Sekolah Baru my Rhapsody

Jadi ceritanya baru sempat update blog lagi nih… Semenjak akhir September lalu, my Rhapsody sudah mulai sekolah. Sebenarnya bukan sekolah juga sih, karena sama-sama namanya Nursery. Tapi karena disini anak di atas 3 tahun dapat ‘hak’ nursery 15 jam/minggu, jadi kita ambil saja tempat nursery di sekolah publik. Lumayan, daripada harus ngos-ngosan bayar nursery 5 days/week di kampus. Berhubung sekolah di dekat rumahnya menawarkan 15 jam gratis yang dibagi 5 jam x 3 hari, jadinya sisa 2 hari-nya dia tetap full-time di nursery kampus.

Ini berapa poin-poin yang bikin MamiNyo excited saat dia mulai sekolah (malah ibunya yang nervous, bukan anaknya):

1 – Seragam

Yang pertama bikin excited tentu adalah seragamnya. Senang aja lihat seragam sekolah di Inggris, rapi dan cute. Tadinya mengharap di sekolah yang ada seragam pakai jas, tapi sepertinya agak jarang kalau Primary School pakai jas ya, kebanyakan pakai jumper seperti ini. Mulai dari kaos polo-nya, jumper, celana, book-bag, sampai sepatunya (khusus) harus seragam yang ditentukan untuk sekolah.

2 – Waktu masuk

Kalau biasa ke kampus agak santai karena di nursery terserah kita mau jam berapa masuk asal setelah jam 08.45 dan diambil lagi sebelum 17.15, nah kalau sekolah beda… Anak-anak (termasuk nursery) harus masuk jam 9. Gerbang dibuka jam 08.50, setelah 09.05 gerbang ditutup dan anak-anak yang telat harus ‘menghadap’ kepala sekolah. Kalau setelah 3x telat, bakal orang tuanya dipanggil. Haduh… padahal kan pasti yang sibuk kalau anak berangkat sekolah juga orang tuanya ya *hectic sendiri*. Susahnya nyuruh dia gosok gigi terus mandi (kabur-kabur terus). Belum lagi dia suka gak mau ke sekolah, maunya ke nursery kampus, misal.. Jadi ngambek saat dipakaikan seragam. Ini juga makan waktu, membujuk anak 3 tahun ke sekolah.

Waktu jemputnya juga strict. Pintu gerbang dibuka pukul 15.20 (jadwal selesai 15.25). Kalau dijemputnya telat (setelah 15.30) jemputnya ke ruang kepala sekolah, dan orangtuanya harus kasih alasan kenapa telat?😦 . Alhamdulillah sampai sekarang belum pernah telat sih dan 100% attendance.

3 – Makanan Halal

Bedanya dengan nursery di kampus, saat lunch, di sekolah ini disediakan pilihan Halal. Kadang suka kasihan kalau di nursery selama ini, dia makan vegetarian aja, Alhamdulillah sekarang sudah lumayan terasupi gizinya :p. Tapi, yang kurang adalah snacks-nya. Kalau di nursery biasa snack sore agak berat: susu + cereal / soup-bread / cakes, dsb. Nah, di sekolah ini snack pagi dan sore sama semua: buah-buahan.

Jadi setiap minggu, paling tidak 1x kita dihimbau untuk ikut berkontribusi menyumbang 3 pieces of fruit di kelas. Saat snacks, buah-buahan itu dibagi-bagikan ke anak-anak. Alhasil, tiap dijemput pulang sekolah, my Rhapsody langsung merengek, “Lapeeerr…Mami… mau makan.”. Sebelum dia gowes otopednya lagi, harus isi ‘bensin’ dulu dengan cemilan yang harus selalu siap sedia dalam tas MamiNyo.

4 – Budaya membaca

Setiap anak di nursery wajib punya BookBag, tas khusus untuk buku. Setiap hari, gurunya memasukkan satu buku (dari koleksi sekolah) untuk dibawa pulang dan dibacakan oleh orangtuanya. Lalu, saat akhir pekan, dikasih dua buku, satu buku untuk kita baca, satu lagi buku untuk mereka belajar baca (kalau mau) atau sekedar berlatih bercerita (gak ada tulisan, hanya gambar).

