Desa Belanja Elit di Bicester Village

Jika Anda ke Inggris dan mencari destinasi belanja selain di London, Bicester Village merupakan tujuan one-stop shopping yang tepat. Di sana terdapat lebih dari 130 outlet desainer berkelas. Berbeda dengan berbelanja di mall Jakarta, suasana outdoor dan diskon menggiurkan membuat belanja produk high-end menjadi semakin bergairah.
Tiap tahunnya, lebih dari 4 juta pengunjung datang berbelanja di Bicester Village. Saat saya berkunjung kesana, terlihat lebih banyak wajah turis dari luar Eropa (Asia dan Arab) berbelanja, dibandingkan warga lokal. Meskipun hari kerja tapi desa belanja ini selalu ramai! Bicester Village hanyalah satu diantara belasan Village collection (semacam shopping outlet) di belahan dunia lain, sebut saja La Vallee Village di Paris, Fidenza Village di Milan, dan La Roca Village di Barcelona.

Tujuan wisata belanja paling popular dan spektakuler di Inggris

Bus X5 membawa kami ke Bicester Village dari kota Oxford, yaitu kota yang berjarak paling dekat dari Bicester. Jika Anda berangkat dari London, perjalanan ke Oxford membutuhkan waktu sekitar 90 menit, ditambah waktu tempuh dari Oxford-Bicester Village sekitar 30 menit.

Sesampainya di halte Bicester, ikuti tanda Bicester Outlet Shopping dan Anda langsung disambut dengan outlet layaknya perkempungan mini berisi rumah – rumah butik desainer ternama dunia. Sebut saja, untuk fashion, seperti Armani, BOSS, Burbery, Dior, Dolce & Gabbana, Fendi, Gucci, Alexander McQueen, Givenchy, Prada, Ted Baker, Tommy Hilfiger, Versace, dan banyak lagi. Sementara untuk asesoris, bisa ditemui rumah desain Coccinelle, Bally, Fossil, Kade Spade, Pandora, Furla, Fossil, dan lainnya.

Bicester Village

Bicester Village

Yang membuat Bicester Village unik bagi branded-shopping lovers adalah harga jualnya yang lebih murah. Memang ada beberapa fashion umum (seperti baju atau jeans biasa) yang harganya sama saja seperti di mall Jakarta. Namun, jika dibandingkan dengan berbelanja fashion brand desainer terkenal di Bond Street, London, misalnya, harganya bisa lebih murah 30%. Mungkin ini karena letak Bicester Village jauh dari London, sehingga diskonnya bisa jauh lebih banyak.

Untuk beberapa tas bermerk, sebut saja Prada, harganya bisa dijual jauh di bawah harga pasaran! Sangat lumayan perbedaan harganya.. Tampaknya rumah Prada paling popular dikunjungi di Bicester Village. Saat kami kesana, antrian untuk kasir di Prada sangat panjang, hingga kami urung membeli. Sebagai turis dari luar Eropa, kita juga berhak untuk tax refund agar harganya bisa lebih murah.
Namun, untuk beberapa butik desainer, barang – barang yang ditawarkan di Bicester Village bukan merupakan barang yang paling up-to-date atau new-collection. Karena harganya lebih murah, koleksi yang lebih lama atau yang akan ‘out of season’ lah yang biasa ditemukan disana. Harus lebih jeli dalam menentukan apa yang akan dibeli dan dalam mencari diskon yang paling besar (harus tahu harga pasaran).

Jika lelah berbelanja, bisa bersantai sejenak di kedai – kedai makanan, seperti Jamie Oliver’s Fabolous Feasts, Amorino Ice cream, Starbucks, dan Farmshop. Terik matahari musim panas, membuat kami lebih memilih membeli es krim dan minuman dingin selepas belanja. Di tengah Bicester Village, terdapat patung beruang bernama Porridge yang menjadi simbol shopping outlet ini.

Berkeliling Bicester Village memang sangat menyita energi, layaknya berjalan di suatu wilayah pedesaan. Jika memang ingin berbelanja banyak dari satu butik ke rumah butik lainnya, tak perlu khawatir akan beratnya tas belajaan. Bicester Village menawarkan hands-free shopping dengan biaya £15 saja. Ya, Anda tinggal beli dan beli dari rumah butik satu ke lainnya tanpa harus ribet menenteng tas belanja yang besar dan banyak saat berjalan. Setelah selesai, Anda tinggal mengambil semua barang di Bicester Visitor Center, sekaligus pulang.

Liputan lengkap Bicester Village bisa di tonton di CJ NET saya:

http://sg.netcj.co.id/embed/142214/Inilah-Bicester-Village-Desa-Belanja-di-Inggris

CJ Bicester Village

Selagi Anda asik belanja, anak – anak bisa bermain sepuasnya di arena bermain yang disediakan di dalam Bicester Village. Ada perosotan, rumah pohon, serta ayunan, agar anak Anda tidak rewel dan bosan.

Bagi saya pribadi, atmosfir Bicester Village lebih ramah dan lebih terbuka (mungkin karena konsep village yang outdoor) untuk berbelanja barang berkelas. Bayangkan, jika berbelanja di Oxford Street, Bond Street, ataupun Knightsbrige di London yang bertaburkan butik desainer mewah ternama – mendekati pintunya saja sudah urung. Terutama untuk orang ‘biasa’ yang tak pernah membeli produk fashion desainer yang non-KW, mungkin Bicester Village bisa menjadi satu tujuan wisata belanja yang mengasyikkan.
Naik apa?

• Jika Anda berminat untuk menghabiskan satu hari penuh (karena hanya ada satu jadwal berangkat 09.30 dari London, pulang pukul 17.00 dari Bicester), Anda bisa menggunakan luxury coach shopping express, langsung dari London ke Bicester Village. Harga tiket pulang-pergi adalah £28.
• Kereta langsung dari London ke Bicester dioperasikan oleh Chiltern Railways, bisa di booking dengan harga sekitar £32. Dari stasiun kereta, Anda harus lanjut naik shuttle bus lagi untuk bisa sampai ke Bicester Village.
• Namun, jika ingin berwisata dulu ke Oxford, Anda bisa berangkat dengan bus nomor X5 dan S5 yang beroperasi tiap 30 menit. Siapkan biaya untuk bus ke Oxford (dari London, same-day return ticket £18) dan £5.80 untuk tiket pulang-pergi bus Oxford-Bicester Village.