Tinggal di Kawasan Termahal di Inggris

Jadi, ceritanya sudah 2 tahun saya tinggal di kawasan borough Kensington and Chelsea. Borough ini merupakan borough terkecil di Inggris, tapi padat dan juga termahal. Konon, borough ini memiliki properti termahal di Inggris. Maklum, mungkin karena disini juga lah keluarga kerajaan biasa tinggal (seperti di Kensington Palace) atau para saudagar Arab atau konglomerat Cina tinggal. Para pengusaha ini (dari Indonesia juga ada loh) memiliki properti di borough ini sepertinya untuk prestis juga, sehingga wajarlah kalau  borough ini memiliki tingkat jumlah properti paling banyak kosong di London! Di saat 9,000 homeless tidur di luar tidak punya rumah, ada 1,399 properti yang tidak ditempati di borough Kensington & Chelsea. Hmmm….

RKBC

Bukan… Sayangnya, Nyo bukan salah satu dari saudagar atau konglomerat yang membeli properti di borough ini. Nyo tinggal di kawasan ini ‘cuma’ karena inilah yang terdekat dengan kampus. Tinggalnya juga di akomodasi mahasiswa internasional sih, yang jelas harganya 75% di bawah harga sewa properti di borough ini pada umumnya.

Tinggal di akomodasi khusus student memang memudahkan bagi mahasiswa, sebab jika sewa di properti private, biasa mereka jarang mau menerima student, harus pekerja (dan ada DSS check). Juga, jarang agen properti yang mau menerima anak-anak. Atau kalau pun iya menerima student, agen minta deposit uang sewa gak main-main: 1 tahun! wew, dari mana ya tuh duit? Meski dari pihak kampus juga sebenarnya menyediakan service ‘guarantor’ untuk housing sehingga student bisa lebih mudah masalah deposit ini.

Tinggal di kawasan elit alias pusat kota London, ada suka dukanya juga… Apanya dulu yang diceritakan? Mungkin sisi negatifnya dulu ya:

