Perekam dari Masa ke Masa

“I’ve always wanted to be an inspiring musician…”

“Cita – cita yang tertulis di buku tahunan SD –> pemusik.”

“Cita – cita yang tertulis di kuesioner SMP –> seniman.

Cita – cita setelah itu… yeah, mungkin sudah bias karena terpengaruh bisik sana – sini. Tapi, melihat ke belakang, ternyata dari kecil memang disanalah passionku. Kayaknya dari kecil emang sukanya nyanyi – nyanyi dan ngerekam, heheh…

Toddler

Pengalaman pertamaku jadi ‘operator rekaman’ dimulai pada umur 3 tahun. Karena suka nyanyi – nyanyi, jadi mulai ‘belajar’ ngerekam pakai radio SONY kuning di bawah ini (radionya sudah entah kemana, tapi benar ini tipenya!). Masukin kaset kosong/gak kepakai, pencet tombol merah, dan nyanyi – nyanyi deh. Hehe…. Nih radio ketahuan banget ya era 1990 ^_^

source: https://www.pinterest.com/pin/23081016814365786/

Ini adalah rekaman suaraku pas umur 3 tahun itu… Alhamdulillah masih nyimpen di kaset dan sudah semua diselamatkan jadi digital :p

http://labs.echonest.com/Uploader/index.html?trid=TRHBVFQ14BB916B259

SD

Berajak SD, Nyo mulai ngerekam pakai tape yang lebih keren. Yah, masih jadul sih, pake kaset… Tipe SONY warna hitam dengan dua pintu kaset. Jadi bias pakai music latar, yang di sebelah kiri kaset buat nyetel music pengiringnya, terus yang di sebelah kanan, kaset kosong buat rekamannya. Tinggal colokin mic ke I/O dan pencet deh tombol Rec merah di pintu kaset yang sebelah kanan. Atur – atur EQ nya, jadi deh!

Source: http://www.estedoronko.com/auction/images/tech/stereo1c.jpg

Lagi – lagi gambar di atas bukan aslinya, soalnya tape combo ini sudah entah dimana, heuu…

Mulai naik kelas 4 SD, nyo baru suka nyiptain baru, ceritanya baru bisa main gitar. Dengan berbekal ngerekam dengan tape di atas, mic, gitar, dan kaset kosong, akhirnya Nyo merekam lagu pertamaku: Peace in Rain. Ini rekamannya, haha, suara anak SD masih imut ya😀

http://labs.echonest.com/Uploader/index.html?trid=TRNDYEL14BB91D33F8

Setelah milestone itu, mulai deh suka bikin lagu – lagu dan ngerekam sendiri…. sampai SEKARANG, hahaha…. xD

SMP:

Aku lupa, saat itu SD atau SMP, papa membuka satu peti kayu yang tenyata di dalamnya adalah magnetic sound recording dari tahun jadul (mungkin 1960, sebelum papa lahir).

Magnetic tape recorder

Magnetic tape recorder

Magnetic tape recording  itu merupakan warisan dari mbah – mbah. Cara menggunakannya agak ribet sih karena harus pakai pita magnetic besar 35 mm. Saat itu kita nyari – nyari di antara koleksi pita magnet2 yang tertumpuk (saat di setel isinya macam – macam, ada Elvis, lagu2 lawas jazz, dsb, koleksi mbah), mana yang kosong atau bisa dipakai untuk merekam?

source: http://www.estedoronko.com/auction/images/tech/stereo1c.jpg

Sekarang alat rekaman di atas masih rapi terbungkus di rumah, gak dipakai lagi…

Memang, dari sisi kualitas, dibandingkan dengan merekam lewat tape kaset kecil, merekam dengan magnetic tape besar ini lebih bagus hasilnya. Satu – satunya masalah adalah pita magnet yang besar itu sebagian sudah berjamur dan alatnya terkadang suka ‘ngambek’. Akhirnya kita routing perekam besar ini, output ke tape combo biasa. Jadi hasil rekamannya bisa disimpan di kaset ukuran normal, pada zaman itu. Hihihi… Seru sih ngutak – ngutik perangkat rekaman lawas dengan tombol knob yang user-friendly-untuk-kakek-nenek. Ribet kadang kalo ditengah-tengah, eh, pita magnetiknya melintir… jadi kacau.

