From Nursery to Pre-school

Menjelang umur 3 tahun, sekitar 1 bulan sebelumnya, my Rhapsody sudah harus pindah dari nursery ke kelas pre-school. Sebenarnya, masih di early year center yang sama, di kampus… Tapi kelasnya beda, yang tadinya di kelas untuk 2-3 tahun, sekarang harus pindah ke kelas 3-5 tahun. Alhasil, 2 minggu pertama ini menjadi hard-times buat dia, juga buat makNyo, hiks… =,=;

Kenapa sulit? Hmm… jadi ingat saat awal-awal dia masuk nursery, kehebohan adaptasinya cukup lama. Yang tadinya biasa tidur 2x sehari (jam 10 dan jam 2 siang) saat masuk kelas 2-3 tahun cuman 1x setelah lunch. Nah, sekarang, untuk kelas anak 3-5 tahun, sama sekali GAK ada tidur siang! No nap at all…!! 😦

Memang sih 2 minggu terakhir sebelum pindah, di kelas yang lama, gurunya pelan-pelan mengurangi porsi tidur siangnya, dari 2 jam.. 1 jam.. setengah jam…1/4 jam… sampai no nap sama sekali. Tapi, jadinya malah super-rewel di rumah… pulang nursery, baru ditaroh stroller langsung tepar. Anehnya, malamnya malah gak bisa tidur, seperti gak tenang kebangun berkali-kali. Hiks… kasian, anak bayi gak boleh bobo siang   T__T

Minggu-minggu awal seperti ini, otomatis jemputnya jadi lebih awal. Biasanya jam 08.45 sampai jam 5an, sekarang jam 4 an sudah dijemput. Karena tiap weekdays setiap hari dia ‘kerja’ dan gak tidur siang, balas dendam lah pas weekend…. tidurnya bisa terus-terusan pas siang 6 jam, malam normal.

Nyo gak tahu, apakah di nursery lain untuk anak di atas 3 tahun gak ada tidur siang? Atau cuman di nursery ini?😦

Salah satu sebabnya adalah saat anak memasuki usia pre-school, yaitu 3 tahun, di kelas sudah ada kurikulum yang harus diikuti jadinya penuh dengn aktivitas. Lihat saja perbedaan setting kelasnya. Kelas untuk anak 2-3  tahun lebih hangat dan mungil, semua mini, banyak mainan ‘bayi’, dan tersedia tempat buat nap, yaitu matras gulung, karpet-karpet dan bantal empuk.

Namun, kelas untuk anak 3-5 tahun sangat besaaaarrr….. seperti 3x kelas sebelumnya digabung jadi satu  (yang di foto di bawah, itu baru 1/3 nya). Selain itu, setting-an kelas juga seperti kelas biasa, meja kursi, pojok komputer (iya, ada pelajaran IT juga si anak bayi =,=), sampai rumah-rumahan besar. Jadi, terasa tidak se’hangat’ kelas sebelumnya. Mainannya juga berbeda, lebih banyak tools untuk belajar, seperti aneka pensil, crayon, rakit-rakitan konstruksi, kit huruf, dsb.

kelas_buci

Bagaimana dengan adaptasi si kecil?

Ini dia…. sampai sekarang sepertinya dia masih belum bisa ‘move-on’ dari kelas sebelumnya. Memang selain belum 3 tahun, juga masih belum 2 minggu pindah… Tapi segala perbedaan situasi di atas cukup bikin dia shock sampai mogok ke sekolah. Tiap pulang dan mau berangkat, setiap hari nangis, gak mau ke kelas baru, huhuhu… jadi sedih😦

Yang paling berbeda selain jam gak ada jam tidur siang – yang buat dia jadi uring-uringan, adalah people… Ya, guru-guru beda dan teman-teman baru. Memang sih gak sendirian dipindahinnya, berdua sama teman dari kelas sebelumnya. Tapi, teman yang satu lagi sepertinya lebih cuek-bebek mau dikemanain juga. Jadi, my Rhapsody yang masih upset berpisah dengan lingkungan lama. Apalagi dia juga harus pisah sama sahabatnya yang lengkeeeeet banget di kelas yang lama, katanya kangeeenn… Kalo versi MakNyo, mungkin dulu aku juga sedih dan mellow, terus bikin lagu, eh nyanyi ala Sherina, “hatiku sedih… hatiku gelisah…. sahabat yang slalu ada…dalam suka dan duka…”

