Terkenal

Nyaris saja aku terkenal: waktu balita audisi perdana bareng Agnes Monica  (bedanya yang satu sudah penyanyi go-international, yang satu ya…gitu deh)

Nyaris saja dulu aku terkenal jadi bintang iklan balita lucu. Setiap ditelponin dari agency iklan, Mama malah selalu nyerahin telp ke aku dan biarkan aku jawab sendiri. Tau lah jawaban Nyo yang masih balita apa, “GAK.”

Si agency membujuk Nyo kecil lagi, “Nanti di iklan gak usah ngapai-ngapain kok. Cuman suruh makan sup**mie aja… Ya, mau ya?”

“GAK!” Nyo langsung menutup gagang telepon.

Kalau dipikir lagi sekarang, yaelah anak balita tahu apa tentang ‘TERKENAL’? Kalau saja dulu Nyo jawabnya, “IYA” dan terus mengiyakan tawaran iklan, Nyo yang dulu lebih lucu dari Afika dan Tasya (hahah, ini sumbernya diri sendiri yang mengatakan loh :p), pasti sudah terkenal jadi artis cilik ya, dan mungkin akan berlanjut terkenal sampai sekarang (ah masa?).

Haha, maafkan my delusion… Tapi kalau dipikir lagi sekarang: memang kalau Nyo jadi terkenal terus bakal bahagia? Gak bisa membayangkan sih kalau masa kecil harus terenggut gara-gara dikerubuti orang-orang yang mencubit gemes. Looking back, I felt so grateful that I answer ‘NO’ to that agency… and I’m very thankful my Mom gave me freedom to express my thought, she always asked me whether I wanna do that or not. Coba orang tua lain, mungkin udah nyuruh-nyuruh anaknya casting sana-sini dan bisa jadi mengais duit dari hasil keringat anaknya. Heuff…… Yah, mungkin ini juga karena jadi bintang iklan dan artis memang bukan keinginan kami, tapi disuruh oleh saudara yang melihat potensi ‘keartisan’ Nyo (hahah, mulai lagi…. delusinasi jadi artis).

Sayangnya potensi keartisan sudah tergerus oleh zaman, I’m becoming a nerdy and geeky woman… xD

Kenapa Nyo tiba-tiba nulis tentang ‘terkenal’?

Ini karena ada 2 orang yang terhitung ‘dekat’, becomes super-famous singers now and I’m kinda… whoaaa, why can’t I? Dua orang itu, satu yang berinisial IS. Dia anak guru piano (dan juga hipnoterapi) Nyo pas di Bandung, bolak-balik terus ke rumahnya buat belajar ujian2 ABSRM, dsb. Dulu beberapa kali konser Highest Score ABSRM bareng IS.

I knew her quality since he was a kid… Ingat saat les, si ibu teh senang…banget anaknya juara2 electone tingkat dunia, ke jepang, ke US, bangga banget deh. Sekarang, ia tinggal memetik hasil kerja kerasnya, she becomes a diva, satu musisi berkualitas di Indo yang lagi nge-hits. Lihat aja vevo salah satu v-klipnya yang sudah ditonton lebih dari 33M views. Waw, itu gimana ya rasanya…❤

Yang kedua si penyanyi yang lagi nge-hit juga di dunia nasheed, yaitu inisialnya HJ. Kita dulu sama-sama ikut kontes nyanyi dari AWK. Pas dia masih remaja (sekarang juga sih). Look at him now? He’s now very famous…🙂 . Again, I know his quality, he’s indeed very good… I watch his show, I see his live performance….He’s also very kind, several times he re-tweet my Tweets and humble..❤

Dua orang itu istilahnya ya lumayan dekat. sayang Nyo gak kecipratan apa-apa ya :p

Salah satu yang penting: terkenal dikarenakan kualitas

Yep, Nyo suka orang yang terkenal dikarenakan mereka memang punya kualitas itu. Lain halnya dengan orang sensasi. Tau gak? Yaitu, orang-orang yang terkenal karena dibuat oleh media. Nah ini bisa membahayakan… Karena mereka membuat jalan pintas untuk terkenal. Kalau tindakan si orang terkenal gak layak ditiru, tapi tetap banyak yang menonton atau mendukung… Ini namanya pembodohan masyarakat.

So, media… Don’t make stupid people famous! Please…

Sempat menonton acara Hitam Putih (my fave talk-show, I rarely missed one episode actually) dimana Mas Deddy berkata bahwa ada timing berbeda untuk orang terkenal.

  • Ada orang yang terkenal hanya dalam satu waktu (satu waktu jadi trend banget, super terkenal, tapi hanya sebentar.. setelah itu semua orang melupakannya. Ini biasanya yang fenomenal: goyang caesar)
  • Ada yang terkenal di masa rentang waktu (terkenal pas saat muda, saat sudah tua dilupakan. Biasanya penyanyi/band/aktris yang sedang2 kualitasnya (saat muda banyak fans, sudah ada tua beralih ke bisnis. Jualan baju, jualan sayur, jualan kue.)
  • Ada yang terkenal dikenang masa (ini namanya legenda. Setiap yang ia lemparkan selalu menjadi hits, sampai akhir menutup mata. Misalnya, alm.Chrisye).

Jadi, mau pilih yang mana?

Memangnya enak jadi orang terkenal? Kadang justru mereka ingin jadi orang biasa loh… dimana privasi bisa terlindungi.. gak harus dikerubuti untuk dimintai foto bareng.. gak diteror fans atau orang bisik-bisik saat mereka lewat.

Well, Nyo bukan mau terkenalnya tapi… Nyo pengen banyak orang bisa mengambil manfaat dari yang sudah/akan Nyo buat. Rasulullah SAW bersabda kan bahwa:

The best of people are those that bring most benefit to the rest of mankind.

Mungkin kalau dari sisi scientist, ‘artis’ di science biasa terkenal namanya doang (di paper, di poster workshop, dsb) tapi wajahnya entah lah. Kalau sekarang belum terkenal, mungkin memang belum ada kualitasnya ya Nyo (tertolak terus, sabar…), atau memang  banyak orang gak butuh (gak bisa market research, gak tau target).

Eh, terus jadi ingat kisah di salah satu episode ‘Lorong Waktu’ di SCTV dulu. Kira-kira (dengan ingatan Nyo yang seadanya) ceritanya begini….

Alkisah ada seorang ustadz yang sangatlah terkenal. Saking terkenalnya, banyak jamaah dan orang-orang sekitar yang berlebihan dalam mengagumi. Tiba-tiba si ustadz menghilang. Dicari dimana pun, tak kelihatan batang hidungnya.

Setelah lama mencari, akhirnya ustadz itu ditemukan sedang berada sendiri di atas pohon. “Sedang apa Anda?” ia ditanya.

Sang Ustadz menjawab, “Saya disini karena saya takut. Orang-orang sudah berlebihan dalam mengagumi, padahal saya manusia biasa. Saya takut jika saya tetap terkenal seperti ini, setiap yang saya lakukan tidak ikhlas karena hanya mencari penghargaan dari manusia. Saya takut kalau saya jadi berbuat bukan karena Allah tapi karena ingin dilihat manusia…. Karena itu saya memilih seperti ini. Biarkan mereka melupakan saya dulu.”

Hmmm….. tuh. Resiko jadi orang terkenal bagi orang biasa mungkin yang susah adalah, menjaga niatan dalam hati, agar tetap selalu dalam koridor yang benar.

 

Tindakan orang terkenal menarik untuk diikuti

Benar gak sih? Coba deh, kita lebih banyak men-follow Instagram atau Twitter artis (entah dalam bidang entertain atau artis di dunia science seperti perkembangan tech) kan? Rasanya mereka lagi makan dimana, atau mereka lagi tamasya, atau mereka lagi nyanyi satu bait lagu saja, kita sudah excited melihatnya…🙂 . Tuh kan, memang beda kualitas orang terkenal, hehe…

Just wait and see for that time to come…