  1. Kriminalitas. Sekitar satu tahun yang lalu, sempat was-was karena 3 kejadian pencurian terjadi berturut-turut di gedung flat. Malah, semuanya di lantai yang sama, lantai 1! Yang pertama yang paling parah, saat hari Sabtu sore, kamar tetangga pintunya bisa dibuka paksa oleh pencuri dan barang-barang berharga seperti laptop, dsb raib! Katanya, pelaku pencurian masuk dengan cara ‘membuntut’ penghuni yang masuk ke flat, sok-sok penghuni juga (karena pintu gedung kan di password, mungkin juga passcode ini bocor?). Wuiih… padahal waktu kejadian, Nyo lagi di kamar sendirian (suami dan anak lagi pergi) karena lagi bikin cover video (nyaahh…). Alhamdulillah, selamat…. Sejak saat itu, kita gak boleh membukakan pintu sembarang orang, termasuk kurir. Polisi London juga menginvestigasi kejadian ini dan menghimbau agar kita selalu waspada. Lalu, kejadian berikutnya tetangga depan kamar kehilangan kalung emasnya di WC shared. Hmm… lalu, pihak housing mengganti semua lock pintu menjadi kunci gembok yang lebih kokoh dan tidak bisa dicungkil lagi sama pencuri. Aamiiin…
  2. Rumah tua. Flat di housing mahasiswa ini karena merupakan ‘hibah’ dari yayasan, jadinya sudah tua dan segala sistemnya juga sudah agak ‘bulukan’. Yang paling parah, tahun lalu selama hampir 1 tahun flat kami mendapat masalah soal tikus! Ya, tikus!! Karena dingin, si tikus masuk lewat lubang/celah dan masuk ke dapur. Nyo suka ketemu kalau lagi belajar malam-malam, tiba-tiba dia nongol, aaaaaa…. Sudah berkali-kali dapur ditambal, pasang perangkap, racun dengan memanggil pest control berulang kali, tapi tidak membuahkan hasil. Tikus tetap datang kembali dan lagi dan lagi, tak tahu mana lagi yang celah yang terlihat. Akhirnya, semua itu tuntas diselesaikan dengan membuang kulkas kecil yang lama dan mengganti tembok di belakangnya yang ternyata sudah bulukan berlubang (tempat masuk tikus). Alhamdulillah… akhirnya sejak saat itu tak ada tikus lagi, hanya ada bunyinya saja terdengar di balik dinding. Dpat laporan juga ada beberapa flat yang juga kemasukan tikus, juga kutu kupret (namanya disini bedbug). Kebayang kan…. gimana periode ‘tikus’ itu menjadi periode parno bagi Nyo, huwaaa… T_T
  3. Ribut. Berjarak berapa detik jalan dari stasiun tube South Kensington, sudah pasti hampir selalu ramai. Asik sih… tapi karena flat juga hanya berjarak beberapa blok dari diskotik dan juga bar, kalau setiap weekend bisa dipastikan deh ribut-ribut orang yang pada mabok teler. Kadang mereka teriak-teriak gak karuan jam 2-4 pagi, bahkan sampai berantem di luar, alias di bawah jendela flat Nyo. Berkali-kali Nyo kebangun gara-gara perihal itu, sambil serem takut ada kericuhan, heuu…. Belum lagi mobil ambulans dan polisi yang sirine-nya memekakkan telinga lalu lalang selalu di jalan Old Brompton. Awalnya, Nyo gak bisa tidur gara-gara ini, tapi lama-lama, sudah biasa. Malah, rasanya jadi aneh kalau sunyi senyap.
  4. Mahal. Meskipun harga flat ini sudah ditekan jauh dibawah harga normal di area tersebut, tapi tetap… rasanya kalau lihat flat teman-teman mahasiswa yang share, atau di wilayah lain yang lebih jauh zona 3 kesana… kok lebih murah ya? hehe… terus galau :p
  5. Tak ada halaman. Kecuali tinggal di rumah orang kaya di sekitar jalanan Brompton yang punya halaman, rata-rata gedung flat di area ini ya mungil dan tanpa halaman. Mungkin kalau punya anak-anak agak hampa karena tidak ada garden-nya. eh, tapi anak mah di sekolah ada lapangan bermain, dulu di Jakarta saya kecil juga gak ke taman sih fine aja. Lagipula, anak juga pulang sekolah sudah jam 4 sore, jadinya gak sempat main lagi. Nah, taman terdekat dari flat kami adalah Hyde Park, jadi langsung aja yah lari dan main kesana.
  6. Jauh dari masjid. Ini yang bikin paling sedih sebenarnya. Karena kita tinggal bukan di area pemukiman warga pada umumnya, dimana ada masjid/mushola/komunitas, melainkan di area wisata (sebut saja begitu), jadinya gak ada masjid – apalagi sekolah Islam dekat sini. Hiks… Sekolah-sekolah di sekitar sini didominasi oleh sekolah berbasis agama dari gereja tertentu.

Senangnya:

  1. Dekat mau kemana-mana. London Eye dan Big Ben bisa kelihatan, dari Hyde Park yang hanya jalan di flat. Lalu, karena tinggal di zona 1, mau kemana-mana ya dekat sebab inilah pusat London!
  2. Banyak hiburan. Wisata museum: museum science, V&A, Natural History Museum tinggal jalan dan gratis (ampe eneg lihat dinosaurus), alias nyambung sama kampus. Juga, tentunya Royal College Music dan Royal Albert Hall di belakang kampus, jadinya untuk soal musik gak usah khawatir ^_^
  3. Ongkos transport minim.Karena sudah di zona 1 dan semua objek yang mau dilihat di London adanya di zona 1 jadinya ongkos tube/bus yang lebih irit. Apalagi tidak perlu commute dari rumah-sekolah/kampus, Alhamdulillah tinggal jalan 10 menit. Ongkos transport di London ini lumayan menguras kantong loh, paling tidak, kalau langganan ya siapkan sekitar 100 pounds/bulan.
  4. Sekolah bagus. Sekolah-sekolah di borough ini bagus-bagus (meski yang berbasis non-agama hanya sedikit), tingkat ofsted-nya antara Good-Outstanding. Jadinya, karena lingkungan menentukan tingkat kecerdasan anak-anak sekolah, kualitasnya pun mengikuti.
  5. Semua diurusi. Ini sebenarnya kelebihan kalau tinggal di housing dengan office. Maksudnya karena int’l student, jadi benar-benar diurusi kalau housing ada yang rusak, kalau ada kiriman paket, kalau ada masalah, semua mereka yang urus atau ganti perkakasnya. Jadi, untung mahasiswa, lumayan banget ngurangin beban pikiran dan tenang untuk ngurusin urusan rumah seperti itu. Misalnya, soal tikus kemarin, mereka yang panggil dan bayar pest control, juga tukang untuk benerin dan menambal semua dinding/kabinet dapur.
Advertisements