Orangtua wajib menulis perkembangan di buku khusus. Ada kolom judul buku dan komentar orang tua, apa yang anak ini suka dari buku tsb atau catatan skill bacanya. Wew, sepertinya membaca ‘dipaksa’ dibudayakan dari kecil ya disini. Nyo sih senang-senang aja… justru agak khawatir, dulu Nyo kecil sudah bisa baca umur 3 tahun, tapi sekarang Rhapsody  sudah 3 tahun masih belum bisa baca kalimat, meski dia sudah lancar menulis namanya sendiri… Tapi yah mungkin tergantung anaknya juga, kalau masih suka main ya biarin, asal happy🙂

Lalu, dengar-dengar cerita teman yang anaknya sudah SMP, konon disini dikasih homework SETIAP HARI. Waaw… mungkin tergantung sekolahnya juga ya. Tapi mereka (anak SMP) pulang sekolah jam 5 sore, dan setiap hari ada PR untuk besoknya. Jadi, gak bisa diundur lagi untuk mengerjakan. Huwaah…. berat ya beban anak sekarang. Sepertinya di Inggris ini, hampir sama seperti di Indonesia untuk sekolah: pakai seragam, bawa tas penuh buku, dikasih PR terus, tapi bedanya liburannya lebih banyak (simak poin ke 6).

img_5699

Story book dan buku ‘tugas’ membacanya

5 – Banyak peraturan

Mulai dari masuk gerbang, sudah ada larangan, no mobile-phone. Ya, anak-anal pasti gak boleh bawa HP. Tapi orang tua, setelah masuk gerbang gak boleh juga mainan HP. Yah, foto yang dibawah ini saat Nyo belum nyadar kalau ada larangan itu, hehe… biasa kan awal-awal norak, anak masuk sekolah pengen foto-foto di dalam sekolah, eh ternyata gak boleh :p

Lain hal kalau memang ada acara khusus di sekolah, seperti parade atau pertunjukan atau lomba. Orang tua boleh ambil gambar, tapi hanya untuk keperluan pribadi, gak boleh ke sosmed, apalagi ada gambar anak-anak lain. Hmm…. Untuk urusan safe-guarding anak, sepertinya boleh lah, insyaAllah… Yang menjemput juga harus dikenal (atau dikenalkan sebelumnya) oleh gurunya. Kalau sudah kelihatan ortu/caretaker/childminder-nya, baru anak dibolehkan keluar kelas ke yang menjemput.

Lalu, selama di primary school, anak-anak tidak boleh bawa uang. Wah? Hmm…. Boleh kalau ortu nya sudah minta izin dan diizinkan sih. Tapi kebayang aja, perasaan pas SD lagi senang-senangnya jajan di kantin sekolah dulu (atau di abang-abang luar sekolah). Eh, disini kan gak ada jajanan seperti itu ya, jadi wajar tidak boleh bawa uang karena akan bawa masalah mungkin. Makan siang disediakan (gratis untuk kelas 1-2, kalau nursery dan kelas lainnya bayar 2 GBP/hari), snack juga disediakan (buah-buahan/susu), apalagi gak ada abang-abang jualan di luar, sekolah selesai langsung pulang dijemput, so buat apa bawa uang jajan?

6 – Bolos, no!

Jika di nursery kampus, bebas mau gak masuk kapan saja (ya iya kan bayar) asal izin dulu. Kalau di sekolah, kalau bolos malah kita yang disuruh bayar. Jadi, orang tua dilarang membawa anak holiday/gak masuk sekolah dalam masa term-time/saat masih kalender akademik. Izin juga harus disertai surat dan alasan-alasan yang kuat, kalau tidak… bisa tidak dapat izin kepala sekolah. Berapa sih bayarnya kalau bolos? 60 GBP per hari!! Waaw…. T_T

Pernah ada cerita anak teman dibawa ke Indonesia liburan saat masa sekolah belum libur, 2 minggu bayarnya 600 GBP… weleh, bisa beli tiket pesawat lagi deh! Sayang ya😦  . Perasaan di Indo nyantai aja kalau mau ngajak holiday anak. Mungkin karena ini sekolah umum yang gratis, jadinya kalau di’sia-sia’-kan justru kena penalti.

