Pentas Perdana ‘Harry Potter and the Cursed Child’

Sabtu, 30 Juli 2016 menjadi tanggal yang ditunggu-tunggu para penggemar Harry Potter sebab teater sekuel Harry Potter baru dibuka untuk umum! Palace Theater di West-End, London menjadi tempat pementasan Harry Potter and the Cursed Child.

Seri ke-8  Harry Potter bercerita tentang 19 tahun setelah Harry Potter meninggalkan Hogwarts.  JK Rowling (dan Jack Thorne & John Tiffany) menulis cerita ini bukan untuk buku atau film, melainkan  khusus untuk teater, yang akan ditampilkan di Palace Theatre mulai 30 July 2016 sampai Mei 2017.

Sabtu kemarin saya berkesempatan untuk mengintip serunya acara world premiere Harry Potter and the Cursed Child.   Pada gala premier kali ini, JK Rowling, walikota London
– Sadiq Khan, dan beberapa artis tampak berjalan di karpet merah. Tak ketinggalan, para fans berat Harry Potter yang sudah bersiap dengan tiket dan asesoris khas Hogwarts. Capek juga berdiri 1 jam lebih menunggu orang-orang berjalan di red carpet.

 

Penampilan teater ‘Harry Potter and the Cursed Child’ terbagi menjadi dua bagian. Anda bisa menonton kedua bagian pada satu hari (Rabu, Sabtu, Minggu), atau terpisah (Kamis-Jumat). Sebenarnya, tiket sampai May 2017 sudah sold out semua. Namun, jangan kecewa karena setiap hari Jumat siang (jam 1) ada 20 tiket yang akan dijual bagi Anda yang beruntung. Katanya juga, show juga akan diperpanjang sampai Desember 2017 (meski tak dijamin pemainnya bakal sama).

Saya baru ‘ngeh’ ada pentas Harry Potter ke-8 ini bulan Febuari 2016 (sudah mulai dijual dari bulan Oktober 2015, telat ya saya tahunya). Saat itu, saya langsung buru-buru booking dan langsung kaget, sebab semua sudah sold out sampai tahun depan. Yang paling cepat adalah bulan Maret 2017. Alhasil, dapatlah saya tiket menontonnya untuk 9-10 Maret 2017. Haaahh…. lama banget rasanya harus bersabar menunggu sampai tahun depan TT_TT

Berbeda dengan ketujuh seri Harry Potter yang mengangkat cerita penyihir cilik, pada seri ke-8 ini, HarryPotter sudah menjadi seorang ayah dari tiga anak dan bekerja di Ministry of Magic. Namun, anak bungsunya yang  bernama Albus harus berjuang berat menghadapi warisan keluarga yang tidak ia inginkan. Diceritakan bahwa Albus sulit menerima bayang-bayang figur ‘selebriti’ dari ayahnya, Harry Potter dan hubungan ayah-anak tersebut tidak
terlalu mulus. Seketika Albus memasuki Hogwarts, dimulailah kisah petualangannya: kegelapan terkadang datang dari hal yang tak terduga.

Buku naskahnya sendiri, terbit 31 July 2016, sehari setelah gala premier-nya. Malam pukul 10 ratusan fans sudah antre mengular di luar Watestones Piccadily (dan beberapa cabang lain, meski ini yang pusat terbesarnya), sampai di launch pukul 00.01 baru bisa mendapatkan buku tersebut. Hmm… masih half-price juga loh sekarang tapi agak galau beli gak ya? Kan mau nonton teaternya, agak garing gak sih kalau baca dulu baru nonton? Eh, tapi apa beli aja ya? Dari dulu kan koleksi buku HarPot (meski kebanyakan yang US version sih) #selftaught

Saya juga sebenarnya ingin datang waktu 31 July ke beberapa venues yang merayakan launch buku ini juga Harry Potter birthday party. Tapi ada daya ternyata di hari itu, semua bus di pusat London dan kebanyakan akses jalan ditutup karena ada lomba sepeda besar-besaran😦 . Hiks..

 

Tak jauh dari teater Harry Potter, pameran dan toko seni grafis bernuansa Harry Potter dibuka di House of Minalima. Pengunjung boleh masuk, tanpa dipungut biaya. Pameran ini ditujukkan untuk menyemarakkan antusiasme ‘Harry Potter and the Cursed Child’. Empat lantainya penuh akan desain, ilustrasi, dan kejutan menarik mengenai visualisasi cerita
Harry Potter. Sebut saja kaca Hogwarts, tangga bertabus surat dari Hogwarts, Marauders Map, etalase surat – surat magis, quilt,  pernak – pernik detail (buku Dumbeldore dari Rita Skeeter, surat list barang yang harus dibawa untuk murid Hogwarts, kartu ID, dsb),
sampai koran-koran Daily Prophet. Tak hanya itu, semua karya ini pun bisa Anda beli
dan dipajang di rumah Anda.

minalima

House of Minalima – Harrypotter