Tapi gak bertahan lama dengan perangkat tersebut, karena ribet dan Nyo dibelikan tape combo baru, merk AIWA biru, yang kayak begini nih:

Akhirnya Nyo rekaman pakai ini dan pakai keyboard. Ceritanya, waktu itu sudah bisa meramu komposisi dengan berbagai sound lewat keyboard. Jadi, dengan berbekal sebuah keyboard YAMAHA dan disket, Nyo mulai membuat lagu dan disimpan. Jadi, saat mau rekaman, tinggal play music dari keyboard, dan merekamnya dengan mic dan tape di atas :p

Inilah lagu yang dihasilkan untuk ujian EBTA praktek Seni Musik SMP, judulnya Magnified Problem:

http://vanya2v.bandcamp.com/track/magnified-problems

SMA

Secara SMA 2 tahun menyita banyak waktu dan pikiran, jadi benar – benar gak sempat untuk mikirin bikin lagu. Tapi les piano, biola masih jalan. Lagu ‘MAMA’ dibawah ini bukan aku yang bikin, tapi hanya mencoba mengaransemen dan menyanyikan, sekaligus merekamnya. Untuk aransemen masih berbekal keyboard dan merekam masih pakai dynamic-mic plus tape combo. Terus dari kaset baru ditransfer ke komputer, buat edit audionya (cuman nge-cut doang). Lagu ini tribute buat almh.Eyang ku yang setahun setelahnya meninggal. We really miss you, eyang… I always feel sad whenever I hear this song, so I rarely play this song :((  T__T

http://labs.echonest.com/Uploader/index.html?trid=TRRYTYT14BB92009A0

Ok, menginjak SMA, tampaknya kaset sudah mulai ditinggalkan. Memang sih sempat namanya bawa – bawa walkman ke sekolah, tapi MP3 player mulai menjamur di era ini. Karena itu koleksi kaset ku yang aku kumpulkan semenjak SD terpaksa dihentikan, huhu… beralih ke era digital. Padahal sedari SD, hampir tiap bulan beli kaset, setidaknya selalu ada referensi musik satu album dari artis apa pun yang lagi muncul di MTV (weks!). Dihitung – hitung, pada akhirnya koleksi kasetku mencapai sekitar 500 lah (belasan tumpukan rak kaset macam begini di rumah):

Rak kaset

Rak kaset

Ini list kasetnya: DaftarKoleksiKaset, kalau ada yang mau lihat. Aku list secara alphabetical, juga dipisah antara genre, OST, nasheed, dsb :p . Meski aku yakin sepertinya sudah banyak yang jamuran karena nggak pernah ditengok – tengok empunya lagi, huhuhu… T_T

Kuliah

Kuliah tahun 2004, mulai kenal sama Adobe Audition, MIDI, dkk… Jadi, pake keyboard, bisa rekam multitrack masing – masing instrumennya, nggak direkam di disket lagi, hahah… Tapi tetap masih pake mic dinamik dan nggak kenal mixing atau fx apalah, ngadelin volume doang :p .

Ini foto awal kuliah (2004), saat masih cupu, di depan keyboard dan DAW pertama.

Foto tahun 2004

foto tahun 2004

Salah satu lagu yang dihasilkan dengan perangkat di atas adalah 2 Separated Souls (2005):

http://vanya2v.bandcamp.com/track/2-separated-souls

Seiring berjalannya waktu Nyo mulai make DAW laen, sekitar tahun 2007 make SONAR, Fruity Loops, Ableton, akhir2 ini ke Reaper karena lebih ringan, dsb. Beralih dari composing dari keyboard, jadi composing lewat DAW dengan FL dan plugin2, Kontakt, library, dsb.

Now

Setelah lulus kuliah master tahun 2011, udah bisa pake duit sendiri beli perangkat yang diinginkan…Audio interface Alesis dengan I/O 2 biar bisa dibawa2 nomaden, mic kondensor C-1 behringer, headphone Senn, dsb. Minim banget sih, tapi lumayan lah… :p . Ini foto diambil tahun 2012, pas nyelesein album ke-4 (http://vanya2v.bandcamp.com/album/time-4-us), di rumah xD

dan inilah hasil rekamannya, pas boyongan alat2 di atas ke Belanda, hehehe…. Yep, my music has just evolved, from pop, dance, country, to classical, bermain – main dengan EWQL library.. xD

http://vanya2v.bandcamp.com/track/the-king-dances-2

Indeed, I still have to learn more about mixing, composing in DAW, recording engineering, mastering, etc… But, at least, it’s a part of a journey.

It’s a pity that now I’m not in really in music, maksudnya sekarang di ‘jalur’ yang berbeda… Meskipun rasanya pengeeen…banget getting known with my music, hihi.. tapi kesempatan masing – masing orang beda. Semoga aja nanti benar – benar ada kesempatan to show my music to the world (haelah bahasanya)…aamiin.. dan bisa melanjutkan hobi rekaman2 sendiri ini dengan studio komersil (beneran, dengan panel mixer yang gede, ruang kedap suara, operator, alat2 rec.canggih) sendiri (lagi – lagi mimpi siang bolong), tapi semoga ada yang ‘aamiin’ in bisa terwujud :p