Kunjungan CTO FB ke kampus

CTO Facebook, Michael Schroepfer membeberkan riset terkini Facebook dalam kunjungan ‘University of Facebook’ ke kampus Imperial College London (London, 5 November 2015). Kali ini, talk yang ia sampaikan bertajuk ‘Connecting the World’.
Facebook, yang kebanyakan kita tahu adalah perusahan social media, bukan hanya melulu soal social media. Perusahaan yang telah menjaring lebih dari 2 miliar users di dunia (1.55 miliar Facebook users sendiri, ditambah 400 juta instagram users, ditambah 900 juta users WhatsApps – semua company yang diakuisisi Facebook) juga merambah ke riset Artificial Intelligence (AI) dan drone.
Hal yang dialkukan oleh Facebook untu ‘Connecting the World’ mencakup 3 hal:
1. Planetary connectivity
Masih banyaknya wilayah di dunia yang masih belum terjaring internet membuat Facebook melakukan inisiasi Internet.org. Untuk inisiasi tsb  memiliki drone raksasa, lebih besar dari Boeing 737.
Pesawat Internet bertenaga surya ini bernama Aquila. Fungsinya adalah untuk menyediakan akses Internet di area terpencil, seperti Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Dengan laser-based internet 10s of Gbps bisa overcome signal disruption untuk bandwidth transmission.
Data center FB juga mencengangkan besarnya, panaslah bernilai $2 billion. Juga, ia mengenalkan beberapa inisiasi open source yang digagas FB, seperti HHVM, React, etc.
2. Natural Interface
Seiring dengan berkembang pesatnya jumlah dan banyaknya data-data di dunia (50x data volume meningkat/tahun di dunia), Facebook juga memiliki AI research. Hmm… Menariknya tahun 2013 berdiri, FB menggandeng Prof. Yan le Cun untuk memimpin divisi tsb, tentu semua tahu sang suhu deep learning ini. Asik banget ya jadi tuh Professor, masih jalan jadi professor, tapi punya kaki di industri juga…aaahh… #mupeng T__T . mau dong…
Riset AI bertujuan untuk mengajari komputer agar semakin pintar. Komputer bisa memahami teks, image, video,planning, perception, sebagaimana atau bahkan lebih pintar dari manusia. Dengan AI, komputer juga bisa memprediksi banyak hal, terutama memahami makna semantik di balik foto-foto atau video yang kita unggah di Facebook. Okay, dan selanjutnya adalah ranah computer vision.. yeah, horray! (terus melongok layar laptop, yang tiap hari emang kerjaannya ngajarin nih machine buat understading image).
Tentu saja FB menang dari segi data untuk AI system. data images and videos dari 2miliar users pasti buanyaak… dan machine learning technique mana pun jika di trained dengan data berjibun pasti akan lebih baik dibandingkan teknik bagus tapi data seuprit :p . Di AI research sepertinya bpk LeCun juga mengadopsi DeepNet nya untuk image recognition. Whoah..😉
CTO Facebook talk

CTO Facebook talk

 3. Immersive Experience
Tak ketinggalan riset di Oculus Rift – yang juga telah dibeli Facebook. Jadi ingat, sekitar bulan lalu, perusahaan alumni dept ku di kampus baru dibeli Facebook, namanya Surreal Vision. Memang eksplorasi VR semakin menarik.
Manusia berkembang. mulai yang tadinya share status berupa teks, lalu image, lalu video (well, 8 billion videos viewed in FB, anyway), dan sekarang VR world. Actually, untuk membuat 3D models dalam VR content cukup menantang.  Facebook sedang mengembangkan face-tracker untuk mengenali ekspresi users saat berinteraksi di dunia maya. Secara, saat mengenakan Oculus, pasti ada gerakan-gerakan antara mata, pipi, dsb.
Bukan hanya membawa VR (Virtual Reality) lewat headset (yang dipasang memanipulasi mata dan telinga, dengan 3D video dan suara), tapi Facebook juga akan menambahkan dengan handset. Dengan tambahan handset, users bisa semakin merasakan experience berinteraksi di dunia virtual, bukan hanya diam saja. Ia menampilkan video dimana tampak kedua users sedang asik bermain di dunia virtual, whole experience. Padahal di dunia ‘nyata’ mereka di ruangan biasa, tidak memegang apa-apa.
Simak liputan selengkapnya disini: