Menjembatani Riset dan Industri

Hari ini saya baru saja menghadiri Industry Day di Kampus. Sebenarnya ini adalah bagian dari acara HiPeds Central Doctoral Training, yang merupakan gabungan antara departemen Electrical Engineering & Electronics, dan Computing. Dalam pertemuan antara PhD students dan beberapa perusahaan, tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai apa sih masalah – masalah di industri yang membuat mereka keeps waking at night? Siapa tahu mereka bisa menemukan solusinya dari riset-riset yang dikerjakan para PhD students.

Aku yang masih baru dalam dunia per-PhD-an, baru juga sebulan, jadi seperti agak bingung karena kalau ditanya riset, masih belum apa – apa. Jadi, lebih banyak mendengarkan dan mencerna kecenderungan aplikasi riset di industri seperti apa. Berhubung ini dari departemen elektro dan komputer, perusahaan – perusahaan yang datang juga yang bergerak di bidang itu. Sebut saja, Altran, ARM, EMC2, Intel,MathWorks, Ocado, bahkan kedatangan juga prof.dari Stanford University.

Dari 25 perusahaan dan 45 PhD students yang hadir, kami dibagi menjadi 4 sesi diskusi di round table yang sudah ditentukan oleh organiser. Di sesi 1 ada Dyson yang sedang mengembangkan robot untuk membantu pekerjaan rumah tangga, seperti beres-beres, menyapu dan mengepel tapi dengan ukuran yang lebih kecil dan ringan jadi bisa masuk ke sela-sela atau bawah sofa. Di sesi 2, lebih ke company yang bergerak di GPU, VHDL, etc. Yang sebenarnya aku agak gak nyambung. Wah sudah lama banget gak mainan hardware euy, jadi teringat masa – masa S1.

di Sesi 3, Nyo belajar banyak dari ARM dan Ocado, serta Sensium Healthcare. ARM, yang tentu terkenal dengan processor yang low-power tapi powerful, ternyata sedang mencari para PhD yang mengerjakan tentang deep-learning dan IoT stuff. Wew, sayang Nyo baru akan memulai dengan big-data analysis! Tapi IoT (Internet of Things) stuff menarik juga, misalnya jika di embedded ke dalam kulkas dna digabungkan dengan image processing. Saat susu dalam kulkas habis, IoT system akan mendeteksi dan langsung kontak ke online shopping untuk order susu, Lucu sih. Ini karena orang dari Ocado – yang merupakan online grocery terbesar di UK (yang factory nya saja 40x lipat supermarket biasa) sangat-sangat futuristik pemikiriannya. Di factory mereka, ada ribuan robot yang bekerja secara autonomous dan melakukan lokalisasi produk sendiri. Katanya, mereka sangat autonomous, sampai-sampai lupa mereka ada dimana, hahaha…

Sementara Sensium Healthcare lebih ke biomedik, yang membuat ku senang. Tapi sayangnya mereka lebih ke aplikasi pemrosesan sinyal (EMG, EEG, respiratory IET) dan wireless transmission. Pheww… I guess nobody will be interested in medical imaging😦 . I am a little bit sad, though.. Dari semua industri yang datang sepertinya memang seperti gak ada kesempatan buat bidang itu dikomersialkan ya? Huhu.. sedih deh T.T .Yah, mungkin nantinya aku akan lebih fokus ke computer vision? Well, who knows…

Industry Day dan timbunan makanan2 yang Nyo embat xD

Industry Day dan timbunan makanan2 yang Nyo embat xD

Ada yang penting dari acara tadi. Setidaknya mereka membuka pikiranku bahwa, there is life after PhD!! Hampir semua pihak industri yang datang tadi adalah mantan PhD! Justru mereka tadi sekalian hiring/recruiting para PhD yang akan lulus. Hmm… selama ini sepertinya di Indonesia pilihan lulusan PhD cuma berkisar antara: dosen, peneliti, dan PNS. Jadi, bukan tidak mungkin kan PhD bisa juga berkarir di perusahaan besar? Setidaknya di Eropa yang memang berbasis riset.

Baiknya, mereka selalu mendengar dan berkomunikasi dengan akademisi untuk membantu industri mereka. Kalau begini kan terasa benar bahwa melakukan riset ternyata juga akan ada manfaat dan aplikasinya toh di dunia nyata. Bagaimana di Indonesia? Saya kurang tau.. Tapi alangkah seru jika industri bisa juga memakai riset-riset dari universitas dan berkolaborasi untuk menghasilkan ‘duit’ dan memberi manfaat lebih bagi masyarakat. Yah, beberapa universitas sudah melakukan itu sih… Kalau dilakukan oleh perusahan – perusahaan raksasa mungkin impact nya akan lebih terasa :p

Ada 2 pilihan karir di industri, apakah ingin tetap menjadi techy people atau ke jalur manajemen. Bisa dipilih nanti, tergantung minat (dan keberuntungan mungkin ya?). Ada juga yang menggabungkan keduanya seperti technical manager.

Imperial membuatku jadi galau mau kemana? (hah, sok, padahal baru sebulan PhD mulai juga belum) T_T . Academics-Business-Company. ABC,which one? Kalau A, jadi dosen, sepertinya semua ibu-ibu pasti pengen jadi dosen karena lebih santai dan gak terlalu terbebani karena you work on your own. Dalam pengalaman 1 tahun jadi dosen (I’ll post about it later), memang begitu, enak.. bisa sambil ngurus anak, juga ngajarin dan kadang pusing sedikit sama murid-murid yang cowok semua. Tapi yah, enjoy… dan selalu merasa muda karena interaksi dengan mahasiswa terus  :p

Kalau Company, seperti dalam acara Industry Day hari ini – menarik juga. Setidaknya di big companies dimana semua sudah stabil dan memiliki bagian riset sendiri. Sudah ada pakem-pakem tertentu dalam riset (tidak seperti di PhD/riset akademis dimana kalian bisa melakukan riset gila tanpa terlalu memikirkan batasan waktu, deadline, dan permintaan klien) yang disesuaikan dengan proses bisnis. Mungkin tekanannya agak lebih dibandingkan Akademisi.

Atau pilihan Business? Like the startup thing? Hmm… sounds interesting!!

Well… I’ll post about this particular option tomorrow insya Allah, after the EF event!🙂