to create entrepreneur? Ini ada 4 tips dari nya:

  • Learn sales –> you must know how to sale
  • Jack of all trades –> at first, you need to do a little bit of all things in your business.
  • Recombination and crossing boundaries –> to recover scarce resources
  • Make connection –> again, related networks are important

Pembicara setelah itu adalah Jeff Hoffman, a serial enterpreneur, founder dari Priceline dan ColorJar. Materi yang dibawakan oleh enterpreneur asal US ini (yang pada GEW 2014 didaulat untuk memberikan materi di 40 negara) adalah mengenai Scaling up Strategy. Terkadang orang melihat entrepreneur enak-enak aja, but actually what and how is it? There is an interesting quote from him;

“An entrepreneur is like jumping off the mountain and you have to build the airplane on the way down.”

See, if you are success building an airplane, then you can just fly safely on your way down. But if you are failed then you may crash and burn.

What is scaling? It is like, after you build your own airplane and can fly, you want to grow and build a more hi-tech airplane, for instance. How to scale your business? Why not grow? There are some strategies to scale up:

  • Work smarter –> not just harder
  • Time and motion study

Stop do all the work and write all of your activities everyday for a week. You turn each of those activities into a process. Then, from all of those processes, you can check which one that can be automated (for example, managing your email automatically or sorting, etc) and outsourced (such as take the administration team from outsource, etc).

  • Efficient company

Focus only on you “secret sauce” and just do that and be the best on it (other unimportant tasks can be outsourced)

  • Eliminate customization

This is the key to scaling. Means that let the customers do your work for you. For example, register themselves in online forms, etc. You must build technology like an ATM where customers do all the tasks.

Sesi setelah Jeff Hoffman ini diisi oleh Nielsen Company, yang menyoroti tentang StartUp Macronomic Ecosystem in Indonesia. Lebih mengenai UKM di Indonesia, yang ternyata mayoritas masih bergerak di bidang 3 besar: Beverage – Furniture – Fashion alias pangan-sandang-papan.

Atas: me in GEW. Kiri bawah: Ciputra sedang meresmikan CGI. Kanan bawah: teater berseni di Ciputra artpreneur

Atas: me in GEW. Kiri bawah: Ciputra sedang meresmikan CGI. Kanan bawah: teater berseni di Ciputra artpreneur

Peresmian CGI (Ciputra GEPI Incubator) http://www.gepi.co/ dilakukan oleh Ir. Ciputra dan G.Nicolosi dari Ernst & Young, menjelang makan siang. Baru pertama kali melihat langsung Bapak Ir. Ciputra, yang meskipun sudah 80 tahun lebih, tapi masih bisa jalan dan berdiri lama di panggung, juga sangat bersemangat, berkali – kali berseru “Salam Entrepreneur” sambil membuat huruf ‘E’ dengan tiga jari ke samping.

Makan siang diadakan di lantai 11 Artpreneur dengan disuguhi animasi seni fairy-tale tradisional khas Indonesia di proyeksikan secara megah di dinding setinggi 2.5 lantai. Selepas lunch, acara dilanjutkan dengan diskusi panel bertema “Developing Entrepreneurship Ecosystem in Indonesia”, dengan panelis Dr. Achmad Malkan Lubis (dari kementrian ekonomi kreatif), Shinta Kamdani (CEO Sintesa Group), dan dari Telkom DDB Accelerator.

Oia, expo di GEW ini juga diisi oleh booth yang mendukung start-up seperti DDB Accelerator dari Telkom (http://ddbaccelerator.com/), cloud hosting, virtual office (hihihi… seru nih, bolelah), dan jasa pengurusan buat PT/CV. Hehehe…. Khusus untuk DDB Accelerator Telkom ini spesialisasi untuk membantu start-up di bidang ICT mendistribusikan produknya agar lebih maju. Program ini baru, berawal dari Indigo incubator dan siapa saja boleh daftar kok, ke web nya aja yah…

Nah, yang seru sesi terakhir: TALK-A-THON alias marathon sharing inspiratif dari 16 entrepreneurs! Wuiiihh… berbagai kisahnya sangat inspiratif deh, sebut saja ada Bong Chandra, Hadi Wenas dari Zalora (omg, I adore – and envy- him, Master comp.science from Stanford, worked in Oracle headquarter, and worked in McKinsey Indonesia for 7 years, euugh… ), Natali Ardianto dari tiket.com, sampai bunda Anne Avantie yang sangat bersahaja (tapi membius semua peserta sharing-nya).