Cek personaliti

Jadi, akhir term lalu diharuskan ambil beberapa course dari Graduate School. Berhubung Nyo malas ambil yang berat-berat, jadinya demi memenuhi kredit absensi saja, mending ikut course yang ringan saja seperti tes personaliti asik-asikan ini.

  1. MBTI (Myers Briggs Type Indicator)

Sebenarnya sudah berulang kali Nyo ikut tes ini, tapi sekali lagi, ikut course 3 jam ini hanya untuk memenuhi kredit. Lucu aja sih, setiap kali tes pasti hasilnya sama. Meski saat di kelas, lebih banyak pertanyaannya dan lebih serius pembahasan plus indikatornya.

Hasilnya dari dulu sama: INFJ

Saat dilihat level masing – masing komponen ternyata Nyo seperti ini:

I : 54          N: 30             F: 22         J: 36

Artinya, skor >40 : dominan sekali (saklek), skor > 20 lumayan lah, skor < 15 berarti komponen tersebut tidak terlalu dominan.

Weleh, sepertinya Introversion-ku sudah masuk kadar parah ya… =,=;. Maklum tiap hari hampir gak pernah ngomong. Pagi masuk lab, depan komputer kerja, gak negur yang lain (entahlah kebiasaan budaya di lab ini yang sangat sepi mungkin), gak noleh, gak ikut maksi bareng, sampai sore lalu pulang keluar lab gak pamitan (iya semuanya begitu sih). Gak ada interaksi banget sama orang ya (sadar sendiri). Begitulah kalau semua orang introvert dikumpulkan dalam satu lab, turns out Nyo jadi sangat lebih introvert (gak mau kalah). Rasanya setiap pengen bilang aja: Hello, I’m not here, I’m invisible… please jangan tegur, plis jangan ajak ngobrol, plis… –> kadar introvert: parah.

Lalu apa maksudnya itu semua susunan huruf itu?

E (Extroversion)  >< I (Introversion)

S (Sensing) >< N (Intuition)

T (Thinking) >< F (Feeling)

J (Judging) >< P (Perceiving)

Jadi, INFJ itu kira-kira introvert (reserved) yang memakai intuisi, less attention (jadinya unable to verbalise their insight in a way others can understand -> Nyo banget), become a single minded in pursuit of a vision, and sensitif (pake perasaan daripada logika).

 

Fungsinya buat apa?

Sebenarnya gak usah pakai tes, bagi kita yang sudah dewasa, kita juga sudah tahu diri kita seperti apa. Uniknya, pada sebagian orang ternyata bisa diubah hasilnya loh… Kita juga gak bisa mengkotak-kotakkan, kalau sudah INFJ ya aku akan seperti itu terus. Ternyata, bisa kita nyebrang ke ‘kotak’ yang lain. Misalnya kalau biasanya ‘zona nyaman’ Nyo adalah INFJ, bisa kok sesekali jadi ENFJ, meski sepertinya tidak akan merasa nyaman untuk waktu lama. Tapi, untuk keperluan tertentu: BISA, ubah kepribadian sesuai yang kita mau / kebutuhan 😀

Fungsinya jika kita sudah tahu ‘zona nyaman’ kita, bisa cari pekerjaan yang kita cocok dan enjoy doing it, lalu mencari partner dengan kepribadian yang melengkapi, atau mengetahui dimana kelemahan kita. Misalnya, sebagai INFJ, saya lebih cocok di lingkungan kerja yang memacu kreativitas (musik, composing, riset), terorganisir, quiet (yang sekarang keterlaluan sunyi-nya, tapi karena itulah sangat enjoy). Untuk tipe ini sih katanya cocok/nyaman jadi jurnalis, researcher, pemusik (loh kok Nyo semua?), ibu rumah tangga (status sekarang), terapis, konsultan, dsb. Meski sekali lagi ditekankan, jangan meng-kotak-kan harus selalu berada dalam zona nyaman kita.

