Inilah Cara London Atasi Banjir: Thames Barrier

Layaknya ibukota Indonesia (Jakarta), ibukota Inggris (London) juga sangat rawan banjir. Ada beberapa cara kota ini atas banjir, selain dengan jalan blok Paving serap air),  Thames Barrier lah yang menjadi sarana antisipasi banjir yang disebabkan dari luapan Sungai Thames.

Potensi banjir di kota London sangatlah besar dengan adanya arus kuat dari Samudra Atlantic yang membuat level ketinggian air di Sungai Thames meningkat. Setelah banjir dari sungai Thames tahun 1928, lalu banjir besar tahun 1953, para ahli di London memikirkan solusi untuk mengatasi banjir di kota ini. Akhirnya dibangunlah Thames Barrier  selama 8 tahun dan beroperasi tahun 1982.

thames1.png

Thames Barrier merupakan penghalang banjir dinamis terbesar di dunia. Struktur pengontrol banjir yang unik ini membentang selebar 520 m di sungai Thames dan melindungi 125 km2 pusat London dari banjir.

Bagaimana cara kerjanya? Thames Barrier memiliki 10 gerbang baja (yang masing-masing sebesat 3,300 ton) yang dinamis,  bisa ditutup dan dibuka. Saat Thames Barrier dibuka, air di sungai Thames mengalir bebas dan kapal-kapal bisa lewat.  Namun, jika terjadi badai, atau periode gelombang air laut pasang, gerbang-gerbang ini ditutup.
Saat ditutup, tinggi gerbang ini bisa mencapai bangunan 5 lantai (20 m) dan memblokir aliran dari hulu sungai (dari laut) agar berhenti mengalir menuju pusat kota.  Untuk menutup kesepuluh gerbang Thames Barrier ini membutuhkan waktu 1.5 jam. Jika kondisi level ketinggian air di hulu sudah sama dengan di hilir Sungai Thames, maka gerbang ini bisa dibuka lagi.

Tanpa Thames Barrier, kota yang berpenghuni lebih dari 8.7 juta dengan sistem transportasi underground, kekayaan bangunan bersejarah,  bisa jadi terendam air setiap kali air laut pasang. Penutupan gerbang-gerbang Thames Barrier terjadi 2-3 kali/tahun. Tapi beberapa tahun belakangan meningkat menjadi 6-7 kali/tahun. Akibat global warming yang menyebabkan level air laut meningkat, Thames Barrier  diprediksikan akan berfungsi sampai tahun 2060. Setelah itu level proteksinya akan menurun, dan para ahli harus memikirkan solusi banjir yang lain.

Suasana di sekitar Thames Barrier juga terawat (tidak seperti pintu air di Jakarta, misalnya). Kita bisa bersantai berjalan atau sekedar duduk -duduk memandangi konstruksi engineering kokoh di Sungai Thames. Juga, terdapat taman yang hijau yang dilengkapi dengan sarana permainan anak disana.

Advertisements