Toiletnya juga aneh sih, dibiarkan terbuka tanpa pintu semua. Mungkin karena di kelas anak 3-5 tahun semua sudah mandiri ke kamar mandi sendiri dan mulai ada yang suka iseng, jadi lebih aman dibuka aja ya? Daripada kekunci di dalam atau mainan pintu. Kalau di kelas 2-3 tahun lebih besar dan ada tempat ganti pampersnya, serta ada pintu masing-masing.

Anak-anak 3-5 tahun juga lebih mandiri, lebih komunikatif (kadang gak bisa ngikutin mereka lagi ngomong apa, English nya terlalu cepat), dan sudah bisa apa-apa sendiri. Di kelasnya, juga ada guru yang bapak-bapak… jadi lebih tegas menindak kalau ada yang terlalu iseng, atau membantu anak-anak dalam IT dan permainan yang lebih complicated.

Dibandingkan teman lainnya, Rhapsody cenderung lebih pendiam (lihat aja MakNyo :p). Tapi kata gurunya, dia sudah lebih memakai English di sekolah (di rumah, tentu kita full bahasa Indonesia, soalnya gimana ya…. sudah lidah Indonesia sih). Pernah satu kali, Nyo bingung dia nunjuk-nunjuk minta gelas di rumah sambil bilang, “wota… wota..”. Nyo masih gak nangkep, apa tuh wota. “Di sekolah, kakak minum wota…”. oooh…. water toh. Kenapa jadi wota? Baru ngeh, ooo… logat Inggris, lah kenapa jadi ala Harry Potter dan Hermione beginiiiiih… xD

Terus, pas satu kali dia gak mau dipakein celana sama MakNyo, maunya sendiri, dia bilang gini, “I can do it!”. Wuih…. gaya, udah bisa bahasa Inggris toh! Bapaknya iseng nanya, “Emang tahu kamu artinya ‘I can do it’ tuh apa?”. Dia jawab, “Tahu… artinya, aku bisa pakai celana sendiri.” . Wkwkwkwwk….. :)) . Mungkin dia ngelihat temannya bilang itu tiap makai celana sendiri abis dari toilet ya =,=;. Bocah….

Tapi untuk makanan di kelas baru, kok kelihatannya seperti berkurang porsinya dan anak-anak dibiarkan bebas, mau makan, mau main…terserah. Beda dengan pas di kelas 2-3 tahun dulu, semua duduk melingkar makan. Jadwal di kelas, kurleb masih sama, aktivitas – snack pagi jam 9.30 (tapi sekarang cuman buah, dulu ada cracker-biskuit-susu), terus ke garden, lunch jam 12, aktivitas utama (gantinya nap), ke garden jam 3, terus snack sore jam 4 (biasa croissant atau cereal pakai susu), terus aktivitas sambil nunggu dijemput jam 5 an.

Berhubung Nyo skemanya nursery, full day, jadi berbeda dengan skema pre-school yang gratis 15 jam/minggu untuk anak >3 tahun. Memang bisa dapat potongan, tapi baru saat tahun ajaran baru setelah birthday ke 3 (heuu… lama yah nunggunya). Untuk yang lebih fleksible kerja ibunya, mungkin bisa opsi untuk masuk pre-school yang free 15 jam/minggu, meski juga harus menunggu waiting list.

Pindah ke lingkungan baru, tentu sulit, apalagi buat anak batita. Tapi melihat perkembangannya hari demi hari, things are getting better…  No cry saat di kelas (meski di rumah rewelnya), tapi semoga semakin hari semakin happy dia di kelas yang baru. Semoga tambah pinter dan lancar bersosialisasi juga, dapat banyak teman baru yang baik. Ya, mungkin setiap anak memang beda adaptasinya….