Tapi disini liburannya memang banyak. Contohnya hari ini lagi half-term holiday selama 1 minggu. Jadi baru masuk September akhir, eh akhir Oktober sudah libur seminggu. Lalu, nanti akhir tahun liburan natal. Masuk Januari, eh… Febuari tengah sudah half-term holiday lagi. Terus, awal April libur Easter lama banget biasanya 2 minggu… Masuk lagi tengah April sampai Juli, lalu liburan panjang dari tengah Juli-tengah September. Jadi, meskipun berat tapi banyak dipotong ‘break’.

Selama holiday itu, emak-emak yang kerja jadi bingung… Mau gak mau harus ikut cuti (kayak sekarang, berhubung MakNyo banyak kerjaan di kampus jadi bapaknya yang cuti), atau masukin anak ke holiday-camp. Tapi, holiday-camp ini gak murah, rata-rata sekitar 40-50 Pounds/hari. Ada sih yang lebih murah 30-an, tapi yang camp olahraga (fit for sport). Jadi, agak dilema juga ya, bagi yang gak bisa cuti atau nitipin anak ke kerabat?   xD

7 – Acara sekolah

Acara sekolah selalu asik…. Biasanya jadi ajang unjuk gigi si anak. Sekolah baru Rhapsody mengadakan acara Harvest week yang menggalang donasi makanan untuk disumbangkan ke yang membutuhkan. Lalu, baru minggu lalu mereka menyelanggarakan pekan International , temanya mengenai masyarakat London.

Pada hari Selasa, anak-anak datang ke sekolah untuk parade mengenakan baju daerah negara asal masing – masing… Atau kalau yang dari London, memakai kostum khas London, ada yang pakai baju polisi London, Peter Pan, sampai kostum Paddington Bear, lucu bangeeettt….❤

Terus MakNyo lupa, gak bawa baju daerah Indonesia. Mau pakai batik, tapi lengan pendek, kasihan ntar kedinginan dia. Jadi Rhapsody pakai yang ada aja: Baju Koko, pakai peci. Hahaha… jadi seperti Kabayan mau ka masjid sholat. Para orang tua menonton anak-anak parade, MakNyo juga foto-foto heboh… Sayang, waktu MakNyo jemput dia pulang sekolah, Rhapsody langsung menangis, “Kenapa Mami datang? Gak mau ditonton….!”

Oooh… rupanya anak ini gak suka kalau ditonton dan ibunya datang ke acara-acara sekolah. Mungkin jadi gak bebas main sama CS-an nya, dan dia mendadak harus ‘berubah’ jadi anak manis di depan ibunya  xD

Yang paling Nyo enjoy adalah bazzar makanan internasional di sekolahnya. Waah… langsung kalap! Di bazaar, ada berbagai stand makanan dari berbagai negara, ada makanan khas Jepang, Arab, Pakistan, Afrika Selatan, Bulgaria, Jerman, Scotland, Somalia, sampai Mexico. Asiknya lagi, sebagian besar (80%) yang jualan ibu-ibu jilbaber, hihihi…. jadinya Halal. Terus harganya terjangkau kantong lagi, mulai dari 50p sampai yang paling mahal seporsi cuman 1 pound! Waaw….. Alhamdulillah, lumayan memuaskan dan bikin bahagia MakNyo (anaknya justru gak se-excited itu, haha…).

sekolah-buci

(kiri) Memarkir otoped saat tiba di sekolah. (atas) Makan bersama saat bazar international food. (bawah) Kelaparan terus saat dijemput di lapangan sekolah

Begitulah cerita awalnya di sekolah baru. Semoga dia suka semuanya, suka sekolah barunya, suka nursery di kampus, dan terus semangat belajar, juga bersosialisasi, my sholih boy…  :)