What a weekend.. start-up weekend..

Apa tuh Start-up weekend? Jadi, start-up weekend adalah.. Klik disini – membuat start-up benar – benar murni dari ide aja menjadi nyata (yah, mendekati nyata mungkin) dalam 54 jam atau dalam satu weekend! Sounds exciting, isn’t it? Apalagi pengalaman Nyo benar – benar nol soal beginian. Acara yang di sponsori Google for Enterpreneus ini sudah dilakukan di lebih dari 400 kota di dunia, Untuk weekend kemarin juga acaranya paralel dengan di Jerman, Belanda, dan beberapa kota lain.

Hmm… Mungkin kalau teman – teman di univ lain, seperti di Cambridge katanya setiap minggu ada start-up weekend. Tapi berhubung Nyo di London, event ini sepertinya ada 2-3 kali dalam setahun, jadi mending ikutan aja deh mumpung lagi semangat :p

Startup Weekend!

Startup Weekend!

8 Mei 2015

Acara dimulai pukul 06.30 pm, semua peserta datang, dinner, dan networking. Kali ini tempat Startup weekend adalah di Secondhome, co-working space yang cozy banget dengan desain arsitektur dan interior yang penuh inspirasi. Konsepnya benar – benar unik, semua ruang tembus pandang, furnitur yang random, dan bernuansa segar.

Pukul 07.30 pm acara dibuka dengan presentasi oleh alumni dan pemenang Startup weekend yang benar – benar keren! Start-up nya adalah SWIPE. Apa tuh? Jadi dengan Swipe, kita bisa mengupload presentasi dan membagi URL pada audiens yang menonton presentasi kita. Kita bisa mengakses presentasi (yang juga dikontrol oleh presenter secara real time, audiens juga bisa me-swipe slide nya) secara Live di gadget anywhere dan bisa melakukan polling secara real-time (langsung ditampilkan hasilnya). Interaktif sekali! Coba sendiri aja deh ke web nya!

Setelah acara dibuka, peserta bergantian pitch their ideas. Dari 90 peserta ternyata ada sekitar 30 orang-an yang maju untuk pitch. Peserta hanya diberi waktu maksimal 1 menit untuk pitch. Waw, susah juga… 10 detik untuk perkenalan, 15 detik untuk problem statement, 15 detik untuk solusi/how it works, dan 10 detik untuk kebutuhan tim (butuh developer/designer/biz people kah?).

Dari semua pitch, judges dan peserta kemudian memilih beberapa ide yang ok untuk dikerjakan. Terpilihlah 10 ide startup untuk digodok. Wah, sayang semuanya gak ada yang Nyo benar – benar sreg sih… Tapi karena semuanya harus gabung dengan salah satu tim, akhirnya Nyo bergabung dengan tim Geo (yang sebenarnya masih kurang mengerti juga apa yang dijelaskan dalam 1 menit pitch itu). Meskipun daftar sebagai Developer (sebab gak mungkin juga daftar sebagai biz people or designer, lebih gak nyambung lagi) tapi untuk startup weekend kemarin nampaknya gak bisa bantu banget karena gak bisa coding mobile apps, haha… kalau soal computer vision mungkin bisa, sayang gak ada :p

Semua berburu tim dan dengan cepat sudah membentuk tim, menentukan role masing – masing, dan meeting untuk langkah – langkah selanjutnya. Tim Geo terdiri dari 6 orang yang lumayan berbeda latar belakangnya, yang mpunya ide tentu berasal dari US, ada juga dari Korsel, Brasil, India, dan Indonesia😀

9 Mei 2015

Nyo masih mengantuk karena semalam agak larut pulangnya, tapi tim sudah mulai bekerja di Secondhome dari pukul 9 pagi! Pokoknya pagi itu kita merumuskan ide, menemukan nama baru untuk produk, yaitu TRACE, dan merencanakan soal market validation. Yang paling asik nih, selama 3 hari itu suplai makanan dan minuman bejibun, mulai dari makan pagi, makan siang, dan makan malam, sampai snacks, jus, buah-buahan, kripik2, permen, waaahh… senang!! (mental mahasiswa rantau kalau lihat makanan nih)

Selepas siang, para mentor yang merupakan orang – orang hebat yang sudah malang melintang di dunia per-startup-an di berbagai bidang, datang. Mereka bergantian meng-coach masing – masing tim, mendengar perumusan masalah kita, bagaimana kita membuat solusi, dan mengarahkan bagaimana cara – cara monetization produk, serta memberikan banyak masukan yang berguna.