Tahu juga kekurangan kita, misalnya keep to much to themselves, single-minded concentration (kadang butuh effort lebih keras kalau gak kerja sendiri, he?), atau terlalu sungkan. Intinya, INFJ sangat punya visi dan kreatif, tapi kadang sulit mewujudkan/mengembangkannya karena terlalu introvert (curcol).

Bagi teman-teman yang ingin tahu tipenya juga bisa cek tes online disini:

https://www.mbtionline.com/

https://www.16personalities.com/free-personality-test

 

2. Strength Finder

Setelah course MBTI, tahap selanjutnya adalah course StrengthFinder, untuk menemukan potensi kekuatan yang tersembunyi dalam diri kita (halah!). Untuk mengetahui top Strength kita, tesnya bisa di akses disini: https://www.gallupstrengthscenter.com

Setelah tes, ternyata keluar TOP 5 Strengths Nyo adalah:

1 Futuristic

2 Competition

3 Focus

4 Strategic

5 Input 

Apa tuh maksudnya?

Futuristic: Inspired  by future and what could be. They inspire others with their visions of the future.

Competition: measure their progress against the performance of others. They strive to win first place and revel in contests. –> padahal Nyo ngerasa gak begini amat meski deep-down inside emang ini yang paling bikin stress sih. I’m competing with myself, competing with schedules and targets I have made.

Focus: can take a direction, follow through, and make the corrections necessary to stay on track. They prioritize, then act. –> cem mau nembak aja. Tapi benar juga, dikala dihimpit oleh tuntutan dan sempitnya waktu, mau gak mau kita harus fokus di setiap kerjaan.

Strategic: create alternative ways to proceed. Faced with any given scenario, they can quickly spot the relevant patterns and issues. –> bahasa lainnya: EFEKTIF. Ini juga yang bikin Nyo jadi suka buru-buru, berpacu dengan waktu (padahal gak ada yang nuntut juga).

Input: a craving to know more. Often they like to collect and archive all kinds of information. –> kalau ini karenan tuntuan pekerjaan, alias PhD student, mau gak mau karena riset, kita musti baca banyak dan cari tahu lebih banyak dan masukin semua deh ke otak, eh folder.

Cocoknya jadi apa dong?

Perlu diketahui bahwa Strength yang kita dapatkan itu menyesuaikan dengan kondisi kita (lagi sering makai kekuatan apa saat ini untuk menyelesaikan tugas) dan knowledege. Misalnya, seorang dokter di bidang mental health, bisa menemukan Empathy sebagai salah satu top 5 strength-nya. Jadi kadang karir/pekerjaan membentuk strength kita.

Kalau melihat Top 5 Nyo mungkin cocoknya di bidang entrepreneurial yang inovatif ya? atau competitive research? hmm…. 😀

Sebenarnya Strength Finder ini lebih cocok diterapkan ke manajemen/perusahaan, untuk menyeimbangkan komposisi karyawannya. Stress juga kan kalau semua orang dalam tim Strength-nya di  Command dan Competition (gak ada yang mau diatur dan curigaan semua). Buku yang cocok untuk kajian strength finder dan leadership bisa dibaca disini “Strength based Leadership“, atau bagaimana mengatur kekuatan personal dalam manajemen “Now, Discover Your Strength“.

 

3. Saberr Test

Nah, yang terakhir di luar dari course. Tes ini adalah yang Nyo ambil saat ikut Future Founder. Ada company namanya Saberr, yang memang fokusnya untuk mencari anggota tim yang cocok. Jadi personaliti kita dicocokkan dengan ke-empat orang lain (dari 70 partisipan) yang ikut tes tsb. Diharapkan dengan adanya kecocokan dan kesetimbangan kekuatan/personaliti dalam tim, bisa mencapai performa tim handal.

Ini hasil dari tesnya, katanya Nyo: Self-direction, fun, ambition&success, exciting new experiences, personal power. Sementara personalitynya bisa dilihat di gambar berikut. Tergambar sekali ya, kurang sisi sosialnya haha… :p

sabbr-1

 

 

 

Advertisements