Setelah itu, Nyo dan satu anggota tim turun ke jalan untuk market validation. Intinya, wawancara orang – orang sekitar apakah mereka tertarik dengan ide produk ini dan melihat responnya. Sambil wawancara, mereka juga bisa mencoba prototype mobile-apps kita loh… Disini nih kalau mau buat prototype yang keren: POP dan MarvelApp. Selain itu, kita juga melakukan survei yang disebar ke 100 responden.

Sebagian besar masih bingung dengan konsep TRACE yang benar – benar baru, tapi hampir semuanya tertarik. Kami melakukan wawancara di sekitar Secondhome, yaitu area Shoreditch yang sangat – sangat dinamis. Shoreditch adalah kawasan London yang kaya akan seni, dimana tembok – temboknya penuh akan grafiti yang keren, bahkan ada tur berbayarnya sendiri untuk keliling Shoreditch mengamati seni grafiti ini. Selain itu, Shoreditch juga pusat beberapa start-up London, sebut saja last.fm, Songkick, techhub, sampai the biggest tech start-up hiring event Silicon Milkroundabout. Pas banget hari itu ada event Silicon Milkroundabout di Shoreditch jadi bayangkan bagaimana ramainya ribuan orang datang kesana!

Shoreditch

SHOREDITCH!

Selesai keliling – keliling market validation (sambil jalan – jalan sih, haha..) hari sudah gelap, balik lagi ke secondhome, dinner, dan kembali bekerja edit video.

10 Mei 2015

Last day! Hari ini, TRACE sudah punya Twitter, FB page, sampai landing page –> http://gotrace.co/

Sang ketua yang juga seorang designer hebat, memperindah prototype-nya dan bisa digunakan user disini. Silahkan di coba loh!!😀

Jadi apa sih TRACE itu? TRACE adalah..Trace is an app that allows you to re-discover what has happened on where you stand now. Trace tells you stories on people experience in your real-time physical location. Let them leave their digital artifact behind and let others reveal them.

Explore your freedom of expression on thoughts, pictures, or videos surround you, and leave your traces right where you are. Trace is a social platform to bridge gap of physical to virtual content. Bring your physical journey come alive with trace. Choose traces from commercial, tourism, and lifestyle as you explore the world. Create your own content in your spatial reality.

Kira – kira begitu… Sebuah konsep yang memang agak langka. Kalau kebiasaan manusia meninggalkan ‘jejak’ seperti mengukir nama di pohon, atau menancapkan bendera di bulan, atau coret – coret kamar mandi. Kenapa gak bikin ninggalin ‘jejak’ yang berupa konten (status/komen/foto/video) tapi dalam bentuk digital, dan hanya bisa dilihat saat user berada disana. Kalau gak kesana ya gak bakal kelihatan/kebuka kontennya.

Persiapan hari terakhir lebih kepada final pitch pukul 5pm yang dinilai oleh para judges. Judges tentu saja orang yang sudah berkapabilitas tinggi di start-up, beberapa Nyo pernah dengar namanya. Wew… Yang dinilai ada 3, yaitu Validation (apa sudah wawancara customer, specific target market, dan apa ada value proposition yang dijual), execution/design (apakah ada demo? apakah prototype nya user friendly?), dan business model (apakah ada solusi yang ditawarkan, strategi go-to market, bagaimana dengan competition-nya, how to monetize, dan user acquisiition) . Final pitch tidak lebih dari 5 menit dengan 3 menit Q&A. Tim dipanggil untuk maju pitch bergantian secara random.

Judges and work

Judges and work

Amazingly, semuanya pitch dengan prototype yang super keren2. Banyak banget apps yang ok idenya, seperti NetAPet, Q-Cast, GiggyPop, Anchor-me, Plutus, Cheerio, My 500, dsb. Lalu, judges mengumumkan pemenang dan yang juara 1 adalah GiggyPop! Aku juga jagoin tim itu sih soalnya bisa di monetized banget. Konsepnya adalah Fricket = Friend + Ticket. Jadi, apps bakal nyari teman di FB dikala kita mau beli tiket konser. Males banget kan pastinya kalau nonton konser tapi gak ada teman yang mau. Apps bakal narik duit kita kalau ada teman yang beli tiket itu juga dan kita sudah Ok. Intinya begitu.

Meskipun gak menang tapi perut kenyang (loh?) ^_^ . Maksudnya, tapi dapat banyak ilmu yang lebih ke praktek sih, berhubung Nyo kan gak pernah berurusan dengan beginian. Juga dapat teman – teman baru dengan latar belakarng dan kinerja yang super-duper TOP! Dalam satu weekend mereka bisa mewujudkan ide dari scratch banget, that was amazing!🙂